Melihat Jalur Sepeda di Lima Kota Dunia, Bisa Jadi Contoh Bagi Jakarta

Kompas.com - 13/11/2019, 06:09 WIB
Jalur sepeda di Singapura Dok. Indi SoemardjanJalur sepeda di Singapura

Salah seorang WNI yang tinggal di sana, Indi Soemardjan mengatakan pesepeda di Singapura memiliki hak berkendara baik di trotoar ataupun jalan raya. Pesepeda hanya dilarang berkendara di jalan tol.

Namun, PCN tersebut menjadi andalan bagi pesepeda dan pelari di Singapura.

Jalur PCN ini tidak pernah dilalui kendaraan bermotor karena selalu diawasi oleh petugas melalui CCTV.

"PCN ini sangat terlindungi, kalau trotoar kan sudah jauh dari jalanan ya, kalau PCN ini berada di antara pohon-pohon, jadi teduh," ucap Indi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (12/11/2019).

Berdasarkan gambar yang dikirim Indi terlihat jalut PCN ini berada jauh dari jalan raya. Jalanan ini terbuat dari aspal yang di atasnya terdapat gambar sepeda dan tapak kaki.

Jalanan ini menembus taman demi taman. Menurut Indi, saat ini PCN sudah mencapai 300 Km di Singapura.

Jalur sepeda di kota Amsterdam, Belanda dibuat terpisah. Kota ini menjadi salah satu kota terbaik dan teramah bagi para pesepeda.Bidik layar Youtube I Amsterdam Jalur sepeda di kota Amsterdam, Belanda dibuat terpisah. Kota ini menjadi salah satu kota terbaik dan teramah bagi para pesepeda.

3. Amsterdam, Belanda

Kota Amsterdam, Belanda disebut sebagai salah satu kota yang paling ramah terhadap pesepeda. Bahkan, Amsterdam sampai disebut surganya pesepeda di dunia.

Dikutip dari akun Youtube Bloomberg, kota seluas 219 Km persegi ini memiliki jalur sepeda sepanjang 500 Km.

Kota ini memiliki sejarah cukup panjang sebelum akhirnya dinobatkan sebagai surganya pesepeda. Dulunya setelah perang dunia kedua, keberadaan sepeda sempat tergerus oleh mobil.

Namun, pada tahun 1972 jumlah kematian karena kecelakaan memuncak. Tercatat angka kematian karena kecelakaan mencampai angka 3.500 yang menimbulkan protes masyaratnya. Ditambah lagi krisis minyak yang terjadi setahun kemudian.

Kondisi ini membuat warga mulai beralih menggunakan sepeda. Di tahun 1978, Pemerintah Belanda mulai menerapkan sistem woonerf atau berbagi ruas jalan untuk berbagai kepentingan.

Woonerf dirancang untuk memperlambat pengemudi dengan menghapuskan trotoar sehingga mobil sepeda dan pejalan kaki berbagi di satu jalan. Hal ini membuat pengendara mobil menurun drastis dan pesepeda meningkat.

Dalam video itu juga disebutkan bahwa hampir seperempat warga Belanda menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi utama.

Sementara itu, pantauan dar Youtube I amsterdam, jalur sepeda di jalan raya Belanda sama seperti di Indonesia yang dibuat di atas aspal. Namun bedanya, jalur sepeda berada di sisi kanan jalan.

Tidak ada separator khusus yang membatasi jalur sepeda dengan kendaraan bermotor. Hanya garis putih yang mebatasi kedua lajur tersebut. Jalur sepeda diberi warna merah dengan gambar sepeda di atasnya.

Ukurannya pun hampir sama lebarnya dengan jalur kendaraan bermotor.

Sepanjang jalan banyak pipa-pipa besi yang terpasang sebagai tempat parkir sepeda.

Jalur sepeda yang ada di  kota Gottingen, Jerman. Bidik layar Youtube Berlima Family (BANAR FIL ARDHI) Jalur sepeda yang ada di kota Gottingen, Jerman.

3. Göttingen, Jerman

Negara lain yang terbilang ramah pesepeda ialah Jerman. Salah seorang WNI yang merantau ke Göttingen, Jerman , Banar Fil Ardhi menceritakan bagaimana ramahnya negara ini akan pesepeda.

"Kalau untuk di dalam kota, jalan raya di samping kanannya ada jalur sepeda, ada taman kecil sebagai pembatas," ucap Banar melalui sambungan telepon.

Namun, kata Banar, ada juga lokasi-lokasi yang tidak dibedakan jalur antara jalur pesepeda dengan pengendara kendaraan bermotor. Tetapi, ada peraturan yang melarang pengguna mobil dan sepeda motor mengklakson pesepeda.

