Pemrov DKI Pastikan Kabel Utilitas di Cikini Akan Rapi Desember Ini

Kompas.com - 12/11/2019, 16:49 WIB
Trotoar Cikini, Jakarta Pusat, sedang dibenahi dan penuh kabel utilitas yang semrawur, Senin (4/11/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVATrotoar Cikini, Jakarta Pusat, sedang dibenahi dan penuh kabel utilitas yang semrawur, Senin (4/11/2019).
Penulis Cynthia Lova
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho memastikan seluruh kabel utilitas yang semrawut di Cikini, Jakarta Pusat akan rapi pada Desember tahun 2019 ini.

“Iya seluruh kabel utilitas yang semrawut di Cikini akan dibereskan pada Desember ini. Sudah tidak ada lagi nanti bongkar pasang utilitas,” ujar Hari di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019).

Ia mengatakan, nantinya penyedia fiber optik tidak akan diperbolehkan lagi menggali trotoar untuk memasang kabel utilitas itu.

Baca juga: Pemprov DKI Tetap Potong Kabel Utilitas meski Dilaporkan ke Ombudsman


Sebab, pihak Bina Marga telah menyediakan manhole di sepanjang trotoar Cikini untuk pemasangan kabel utilitas.

“Jadi kalau ada pemain fiber optik baru harus maka pemasangannya harus melalui manhole. Jadi bukan bongkar pedestarian tapi pemasangannya lewat manhole itu,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya pun tidak segan-segan memberi sanksi bagi penyedia jasa fiber optik yang melanggar aturan itu.

“Kami akan blacklist perusahaannya,” tuturnya.

Sebelumnya, kabel-kabel utilitas di trotoar Jalan Cikini Raya, tepatnya di depan hotel Mega Cikini yang mengarah ke Raden Saleh, Jakarta Pusat, terlihat semrawut.

Pada Senin (4/10/2019) siang, kabel-kabel melayang dari satu tiang ke tiang lain secara berantakan.

Kabel juga menumpuk dan dibiarkan tergeletak di atas trotoar yang tengah direvitalisasi. 

Batu-batu yang menjadi fondasi trotoar menimpa kabel yang berantakan. Hal itu membuat pejalan kaki kesulitan melintas

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Megapolitan
Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Megapolitan
Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Megapolitan
Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Megapolitan
Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Megapolitan
Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

Megapolitan
Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Megapolitan
Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Megapolitan
Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X