Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

Kompas.com - 17/11/2019, 15:45 WIB
Tetangga penyidik senior KPK Novel Baswedan, Yasri Yudha Yahya (tengah), melaporkan politikus PDI-P Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya, Minggu (17/11/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARITetangga penyidik senior KPK Novel Baswedan, Yasri Yudha Yahya (tengah), melaporkan politikus PDI-P Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya, Minggu (17/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — Tetangga penyidik senior KPK Novel Baswedan, Yasri Yudha Yahya, melaporkan politikus PDI-P Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya.

Dewi dituduh membuat pengaduan palsu karena melaporkan Novel yang dia anggap telah merekayasa peristiwa penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017.

"Saya merasa prihatin kenapa sih kok masih ada orang yang dengan teganya menyampaikan hal semacam itu terhadap Novel Baswedan bahwa peristiwa penyiraman itu sebuah rekayasa," ujar Yudha seusai melaporkan Dewi di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Minggu (17/11/2019).

Yudha adalah orang yang melaporkan peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel pada 2017.

Yudha menyatakan, ia melihat persis kondisi Novel setelah disiram air keras. Karena itu, Yudha tidak terima saat Dewi menyebut Novel merekayasa kasus itu.

Baca juga: Dilaporkan Dewi Tanjung ke Polisi, Novel Baswedan: Menurut Saya Lucu dan Aneh...

"Saya harus melaporkan ini karena pada saat itu, kejadiannya, saya orang pertama yang membawa korban atau Novel Baswedan, dan yang mengetahui persis bagaimana mukanya," kata Yudha.

Anggota tim advokasi Novel yang juga mendampingi Yudha, Muhammad Andi Rizaldi, menyatakan, Dewi telah membuat laporan palsu kepada polisi terkait peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel.

"Yang dilaporkan itu terkait pengaduan palsu, Pasal 220 KUHP," ucap Andi.

Laporan Yudha diterima polisi dengan nomor laporan LP/7408/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum.

Diberitakan sebelumnya, Dewi Tanjung melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya, Rabu (6/11/2019).

Baca juga: Sederet Fakta Laporan Dewi Tanjung soal Tuduhan Novel Baswedan Berbohong

Dewi melaporkan Novel karena Novel dianggap telah merekayasa peristiwa penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Ditemukan di 16 Sekolah, Wagub: DKI Masih Penuhi Syarat Gelar PTM

Kasus Covid-19 Ditemukan di 16 Sekolah, Wagub: DKI Masih Penuhi Syarat Gelar PTM

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Program Anies cuma Bagus di Kata-Kata

Ketua DPRD DKI: Program Anies cuma Bagus di Kata-Kata

Megapolitan
Wagub DKI Jakarta: Sampai Hari ini Belum Ada Kasus Omicron di Sekolah

Wagub DKI Jakarta: Sampai Hari ini Belum Ada Kasus Omicron di Sekolah

Megapolitan
Terjerat Kasus Narkoba, Ardhito Pramono Ajukan Permohonan Rehabilitasi

Terjerat Kasus Narkoba, Ardhito Pramono Ajukan Permohonan Rehabilitasi

Megapolitan
Pemprov DKI Enggan Setop PTM 100 Persen, KPAI: Keselamatan Anak Jangan Diukur Pakai Statistik

Pemprov DKI Enggan Setop PTM 100 Persen, KPAI: Keselamatan Anak Jangan Diukur Pakai Statistik

Megapolitan
Sindir Giring lewat Nidji, Gaya Komunikasi Politik Anies Dinilai Mirip Jokowi

Sindir Giring lewat Nidji, Gaya Komunikasi Politik Anies Dinilai Mirip Jokowi

Megapolitan
Kronologi Rentenir Tewas di Tangan Nasabah: Adu Mulut, Keluarkan Senjata Tajam, lalu Baku Hantam

Kronologi Rentenir Tewas di Tangan Nasabah: Adu Mulut, Keluarkan Senjata Tajam, lalu Baku Hantam

Megapolitan
Kampung Susun Bayam Dibangun Bukan untuk Warga Terdampak JIS, Ketua DPRD: Pembohongan Publik!

Kampung Susun Bayam Dibangun Bukan untuk Warga Terdampak JIS, Ketua DPRD: Pembohongan Publik!

Megapolitan
Puspom TNI Dalami Kasus Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara

Puspom TNI Dalami Kasus Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara

Megapolitan
Gerobaknya Dikelilingi Garis Polisi Pasca Pengeroyokan Anggota TNI AD, Santi Tak Bisa Berjualan

Gerobaknya Dikelilingi Garis Polisi Pasca Pengeroyokan Anggota TNI AD, Santi Tak Bisa Berjualan

Megapolitan
Mayat Pria Tertelungkup Ditemukan di Tumpukan Sampah di Kali Ciliwung Depok

Mayat Pria Tertelungkup Ditemukan di Tumpukan Sampah di Kali Ciliwung Depok

Megapolitan
5 Poin Gugatan Apindo ke Anies Baswedan soal Kenaikan UMP DKI

5 Poin Gugatan Apindo ke Anies Baswedan soal Kenaikan UMP DKI

Megapolitan
Jakarta Disebut Medan Perang Utama Hadapi Omicron, Begini Respons Wagub...

Jakarta Disebut Medan Perang Utama Hadapi Omicron, Begini Respons Wagub...

Megapolitan
Epidemiolog Prediksi Puncak Kasus Omicron di Jakarta Terjadi Februari 2022

Epidemiolog Prediksi Puncak Kasus Omicron di Jakarta Terjadi Februari 2022

Megapolitan
Saksi Sebut Munarman Punya Andil dalam Bom Gereja Jolo Filipina

Saksi Sebut Munarman Punya Andil dalam Bom Gereja Jolo Filipina

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.