Lebar jalur sepeda di kota ini hanya sekitar tiga meter. Biasanya, jalur sepeda diberi warna berbeda dengan jalur pejalan kaki ataupun trotoar pejalan kaki.

Jalur sepeda di German tidak hanya ada di dalam kota. Ada pula jalur sepeda yang menghubungkan antara kota satu dengan kota lainnya.

"Ada dua jalur kadang malah, ada jalur yang di pinggir jalan, atau jalur untuk menikmati alam. Tapi jalur alam biasa kadang ada aspalnya ada yang enggak," ucap Banar.

Jalur sepeda antar kota di Gottingen, Jerman.Bidik layar Youtube Berlima Family (BANAR FIL ARDHI) Jalur sepeda antar kota di Gottingen, Jerman.

Untuk jalur alam biasanya digunakan warga ataupun wisatawan yang ingin menikmati pemandangan berupa sawah, sungai, dan pemandangan lainnya yang ada di Jerman.

Meskipun jalur-jalur sepeda antarkota ini memungkinkan untuk dilewati sepeda motor, tetapi tidak ada satupun pengendara yang berani memasuki jalur tersebut.

Di sepanjang jalan dilengkapi rambu-rambu yang menunjukkan peraturan yang berlaku di jalur tersebut. Uniknya, ada polisi yang khusus mengawasi pesepeda.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisma Atlet Penuh, 6 Petugas Kelurahan Petojo Selatan yang Positif Covid-19 Isolasi Mandiri

Wisma Atlet Penuh, 6 Petugas Kelurahan Petojo Selatan yang Positif Covid-19 Isolasi Mandiri

Megapolitan
Dentuman Misterius Terdengar Dua Kali di Jakarta hingga Menyebabkan Getaran

Dentuman Misterius Terdengar Dua Kali di Jakarta hingga Menyebabkan Getaran

Megapolitan
Kantor Kelurahan Petojo Selatan Ditutup Usai 7 Petugas PJLP Terpapar Covid-19

Kantor Kelurahan Petojo Selatan Ditutup Usai 7 Petugas PJLP Terpapar Covid-19

Megapolitan
Serka BP Disebut Sedang Mabuk dan Mangkir Saat Menabrak Briptu Andry

Serka BP Disebut Sedang Mabuk dan Mangkir Saat Menabrak Briptu Andry

Megapolitan
Anggota TNI yang Menabrak Briptu Andry Telah Ditetapkan sebagai Tersangka

Anggota TNI yang Menabrak Briptu Andry Telah Ditetapkan sebagai Tersangka

Megapolitan
UPDATE 20 September: Bertambah 1.079, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Jadi 62.886

UPDATE 20 September: Bertambah 1.079, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Jadi 62.886

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Geng Moonraker, Pembacok Warga hingga Tewas di Bintaro

Polisi Kantongi Identitas Geng Moonraker, Pembacok Warga hingga Tewas di Bintaro

Megapolitan
Geng Moonraker Bacok Warga hingga Tewas karena Berusaha Melerai Keributan di Bintaro

Geng Moonraker Bacok Warga hingga Tewas karena Berusaha Melerai Keributan di Bintaro

Megapolitan
PSBB Jilid 11 Tangsel Berakhir Hari ini, Bagaimana Perkembangan Kasus Covid-19 di Sana?

PSBB Jilid 11 Tangsel Berakhir Hari ini, Bagaimana Perkembangan Kasus Covid-19 di Sana?

Megapolitan
Seorang Pencari Suaka asal Iran Ditangkap Polisi karena Beli Sabu-sabu

Seorang Pencari Suaka asal Iran Ditangkap Polisi karena Beli Sabu-sabu

Megapolitan
Korban Pelecehan Rapid Test di Soekarno-Hatta Belum Lapor Polisi hingga Saat Ini

Korban Pelecehan Rapid Test di Soekarno-Hatta Belum Lapor Polisi hingga Saat Ini

Megapolitan
UPDATE 20 September: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Tembus 1.002 Orang

UPDATE 20 September: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Tembus 1.002 Orang

Megapolitan
Tetap Buka Saat PSBB Total DKI Jakarta, Kawasan GBK Sepi Pengunjung

Tetap Buka Saat PSBB Total DKI Jakarta, Kawasan GBK Sepi Pengunjung

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Warga Bogor Bersih-bersih Aliran Sungai Ciliwung

Antisipasi Banjir, Warga Bogor Bersih-bersih Aliran Sungai Ciliwung

Megapolitan
Polisi Akan Usut Dugaan Keterlibatan Pengelola Lapas Terkait Kaburnya Napi di Tangerang

Polisi Akan Usut Dugaan Keterlibatan Pengelola Lapas Terkait Kaburnya Napi di Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X