Kuli Bangunan Asal Cilandak Jadi Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipali

Kompas.com - 14/11/2019, 13:35 WIB
Latif (23), Keponakan Warsidin yang jadi korban kecelakaan bus di tol Cipali, Kamis (14/11/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONLatif (23), Keponakan Warsidin yang jadi korban kecelakaan bus di tol Cipali, Kamis (14/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Satu dari tujuh korban kecelakaan bus di tol Cipali, Jawa Barat, berdomisili di Jakarta Selatan.

Korban yang bernama Warsidin itu tinggal di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan bersama dua anak dan satu istrinya.

Beberapa awak media pun sempat menyambangi kediaman Warsidin.


Namun rumahnya nampak sudah kosong karena dua anaknya sudah berangkat menuju rumah sakit di daerah Subang, Jawa Tengah, tempat Warsidin berada.

"Dari tadi pagi keluarga sudah berangkat ke rumah sakit. Rencananya sudah mau dimakamkan keluarga di kampung halaman di Pekalongan," kata Latif, keponakan Warsidin yang tinggal berdekatan dengan korban, Kamis (14/11/2019).

Latif menceritakan, Warsidin sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan untuk menghidupi keluarganya.

Di tengah kegiatannya menjadi kuli bangunan, dia menyempatkan diri untuk mampir ke kampung halaman untuk sebuah urusan.

"Almarhum pulang ke kampung hari Selasa kemarin. Rencana mau balik lagi ke Jakarta hari ini," ucap dia.

Namun nahas, belum sempat sampai ke Jakarta, Warsidin tewas mengenaskan dalam kecelakaan.

Setidaknya tujuh orang tewas dalam kecelakaan bus di JalanTol Cipali Km 117,800  jalur B Kampung Sumberjaya, Desa Wanasari, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tembak Mati Pengedar Sabu di Cipayung

Polisi Tembak Mati Pengedar Sabu di Cipayung

Megapolitan
Anies: Oposisi Sangat Keras pada TGUPP karena Efektif Bekerja

Anies: Oposisi Sangat Keras pada TGUPP karena Efektif Bekerja

Megapolitan
Bantah Ada Bocoran Ujian di SMAN 1 Depok, Kepala Sekolah Sebut Berawal dari Ribut Siswa

Bantah Ada Bocoran Ujian di SMAN 1 Depok, Kepala Sekolah Sebut Berawal dari Ribut Siswa

Megapolitan
Pemkot Jakut Uji Coba Pembatasan Kontainer di Jalan Cilincing Raya Awal 2020

Pemkot Jakut Uji Coba Pembatasan Kontainer di Jalan Cilincing Raya Awal 2020

Megapolitan
Sakit Hati Ditegur, Pria di Ciracas Aniaya Tetangga dengan Celurit

Sakit Hati Ditegur, Pria di Ciracas Aniaya Tetangga dengan Celurit

Megapolitan
PT KAI Klaim Sudah Koordinasi dengan Dishub soal Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi

PT KAI Klaim Sudah Koordinasi dengan Dishub soal Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi

Megapolitan
Area Lay Bay Stasiun Bekasi Ditutup Selamanya

Area Lay Bay Stasiun Bekasi Ditutup Selamanya

Megapolitan
Maling Motor Terjebak Macet Dihakimi Warga hingga Tewas

Maling Motor Terjebak Macet Dihakimi Warga hingga Tewas

Megapolitan
Diduga Cemburu, Suami Bacok Istri hingga Tewas di Pamulang

Diduga Cemburu, Suami Bacok Istri hingga Tewas di Pamulang

Megapolitan
Anies Ingin Seluruh Transportasi Ramah Perempuan

Anies Ingin Seluruh Transportasi Ramah Perempuan

Megapolitan
Damkar Jaktim Evakuasi 7 Sarang Tawon Vespa dalam Sehari

Damkar Jaktim Evakuasi 7 Sarang Tawon Vespa dalam Sehari

Megapolitan
Viral Video Keributan Ormas dengan Manajemen Perusahaan di MGK Kemayoran, Ini Kata Polisi

Viral Video Keributan Ormas dengan Manajemen Perusahaan di MGK Kemayoran, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Pemkot Akan Batas Jam Operasional Truk Kontainer di Jakarta Utara

Pemkot Akan Batas Jam Operasional Truk Kontainer di Jakarta Utara

Megapolitan
Unit Pajak Kendaraan Bermotor Minta Pengelola Parkir Bantu Tagih Tunggakan Pajak

Unit Pajak Kendaraan Bermotor Minta Pengelola Parkir Bantu Tagih Tunggakan Pajak

Megapolitan
Fakta Kematian Bayi 40 Hari karena Tersedak Potongan Kecil Pisang

Fakta Kematian Bayi 40 Hari karena Tersedak Potongan Kecil Pisang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X