Komplotan Copet Spesialis Konser Tertangkap saat Beraksi di Mal Summarecon Bekasi

Kompas.com - 15/11/2019, 16:06 WIB
Polisi mengamankan 8 unit ponsel dari tangan komplotan copet spesialis konser di Mal Summarecon Bekasi. KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANPolisi mengamankan 8 unit ponsel dari tangan komplotan copet spesialis konser di Mal Summarecon Bekasi.

BEKASI, KOMPAS.com - Sembilan orang copet handphone tertangkap tangan oleh polisi saat sedang beraksi di gelaran konser Superfest di halaman Mal Summarecon Bekasi, Rabu (13/11/2019). Total delapan unit ponsel diamankan polisi.

"Tim Reskrim Polsek Bekasi Utara bergabung dengan para penonton, tiba-tiba melihat (aksi copet) dan menangkap para pelaku. Rata-rata umur mereka sudah di atas 17 tahun," ujar Kepala Subbagian Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari dalam konferensi pers, Jumat (15/11/2019).

Kepala Unit Reskrim Polsek Bekasi Utara Iptu Bahrudin mengungkapkan, ada 20 orang jajarannya mengenakan pakaian sipil berbaur dengan penonton konser. Saat itu, salah satu jajarannya mendapati copet sedang mengoper ponsel curian ke rekan di belakangnya.

Baca juga: Seorang Kakek Ditangkap Polisi karena Copet IRT Dalam Angkot

"Pas kami geledah, ada banyak HP di tas mereka," ungkap Bahrudin kepada Kompas.com, Jumat.

Sembilan orang pelaku itu diketahui melancarkan aksinya secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri dari 3-4 orang. Mereka semua berasal dari  Senen, Jakarta Pusat. Komplotan ini disebut sudah berulang kali melancarkan aksinya di pelbagai konser lain.

"Dia memang spesialis konser, sudah berulang kali. Konsernya bukan di sini saja, di luar daerah juga, Bandung, di mana-mana," ungkap Bahrudin.

Sembilan copet itu kini mendekam di rutan Polsek Bekasi Utara. Mereka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman hukuman maksimal 7 tahun kurungan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Megapolitan
5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

Megapolitan
Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Megapolitan
Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Megapolitan
Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Megapolitan
Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Megapolitan
Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Megapolitan
WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

Megapolitan
KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

Megapolitan
Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Megapolitan
Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Megapolitan
Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Megapolitan
Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies 'Bapak Integrasi'

Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies "Bapak Integrasi"

Megapolitan
Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Megapolitan
Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X