Mobil Tabrak Pengguna Skuter Listrik, Korban: Pelakunya Mabuk, Mobilnya Kencang Banget

Kompas.com - 13/11/2019, 17:14 WIB
Fajar (19), Relwandani (18), dan Wulan (18), Rabu (13/11/2019), pengguna skuter listrik yang alami kecelakaan ditabrak mobil Camry pada Minggu (10/11/2019) dini hari. KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIFajar (19), Relwandani (18), dan Wulan (18), Rabu (13/11/2019), pengguna skuter listrik yang alami kecelakaan ditabrak mobil Camry pada Minggu (10/11/2019) dini hari.

JAKARTA, KOMPAS.com - Relwandani (18), salah satu pengguna skuter listrik yang mengalami kecelakaan ditabrak mobil Camry di kawasan Gate 3 Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (10/11/2019) dini hari lalu, mengatakan, pengemudi mobil dalam keadaan mabuk.

Hal itu diungkapkan Relwandani berdasarkan keterangan yang didapati keluarga korban dari polisi.

Adapun dalam kecelakaan itu, dua teman Relwandani bernama Ammar dan Wisnu meninggal dunia usai ditabrak.

Kemudian, Bagus alami luka berat, serta dirinya, Wulan, dan Fajar alami luka ringan.

Relwandani mengatakan, sebelum kecelakaan, mobil itu melaju sangat kencang hingga menabrak skuter listrik yang ditumpangi Bagus, Ammar, dan Wisnu.

"Itu tuh jalan terang banget, tidak mungkin dia (pelaku) tidak lihat. Mungkin karena mabuk itu dia tidak ngeh (konsentrasi) makannya nabrak. Dia itu mobilnya gas banget, kencang banget," kata Relwandani di di rumah Ammar, Jalan Pisangan Lama II, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (13/11/2019).

Baca juga: Tabrak Pengguna Skuter Listrik hingga Tewas, Pengemudi Mobil Camry Jadi Tersangka

Relwandani menambahkan, akibat tabrakan itu, Ammar dan Wisnu langsung jatuh menabrak pohon dan tiang lampu jalan serta tak sadarkan diri.

Sedangkan, Bagus terpental 10 hingga 15 meter ke badan trotoar.

"Kalau kita bertiga (Relwandani, Wulan, dan Fajar) langsung menghindar jatuhkan diri ke kiri, hindari mobil itu. Karena habis nabrak dia sempat berhenti terus jalan lagi kencang kabur dan itu hampir nabrak kita," ujar Relwandani.

Diketahui, pada Minggu dini hari lalu, Ammar dan kelima temannya bermain skuter di kawasan Gate 3 Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat.

Saat sedang asyik bermain, mobil Camry hitam menabrak skuter yang ditumpangi Bagus, Ammar, dan Wisnu.

Akibatnya, Ammar dan Wisnu tak sadarkan diri dan meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Mintoharjo. Sedangkan, Bagus mengalami luka berat dan masih dirawat di RS.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang dan Pengunjung Pasar Kebayoran Lama Banyak yang Tak Pakai Masker

Pedagang dan Pengunjung Pasar Kebayoran Lama Banyak yang Tak Pakai Masker

Megapolitan
Geng Romusha dan Pesing Siarkan Tawuran di Instagram untuk Cari Penantang Selanjutnya

Geng Romusha dan Pesing Siarkan Tawuran di Instagram untuk Cari Penantang Selanjutnya

Megapolitan
Tawuran Berdarah Geng Romusha Vs Pesing, Polisi Tangkap 6 Tersangka

Tawuran Berdarah Geng Romusha Vs Pesing, Polisi Tangkap 6 Tersangka

Megapolitan
KCI: Komitmen pada Aturan Jam Kerja Solusi Urai Antrean Penumpang KRL

KCI: Komitmen pada Aturan Jam Kerja Solusi Urai Antrean Penumpang KRL

Megapolitan
Stasiun Padat, KCI Tambah Perjalanan KRL dan Hukum Penumpang yang Akali Prosedur

Stasiun Padat, KCI Tambah Perjalanan KRL dan Hukum Penumpang yang Akali Prosedur

Megapolitan
Kecewa Jalur Zonasi PPDB DKI, Orangtua Kirim Karangan Bunga 'RIP Pendidikan' ke Balai Kota

Kecewa Jalur Zonasi PPDB DKI, Orangtua Kirim Karangan Bunga "RIP Pendidikan" ke Balai Kota

Megapolitan
Satpol PP Tangsel Akan Sering Patroli ke Kontrakan untuk Awasi Pendatang

Satpol PP Tangsel Akan Sering Patroli ke Kontrakan untuk Awasi Pendatang

Megapolitan
Kisruh PPDB, Kenapa Unjuk Rasa di Jakarta Begitu Masif?

Kisruh PPDB, Kenapa Unjuk Rasa di Jakarta Begitu Masif?

Megapolitan
Pilkada Depok 2020, Tim Gerindra dan PDI-P Yakin Pasangan Pradi-Afifah Tak Akan Berubah

Pilkada Depok 2020, Tim Gerindra dan PDI-P Yakin Pasangan Pradi-Afifah Tak Akan Berubah

Megapolitan
Ledakan di Menteng, Sejauh Mana Peristiwa Ledakan Disebut Terorisme?

Ledakan di Menteng, Sejauh Mana Peristiwa Ledakan Disebut Terorisme?

Megapolitan
Pilkada Depok 2020, PDI-P dan Gerindra Mantap Usung Pradi-Afifah

Pilkada Depok 2020, PDI-P dan Gerindra Mantap Usung Pradi-Afifah

Megapolitan
Bima: Penumpukan Penumpang KRL di Stasiun Bogor karena Banyak Sektor Usaha Beroperasi Kembali di Jakarta

Bima: Penumpukan Penumpang KRL di Stasiun Bogor karena Banyak Sektor Usaha Beroperasi Kembali di Jakarta

Megapolitan
30 ASN Ikut Awasi Protokol Kesehatan di 17 Pasar di Jakarta Selatan

30 ASN Ikut Awasi Protokol Kesehatan di 17 Pasar di Jakarta Selatan

Megapolitan
32 Penghuni Kontrakan di Serpong Diminta Lakukan Rapid Test

32 Penghuni Kontrakan di Serpong Diminta Lakukan Rapid Test

Megapolitan
Sopir Taksi Online Tewas di Bekasi, Mobil dan Ponsel Korban Hilang

Sopir Taksi Online Tewas di Bekasi, Mobil dan Ponsel Korban Hilang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X