Kompas.com - 15/11/2019, 15:06 WIB
Kepala BBWSCC Bambang Hidayah kepada awak media di Kantor BBWSCC, Jakarta Timur, Jumat (15/11/2019), terkait permasalahan sungai dan banjir. KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIKepala BBWSCC Bambang Hidayah kepada awak media di Kantor BBWSCC, Jakarta Timur, Jumat (15/11/2019), terkait permasalahan sungai dan banjir.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah mengatakan, pembebasan lahan untuk kepentingan normalisasi Sungai Ciliwung menjadi syarat utama agar Jakarta bebas dari banjir.

Bambang mengatakan, proses normalisasi Sungai Ciliwung membutuhkan waktu yang lama agar terealisasi.

Jika lahan sudah dibebaskan, butuh waktu yang cukup bagi BBWSCC untuk mengkaji dan menakar panjang sungai yang akan dinormalisasi sesuai luas lahan yang tersedia.

Dari 2013 hingga 2017, sudah 16,38 kilometer atau 45 persen Sungai Ciliwung di DKI Jakarta yang telah dinormalisasi.

Masih ada sekitar 17 kilometer Sungai Ciliwung yang belum dinormalisasi karena terhambat pembebasan lahan.

"Jakarta masih belum bebas banjir, tergantung pembebasan lahan, tergantung lahan yang ada buat nantinya keperluan normalisasi sungai dan pembebasan lahan itu kuasanya Pemprov DKI," kata Bambang di Kantor BBWSCC, Jakarta Timur, Jumat (15/11/2019).

Baca juga: Normalisasi Sungai Ciliwung Terhambat Pembebasan Lahan

Adapun pada 2018 dan 2019, normalisasi Sungai Ciliwung terhenti juga karena masalah pembebasan lahan.

Namun, Bambang memastikan pada 2020 normalisasi sungai akan berlanjut yakni di wilayah Pejaten Timur.

"Misalnya 2019 pembebasan lahan gagal, maka otomatis kita juga tidak bisa adakan pengusulan di 2020, jadi normalisasi juga tidak bisa lanjut di 2021. Jadi tergantung pembebasan lahan. Tapi 2020 kita ada kegiatan normalisasi di Pejaten Timur sepanjang 1,5 kilometer, itu di lahan yang sudah dibebaskan sejak 2018," ujar Bambang.

Sementara itu, akibat baru 45 persen aliran Sungai Ciliwung wilayah DKI Jakarta yang telah dinormalisasi, memasuki musim hujan tahun 2019, sebanyak 28 kelurahan berpotensi terendam banjir.

Baca juga: APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

Sebelumnya, menurut data BBWSCC, ada sembilan aliran sungai yang dapat menyebabkan banjir di 129 kelurahan di wilayah DKI Jakarta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Tangerang Selatan Masih Kesulitan Peroleh Minyak Goreng Murah

Warga Tangerang Selatan Masih Kesulitan Peroleh Minyak Goreng Murah

Megapolitan
Belum Dapat Bantuan, Warga Tegal Alur Dirikan Dapur Umum dan Bagikan Makanan ke Warga

Belum Dapat Bantuan, Warga Tegal Alur Dirikan Dapur Umum dan Bagikan Makanan ke Warga

Megapolitan
Relawan Jokowi Mania Diperiksa Terkait Laporan Terhadap Ubedilah Badrun

Relawan Jokowi Mania Diperiksa Terkait Laporan Terhadap Ubedilah Badrun

Megapolitan
Antisipasi Banjir di Puncak Musim Hujan, Warga Bumi Nasio Kota Bekasi Siapkan Pompa

Antisipasi Banjir di Puncak Musim Hujan, Warga Bumi Nasio Kota Bekasi Siapkan Pompa

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Masyarakat Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Masyarakat Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Megapolitan
Polisi Sebut Kendaraan Berpelat Khusus RF Kerap Langgar Ganjil-Genap karena Merasa Kebal Hukum

Polisi Sebut Kendaraan Berpelat Khusus RF Kerap Langgar Ganjil-Genap karena Merasa Kebal Hukum

Megapolitan
Tahanan Narkoba Polres Jaksel Tewas, Keluarga Bakal Lapor ke Propam Polri

Tahanan Narkoba Polres Jaksel Tewas, Keluarga Bakal Lapor ke Propam Polri

Megapolitan
UPDATE 19 Januari: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.012

UPDATE 19 Januari: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.012

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 untuk Anak di Palmerah Dipercepat dengan 'Door to Door'

Vaksinasi Covid-19 untuk Anak di Palmerah Dipercepat dengan "Door to Door"

Megapolitan
2 Hari Terjebak Banjir, Sebagian Warga Tegal Alur Belum Dapat Bantuan

2 Hari Terjebak Banjir, Sebagian Warga Tegal Alur Belum Dapat Bantuan

Megapolitan
Sindir Anies 'Kerja Senyap' Saat Banjir, Fraksi PDI-P: Karena Memang Tidak Ada yang Dikerjakan

Sindir Anies "Kerja Senyap" Saat Banjir, Fraksi PDI-P: Karena Memang Tidak Ada yang Dikerjakan

Megapolitan
Kebakaran Melanda Toko Pakaian dan Sembako di Kebayoran Lama

Kebakaran Melanda Toko Pakaian dan Sembako di Kebayoran Lama

Megapolitan
Sudinsos Jakarta Barat Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Tegal Alur

Sudinsos Jakarta Barat Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Anies Keluarkan Kepgub Soal Perpanjangan PPKM Level 2 di Jakarta Hingga 24 Januari

Anies Keluarkan Kepgub Soal Perpanjangan PPKM Level 2 di Jakarta Hingga 24 Januari

Megapolitan
Keluarga Pasien di RS Polri Jadi Korban Pencurian, Tas Berisi Dua Ponsel Hilang

Keluarga Pasien di RS Polri Jadi Korban Pencurian, Tas Berisi Dua Ponsel Hilang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.