Angkat Endapan Lumpur, Situ Parigi Dikeruk

Kompas.com - 19/11/2019, 13:44 WIB
Situ Parigi, Kecamatan Pondok Aren yang mengalami sedimentasinya lumpur yang tinggi dilakukan normalisasi dengan cara pengerukan. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiSitu Parigi, Kecamatan Pondok Aren yang mengalami sedimentasinya lumpur yang tinggi dilakukan normalisasi dengan cara pengerukan.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Situ Parigi, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan dikeruk. Pasalnya, endapan lumpur di situ tersebut sudah relatif tinggi.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah mengatakan, upaya pengerukan dilakukan menjelang musim penghujan.

"BBWSC bekerja sama dengan Kodam Jaya untuk mengeruk Situ Parigi. Ini kegiatan pengerukan jelang musim hujan. Setiap saat terjadi sedimentasi dari alam begitu erosi dari hulu dibawa ke hilir, sehingga terjadi sedimentasi," ujar Bambang di lokasi, Selasa (19/11/2019).

Menurut Bambang, pemeliharaan dengan cara pengerukan situ juga telah dilakukan di beberapa wilayah lain seperti Jakarta, Depok, Bekasi dan Tangerang.


Sedikitnya ada 11 situ dan sungai yang telah dinormalisasi BBWSCC bekerja sama dengan Kodam Jaya.

Lima situ tersebut, yakni Situ Leungsir Kabupaten Bekasi, Situ Rawa Rumbu Kota Bekasi, Situ Sodamukti Kota Depok, Situ Pasir Gadung Kabupaten Tangerang dan Situ Parigi Tangerang Selatan.

"Sedangkan untuk sungai Bekasi, sungai Cikeas, Pesanggrahan, Cileungsi, Ciliwung, Mokevart dan Blencong," katanya. 

Sementara itu, Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono mengatakan, perlu ada pendekatan kepada masyarakat untuk menertibkan bangunan liar di sekitar situ dan sungai.

Relokasi perlu dilakukan agar normalisasi saluran air bisa dilakukan.

"Kenapa melibatkan TNI karena memang di beberapa tempat di wilayah situ sedimentasinya tinggi dan banyak rumah liar. Sehingga mau tidak mau kita harus melakukan pendekatan kepada mereka untuk bisa kita relokasi karena kita ingin kembali menormalisasi situ tersebut," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jika Revitalisasi TIM Dimoratorium, Jakpro Khawatir Lukisan Mahal Seniman Terbengkalai

Jika Revitalisasi TIM Dimoratorium, Jakpro Khawatir Lukisan Mahal Seniman Terbengkalai

Megapolitan
Formula E 2020 Jakarta: Lapangan Monas Diaspal untuk Trek Balap, Nanti Dikupas Lagi

Formula E 2020 Jakarta: Lapangan Monas Diaspal untuk Trek Balap, Nanti Dikupas Lagi

Megapolitan
Hasil Autopsi Jenazah Anak Karen Idol Akan Keluar 2 Minggu Lagi

Hasil Autopsi Jenazah Anak Karen Idol Akan Keluar 2 Minggu Lagi

Megapolitan
Gelontorkan Rp 1 Triliun Lebih, Jakarta Bakal Jadi Tuan Rumah Formula E hingga 2024

Gelontorkan Rp 1 Triliun Lebih, Jakarta Bakal Jadi Tuan Rumah Formula E hingga 2024

Megapolitan
Jubir: Formula E Ingin Tingkatkan Kepedulian Masyarakat pada Lingkungan

Jubir: Formula E Ingin Tingkatkan Kepedulian Masyarakat pada Lingkungan

Megapolitan
Tiga Penumpang KRL Jadi Korban Pelemparan Batu

Tiga Penumpang KRL Jadi Korban Pelemparan Batu

Megapolitan
Polisi Musnahkan Narkoba Senilai Rp 1 Triliun

Polisi Musnahkan Narkoba Senilai Rp 1 Triliun

Megapolitan
Rahasiakan Rekomendasi Formula E di Monas, Kadisbud DKI Dicecar DPRD

Rahasiakan Rekomendasi Formula E di Monas, Kadisbud DKI Dicecar DPRD

Megapolitan
Wakil Wali Kota Bekasi Lebih Sreg Tiap Sekolah Pasang CCTV daripada Guru Menginap Antisipasi Maling

Wakil Wali Kota Bekasi Lebih Sreg Tiap Sekolah Pasang CCTV daripada Guru Menginap Antisipasi Maling

Megapolitan
Mobil Rubicon Sitaan dari Koruptor Terjual Rp 682 Juta Saat Lelang

Mobil Rubicon Sitaan dari Koruptor Terjual Rp 682 Juta Saat Lelang

Megapolitan
Begini Cara Membuat Kartu Kuning Pencari Kerja

Begini Cara Membuat Kartu Kuning Pencari Kerja

Megapolitan
Lucinta Luna Konsumsi Narkoba karena Depresi, Polisi: Alasan Klasik

Lucinta Luna Konsumsi Narkoba karena Depresi, Polisi: Alasan Klasik

Megapolitan
35 Karyawan di Bekasi Diduga Keracunan Makanan Usai Makan Nasi Katering

35 Karyawan di Bekasi Diduga Keracunan Makanan Usai Makan Nasi Katering

Megapolitan
Benyamin Sesalkan Aksi Protes yang Libatkan Pelajar Terhadap Pembangunan Rusunami di Ciputat

Benyamin Sesalkan Aksi Protes yang Libatkan Pelajar Terhadap Pembangunan Rusunami di Ciputat

Megapolitan
Kena Protes Sekolah, Pihak Rusunami di Ciputat Akan Minimalisasi Debu dari Proyek

Kena Protes Sekolah, Pihak Rusunami di Ciputat Akan Minimalisasi Debu dari Proyek

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X