Pasar Jaya: PKL Senen Tak Perlu Khawatir Sepi Pembeli Setelah Direlokasi ke Pasar Kenari

Kompas.com - 19/11/2019, 12:09 WIB
Kondisi PKL Senen, Jakarta Pusat yang semrawut, Jumat (15/11/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAKondisi PKL Senen, Jakarta Pusat yang semrawut, Jumat (15/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirut PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin, meminta pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Senen, Jakarta Pusat, tidak khawatir pembeli sepi setelah mereka direlokasi ke Pasar Kenari, Kramat, Jakarta Pusat.

Ia memastikanm Pasar Kenari akan ramai pengunjung karena akan menjadi one stop shopping.

“Akan lebih baik di Pasar Kenari, apalagi di lantai 3 ada Jakbook yang cukup ramai pengunjung,” kata Arief, Selasa (19/11/2019).

Baca juga: Merelokasi PKL Senen, Pemkot Jakpus Siapkan 108 Kios di Pasar Kenari

Selain itu, biskop di Pasar Kenari yang sebentar lagi rampung dibangun akan menambah pengunjung ke Pasar Kenari.

“Ini lagi proses perizinan,” kata Arief.

PD Pasar Jaya, yang merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) Pemprov DKI, menyiapkan kios untuk menampung PKL yang hendak akan direlokasi di Pasar Kenari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Kota Jakarta Pusat sebelumnya meminta 108 kios untuk menampung 158 PKL Senen yang akan di relokasi ke Pasar Kenari.

"Kios disesuaikan dengan kebutuhan yang diminta Pak Wali Kota agar semua pedagang bisa ditampung. Namun jika dirasa masih kurang dan sudah penuh di Kenari kami masih memiliki pasar lainnya untuk dapat menampung pedagang," ucap Arief.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi sebelumnya mengatakan, pedagang kaki lima yang berada di bahu Jalan Raya Senen, Jakarta Pusat, akan direlokasi ke Pasar Kenari.

Para PKL akan direlokasi mulai awal Desember 2019.

Ia mengatakan, pihaknya telah menyosialisasikan adanya relokasi itu ke 158 pedagang yang dagang di kawasan bahu jalan Senen.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng', Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Motor "Adu Banteng", Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Megapolitan
Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Megapolitan
Polisi: Pria yang Coba Kabur dari Polda Metro Jaya Belum Berstatus Tersangka

Polisi: Pria yang Coba Kabur dari Polda Metro Jaya Belum Berstatus Tersangka

Megapolitan
Ganjil Genap Tempat Wisata, Pengendara Boleh Turunkan Pengunjung di Akses Menuju Pintu Masuk

Ganjil Genap Tempat Wisata, Pengendara Boleh Turunkan Pengunjung di Akses Menuju Pintu Masuk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.