Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Keruk Waduk hingga Bangun Sumur Resapan

Kompas.com - 14/11/2019, 17:24 WIB
Kepala BPBD Jakarta Subejo dan Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini Yusuf menjelaskan antisipasi banjir pada musim hujan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/11/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARIKepala BPBD Jakarta Subejo dan Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini Yusuf menjelaskan antisipasi banjir pada musim hujan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi banjir pada musim hujan 2019.

Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan yaitu mengeruk waduk-waduk di Jakarta sejak Juli lalu.

"Pengerukan waduk, sungai, situ, rawa-rawa, dan saluran-saluran untuk menambah kapasitas air," kata Juaini di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (14/11/2019).

Waduk yang dikeruk antara lain Waduk Pluit, Waduk Melati, Waduk Teluk Gong, Waduk BPP Poncol, dan Embung Cendrawasih.

Baca juga: DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir, Anies Bilang Fokus Keruk Waduk dan Sungai

Dinas Sumber Daya Air juga membangun waduk di 10 lokasi, yakni Waduk Cilangkap Giri Kencana, Waduk Cimanggis, Waduk Kampung Rambutan 1 dan 2, Waduk Pondok Ranggon, Waduk Pekayon, Situ Rawa Minyak, Embung Lapangan Merah, Embung Semper Barat Cilincing, dan Embung Cakung Timur.

Dinas Sumber Daya Air juga menyiagakan 133 unit pompa mobile dan 457 unit pompa stationer di 165 lokasi untuk memompa air di lokasi genangan dan banjir.

"Kami juga menyiapkan 7.800 petugas yang tersebar di dinas dan wilayah. Ada yang jaga pompa, membersihkan saluran. Ketika sudah mulai gelap (mendung), kami perintahkan petugas standby di lokasi rawan genangan," kata Juaini.

Dinas Sumber Daya Air juga membangun sumur resapan di 987 titik di lima wilayah kota Jakarta untuk menampung air hujan. Dinas Sumber Daya Air akan terus membangun sumur resapan tersebut.

"Target di Desember ada 1.000 sumur resapan, kami masih terus bangun di lokasi yang rawan genangan," ucap Juaini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta juga menyiapkan peta evakuasi untuk warga di 86 RW rawan banjir yang tersebar di 25 kelurahan. Peta itu nantinya akan dibagikan kepada warga dan perangkat wilayah, seperti kelurahan dan kecamatan.

Baca juga: Pemprov DKI Usulkan Rp 1 Triliun untuk Penanggulangan Banjir pada 2020

"(Sebanyak) 25 kelurahan sudah kami siapkan peta rawan banjirnya, termasuk rute yang akan mereka lalui menuju selter atau pengungsian, termasuk prediksi ketinggian banjir," ujar Kepala BPBD Jakarta Subejo pada kesempatan yang sama.

Peta itu akan memuat informasi soal tempat pengungsian, seperti bangunan sekolah, kantor kelurahan, hingga rumah ibadah.

BPBD Jakarta juga berkoordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lain untuk menyiapkan kebutuhan saat banjir.

"Kami siapkan buffer stock, tenda, kebutuhan-kebutuhan pengungsi, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan menyiapkan perahu karet, Dinas Sumber Daya Air menyiapkan pompa bergerak ke lokasi genangan agar air cepat surut," kata Subejo.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi: Jenazah Editor Metro TV Mulai Membusuk Saat Ditemukan

Polisi: Jenazah Editor Metro TV Mulai Membusuk Saat Ditemukan

Megapolitan
Usut Kasus Kematian Wartawan Metro TV, Polisi Periksa 12 Saksi

Usut Kasus Kematian Wartawan Metro TV, Polisi Periksa 12 Saksi

Megapolitan
Ada Luka Tusuk di Leher dan Paha Yudi Prabowo, Editor Metro TV yang Ditemukan Tewas

Ada Luka Tusuk di Leher dan Paha Yudi Prabowo, Editor Metro TV yang Ditemukan Tewas

Megapolitan
Lurah Grogol Selatan Dinilai Langgar Disiplin PNS karena Terbitkan E-KTP Djoko Tjandra

Lurah Grogol Selatan Dinilai Langgar Disiplin PNS karena Terbitkan E-KTP Djoko Tjandra

Megapolitan
Fakta Eksploitasi 305 Anak oleh WN Prancis, Bisa Bahasa Indonesia hingga Rehabilitasi Korban...

Fakta Eksploitasi 305 Anak oleh WN Prancis, Bisa Bahasa Indonesia hingga Rehabilitasi Korban...

Megapolitan
Fakta Tewasnya Editor Metro TV yang Ditemukan di Pinggir Tol Pesanggrahan

Fakta Tewasnya Editor Metro TV yang Ditemukan di Pinggir Tol Pesanggrahan

Megapolitan
Fakta Mobil Terjun ke Kalimalang, Sopir Diduga Mengantuk yang Berujung Tewasnya Ibu dan Anak

Fakta Mobil Terjun ke Kalimalang, Sopir Diduga Mengantuk yang Berujung Tewasnya Ibu dan Anak

Megapolitan
Saat Pandemi, Kelompok Tani Wanita Sunter Agung Panen Sawi 40 Kilogram

Saat Pandemi, Kelompok Tani Wanita Sunter Agung Panen Sawi 40 Kilogram

Megapolitan
Fakta Tiga Pilot Ditangkap Polisi karena Pakai Sabu, Ada yang Kerja untuk Maskapai Pemerintah

Fakta Tiga Pilot Ditangkap Polisi karena Pakai Sabu, Ada yang Kerja untuk Maskapai Pemerintah

Megapolitan
Pengelola Pabrik Diimbau Gelar Tes Massal untuk Cegah Penularan Covid-19

Pengelola Pabrik Diimbau Gelar Tes Massal untuk Cegah Penularan Covid-19

Megapolitan
Ini Alasan Reklamasi Ancol Belum Kuat Dasar Hukumnya

Ini Alasan Reklamasi Ancol Belum Kuat Dasar Hukumnya

Megapolitan
UPDATE 10 Juli: Tak Ada Penambahan Kasus, 8 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Sembuh

UPDATE 10 Juli: Tak Ada Penambahan Kasus, 8 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Sembuh

Megapolitan
993 ASN Kota Tangerang Disebar untuk Awasi Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19

993 ASN Kota Tangerang Disebar untuk Awasi Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19

Megapolitan
Polisi Sebut 3 Oknum Pilot yang Ditangkap Sudah Pakai Sabu Lebih dari 3 Tahun

Polisi Sebut 3 Oknum Pilot yang Ditangkap Sudah Pakai Sabu Lebih dari 3 Tahun

Megapolitan
Pemkab Bekasi Berencana Pantau Karyawan Perusahaan Selama 24 Jam lewat Aplikasi

Pemkab Bekasi Berencana Pantau Karyawan Perusahaan Selama 24 Jam lewat Aplikasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X