Kompas.com - 20/11/2019, 19:10 WIB
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto memberikan keterangan kepada wartawan di mapolres, Rabu (20/11/2019). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANKapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto memberikan keterangan kepada wartawan di mapolres, Rabu (20/11/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Polres Metro Bekasi Kota menetapkan satu orang sebagai tersangka menyusul ricuh ormas Pemuda Pancasila (PP) dan Forum Betawi Rempug (FBR) beberapa hari lalu.

"Yang kita tangkap dan ditahan satu orang," kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto kepada wartawan, Rabu (20/11/2019).

Namun, Indarto enggan menyebutkan identitas tersangka tersebut.

"Sebenarnya yang kita amankan beberapa orang, tapi yang cukup alat buktinya satu orang. Tapi, ini sedang dicari lagi, ini sedang berlangsung terus," ujar Indarto.

"Kita tidak melihat dari (kelompok ormas) mana-mana, tapi orang yang bersalah pasti akan kita tindak," tambahnya.

Baca juga: Kronologi Bentrok FBR dan PP di Bekasi, Dua Anggota Awalnya Justru Sedang Joget Bareng

Sebelumnya, kedua ormas itu bentrok pada Sabtu (16/11/2019) dini hari hingga malam hari.

Bentrokan bermula ketika anggota masing-masing ormas tengah joget bareng di sebuah kafe hiburan malam sekitar pukul 01.00 WIB.

Dua orang dari dua ormas itu kemudian terlibat baku pukul. Setelah berpisah beberapa saat, anggota ormas PP bernama Deni, menurut polisi, dikeroyok dan mengalami luka di pinggang.

Sabtu malam, massa PP merusak sejumlah pos FBR di Bekasi yang sontak memicu amarah FBR.

Satu anggota lain ormas PP dikeroyok hingga mengalami luka parah di bagian pelipis kanan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Hilang Kendali, Pengemudi Mobil BMW Tabrak Pemotor di Sudirman

Diduga Hilang Kendali, Pengemudi Mobil BMW Tabrak Pemotor di Sudirman

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Usul SPBU Ditutup untuk Cegah Pemudik Nekat

Ketua DPRD DKI Usul SPBU Ditutup untuk Cegah Pemudik Nekat

Megapolitan
Polisi Tetapkan 7 Muncikari Prostisusi Online Anak di Tebet sebagai Tersangka

Polisi Tetapkan 7 Muncikari Prostisusi Online Anak di Tebet sebagai Tersangka

Megapolitan
KTT ASEAN di Jakarta, Kapolda Metro: 4.382 Personel Polri Amankan 51 Titik

KTT ASEAN di Jakarta, Kapolda Metro: 4.382 Personel Polri Amankan 51 Titik

Megapolitan
Aki Truk Sampah Digondol Maling, Sudin Lingkungan Hidup Jakbar Lapor Polisi

Aki Truk Sampah Digondol Maling, Sudin Lingkungan Hidup Jakbar Lapor Polisi

Megapolitan
Cerita Novrina Nikmati Manisnya Bisnis Kurma di Masa Pandemi Covid-19

Cerita Novrina Nikmati Manisnya Bisnis Kurma di Masa Pandemi Covid-19

Megapolitan
600 Anggota TNI Disiagakan untuk Amankan Kunjungan PM Vietnam ke Istana Bogor

600 Anggota TNI Disiagakan untuk Amankan Kunjungan PM Vietnam ke Istana Bogor

Megapolitan
Polisi Tak Pakai UU Darurat untuk Jerat Perampok di Ciputat

Polisi Tak Pakai UU Darurat untuk Jerat Perampok di Ciputat

Megapolitan
Ditangkap dalam Penggerebekan Prostitusi Online di Tebet, Empat Anak Dikembalikan ke Orangtua

Ditangkap dalam Penggerebekan Prostitusi Online di Tebet, Empat Anak Dikembalikan ke Orangtua

Megapolitan
Komplotan Perampok di Ciputat Beli Airsoft Gun di Toko Online

Komplotan Perampok di Ciputat Beli Airsoft Gun di Toko Online

Megapolitan
Sambut Libur Lebaran, Ancol Siap Buka Wahana Atlantis

Sambut Libur Lebaran, Ancol Siap Buka Wahana Atlantis

Megapolitan
KPK Duga Ada Kecurangan Kontrak PAM Jaya-Aetra, Ini Respons Pemprov DKI Jakarta

KPK Duga Ada Kecurangan Kontrak PAM Jaya-Aetra, Ini Respons Pemprov DKI Jakarta

Megapolitan
Imigrasi Jelaskan Alasan Kedatangan 117 WN India ke Indonesia

Imigrasi Jelaskan Alasan Kedatangan 117 WN India ke Indonesia

Megapolitan
Jumlah Wisatawan Dibatasi 50 Persen, Pengunjung Ancol Diminta Pesan Tiket Online

Jumlah Wisatawan Dibatasi 50 Persen, Pengunjung Ancol Diminta Pesan Tiket Online

Megapolitan
Prokes di Dufan, Pengunjung Wajib Pakai Masker dan Duduk Sendiri di Wahana

Prokes di Dufan, Pengunjung Wajib Pakai Masker dan Duduk Sendiri di Wahana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X