Puslabfor Polri Periksa Gedung SMK Yadika 6 yang Terbakar

Kompas.com - 20/11/2019, 15:18 WIB
Anggota tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri memeriksa SMK Yadika 6 yang dilanda kebakaran pada Senin lalu, Rabu (20/11/2019). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANAnggota tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri memeriksa SMK Yadika 6 yang dilanda kebakaran pada Senin lalu, Rabu (20/11/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di SMK Yadika 6, Pondok Gede, Bekasi pada Rabu (20/11/2019).

Sebelumnya, SMK Yadika 6 dilanda kebakaran yang menghanguskan 3 lantai gedung sekolah tersebut pada Senin (18/11/2019).

Olah TKP berlangsung sekitar 2 jam. Tim Puslabfor yang terdiri dari 4 personel menyisir setiap lokasi yang sudah luluh-lantak dilalap api untuk keperluan identifikasi.

Dari hasil olah TKP, tim Puslabfor membawa beberapa barang bukti.

"Kita bawa barang bukti untuk kita periksa ke laboratorium," ujar Ketua Tim Puslabfor di SMK Yadika 6, Kompol Karyawijayadi kepada wartawan, Rabu siang.

Baca juga: 7 Fakta Seputar Kebakaran di SMK Yadika 6 Pondok Gede, Bekasi

Karyawijayadi tak bisa memastikan kapan hasil pemeriksaan laboratorium itu terbit. Ia hanya mengatakan "secepatnya".

"Barang buktinya standar untuk pemeriksaan kebakaran. Ada abu, arang, ada instalasi yang diduga (menyebabkan kebakaran). Pokoknya semua yang ada kaitannya dengan TKP," ujar Karyawijayadi.

Hingga saat ini, korsleting listrik diduga jadi penyebab timbulnya api di laboratorium komputer lantai dasar SMK Yadika 6 pada Senin lalu.

Baca juga: Daftar Korban Kebakaran SMK Yadika 6 Pondok Gede yang Dirawat di Rumah Sakit

Api dengan cepat merembet lantaran gedung sekolah tidak dilengkapi alat proteksi kebakaran.

Api baru bisa dipadamkan selang 6 jam sejak kemunculan api, oleh 100-an pemadam kebakaran gabungan dari Kota Bekasi dan Jakarta Timur.

Hanya tersisa lantai 4 yang selamat dari kobaran api yang mengganas sejak sore hingga malam.

Selain itu, 14 korban dilarikan ke rumah sakit akibat sesak napas, luka bakar, dan beberapa melompat dari lantai 4 karena terjebak kebakaran.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Megapolitan
Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Megapolitan
2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

Megapolitan
Cerita LHI Mengalami Kekerasan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

Cerita LHI Mengalami Kekerasan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Fakta Tewasnya Briptu Andry, Ditabrak Anggota TNI yang Mengantuk Saat Berkendara

Fakta Tewasnya Briptu Andry, Ditabrak Anggota TNI yang Mengantuk Saat Berkendara

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Sebab Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon Terkuak | Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta

[POPULER JABODETABEK] Sebab Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon Terkuak | Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta

Megapolitan
Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Megapolitan
Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Megapolitan
Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X