Sejumlah Siswa Melompat dari Ketinggian Saat Kebakaran Landa SMK Yadika 6 Pondok Gede

Kompas.com - 19/11/2019, 06:04 WIB
Kebakaran melanda SMA Yadika 6 di Pondokgede, Bekasi, Senin (18/11/2019). Dok. IstimewaKebakaran melanda SMA Yadika 6 di Pondokgede, Bekasi, Senin (18/11/2019).

Alif mengatakan, saat itu masih ada beberapa temannya yang pilih mengumpulkan harta benda untuk turut dibawa turun. Api yang masih dirasa jauh, ditambah lalu lintas yang macet di luar kelas, membuat mereka merasa masih punya waktu.

Akan tetapi, api terus berkobar. Asap kian pekat dan menggumpal.

Baca juga: SMK Yadika 6 Terbakar, 14 Orang Lompat dari Gedung

Tiga puluh menit setelah peringatan kebakaran, Alif masih terperangkap di lantai 3. Kawannya yang lain merasa tak akan selamat.

“Teman kami ke atas lagi, mereka mengikat gorden untuk pegangan turun ke bawah dari jendela. Mereka merasa sudah terjebak dan itu jalan satu-satunya untuk selamat karena sudah banyak api. Mereka panik. Pikirnya, satu-satunya cara selamat ya langsung lompat,” ungkap Alif.

Alif masih di lantai 3, asap sudah hampir memenuhi lantai 2. Saat itu, langkahnya terhenti, bukan karena panjangnya barisan turun tetapi karena matanya tak dapat lagi terbuka sempurna. Dadanya juga sesak.

Dalam sekelebat pandang, ia menyaksikan beberapa temannya seolah menyerah untuk melanjutkan langkah. Mereka merasa tak sanggup menembus asap yang pekat.

“Ada yang enggak kuat, saya ajakin, paksain, akhirnya saya bertiga. Saya paksain ke bawah, saya kuat-kuatin soalnya sudah enggak bisa lihat apa-apa. Sama sekali gelap, saya meraba saja ingat-ingatin jalan. Saya bertiga pegangan sama teman saya itu,” tutur Alif.

“Yang ada di dalam pikiran hanya yang penting keluar. Tahan napas, tahan-tahan-tahan supaya bisa keluar,” tambah dia.

Di saat terseok-seok begitu, beberapa temannya balik berlari menuju ruangan kelas lagi. Mereka ingin melompat lewat jendela lantai 2 dan 3.

Di bawah di lapangan beberapa guru dan murid sudah menyiapkan tumpukan aneka benda sebagai tangga darurat. Ada tangga, ring basket, sampai gawang futsal.

Alif berhasil menghirup udara segar di lapangan sebelum api merambat ke lantai 2. Namun, beberapa kawannya tertinggal di belakang. Lolongan minta tolong bergaungan di lantai 4.

Loncat

Seorang guru bernama Dimas disebut berhasil selamat dari kungkungan asap ketika kebakaran melanda SMK Yadika 6. Menurut penuturan Alif dan Ilham, Dimas sudah ada di lapangan ketika keduanya tiba di sana.

Saat semua orang berlomba menerobos asap keluar sekolah, Dimas tiba-tiba melesat ke arah sebaliknya. Ia masuk lagi ke gedung sekolah.

Ilham menduga, Dimas hendak menyelamatkan muridnya yang terjebak di atas. Dimas lesap dalam gelap.

Beberapa menit tak tampak, para murid akhirnya kembali melihat Dimas. Bukan di lapangan, melainkan di kusen jendela lantai 4 yang tingginya lebih dari 15 meter.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: Tempat Pengungsian Korban Banjir Disiapkan Dua Kali Lipat demi Jaga Jarak

Wagub DKI: Tempat Pengungsian Korban Banjir Disiapkan Dua Kali Lipat demi Jaga Jarak

Megapolitan
Pemprov dan DPRD DKI Bahas Rancangan Perda soal Covid-19

Pemprov dan DPRD DKI Bahas Rancangan Perda soal Covid-19

Megapolitan
Gate 13 Stadion Patriot Kini Disulap Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

Gate 13 Stadion Patriot Kini Disulap Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

Megapolitan
Anies Terbitkan Ingub Pengendalian Banjir di Musim Pancaroba

Anies Terbitkan Ingub Pengendalian Banjir di Musim Pancaroba

Megapolitan
2.832 Meter Kubik Sampah Diangkut dari 2 Pintu Air di Jakarta, Kemarin

2.832 Meter Kubik Sampah Diangkut dari 2 Pintu Air di Jakarta, Kemarin

Megapolitan
[Update Covid-19 Depok 22 September]: 102 Kasus Baru, 3 Pasien Meninggal

[Update Covid-19 Depok 22 September]: 102 Kasus Baru, 3 Pasien Meninggal

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Hari Ini, Bogor Hujan

BMKG: Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Hari Ini, Bogor Hujan

Megapolitan
Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Megapolitan
Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Megapolitan
Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Megapolitan
57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Megapolitan
Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X