Polisi Imbau Skuter Listrik Tidak Digunakan di Jalan Raya

Kompas.com - 13/11/2019, 20:16 WIB
Pada 9 Mei 2019 lalu di The Breeze BSD City, Sinarmas Land bersama dengan Grab meluncurkan GrabWheels sebagai solusi mobilitas inovatif ramah lingkungan di BSD City. Layanan ini berbentuk skuter listrik yang bisa digunakan di beberapa lokasi di BSD City dan dapat dinikmati secara gratis selama masa uji coba. Dokumentasi Instagram The Breeze BSD CityPada 9 Mei 2019 lalu di The Breeze BSD City, Sinarmas Land bersama dengan Grab meluncurkan GrabWheels sebagai solusi mobilitas inovatif ramah lingkungan di BSD City. Layanan ini berbentuk skuter listrik yang bisa digunakan di beberapa lokasi di BSD City dan dapat dinikmati secara gratis selama masa uji coba.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi mengimbau masyarakat tidak menggunakan skuter listrik seperti GrabWheel di jalan raya.

Imbauan ini diberikan guna meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas antara pengendara kendaraan bermotor dan skuter listrik.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar mengatakan, imbauan itu disampaikan karena pengguna skuter listrik tidak dilengkapi alat keselamatan seperti helm.

Saat ini, pemerintah juga belum menyediakan jalur khusus skuter listrik layaknya jalur khusus sepeda.

"Kita imbau kepada masyarakat kalau menggunakan otoped listrik sebaiknya di lingkungan perumahan, tidak gunakan di jalan raya," kata Fahri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2019).

Fahri juga mengingatkan, para pengelola skuter listrik untuk tidak menyewakan kendaraan tersebut di kawasan yang dekat dengan jalan raya.

"Kami melihat sudah ada beberapa tempat yang dijadikan tempat penyewaan. Nah, ini perlu pemikiran dari pengelola, penyedia otoped listrik untuk tidak menempatkan di tempat-tempat yang justru nanti menimbulkan dampak kecelakaan lalu lintas karena digunakan di jalan raya," ungkap Fahri.

Sebelumnya diberitakan, terjadi kecelakaan lalu lintas antara pengendara mobil Camry berinisial DH dan pengguna skuter listrik.

Kecelakaan itu menyebabkan dua pengendara skuter listrik yakni Wisnu (18) dan Ammar (18) meninggal dunia.

Sementara itu, empat orang pengendara lainnya mengalami luka-luka, yaitu Fajar Wicaksono, Bagus, Wulan, dan Wanda.

Akibat kecelakaan itu, pengendara mobil yang menabrak mereka berinisial DH telah ditetapkan sebagai tersangka atas peristiwa kecelakaan itu. Dia dijerat Pasal 310 Juncto Pasal 311 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X