PAD Bekasi Minus Rp 1 Triliun, Pemkot akan Optimalkan Reklame dan PBB

Kompas.com - 20/11/2019, 19:50 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (5/11/2019). KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANWali Kota Bekasi Rahmat Effendi dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (5/11/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengklaim jajarannya mengetahui soal pendapatan asli daerah (PAD) 2019 yang masih minus Rp 1 triliun.

Ia pun menyatakan siap menggenjot potensi PAD di penghujung tahun ini.

"Iya. Itu urusan eksekutif," kata pria yang akrab disapa Pepen itu singkat kepada wartawan di Mapolres Metro Bekasi Kota, Rabu (20/11/2019).

Pepen mengaku telah memberikan arahan kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi untuk melakukan optimalisasi.

Bapenda disebut telah membahas strategi pamungkas untuk memaksimalkan potensi PAD di sisa 40 hari ke depan.

"Mereka sudah rapat. Saya belum dapat laporan. Arahan dari saya optimalisasi saja. Karena, kalau anggarannya terganggu, belanjanya juga terganggu," jelas Pepen.

"Maka optimalisasi harus didorong terus. Masih ada 40 hari lagi," lanjut dia.

Politikus Golkar itu berujar, sektor paling memungkinkan untuk dimaksimalkan di sisa 40 hari ke depan ialah sektor reklame dan pajak bumi dan bangunan (PBB) serta pajak restoran.

Pajak parkir disebut tidak begitu signifikan mendongkrak pemasukan di sisa tahun anggaran.

"PBB saya tadi suruh Bapenda evaluasi lagi," kata Pepen.

Baca juga: Tahun 2019 Sisa 40 Hari, PAD Kota Bekasi Masih Minus Rp 1 Triliun

Sebelumnya diberitakan, Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafidz menyampaikan bahwa target PAD 2019 Kota Bekasi mencapai Rp 3,3 triliun.

Namun, hingga saat ini baru tercapai 71 persen atau setara Rp 2,26 triliun.

Muin belum dapat memastikan dari mana kebocoran PAD ini, entah pemasukan yang lesu atau pengeluaran yang terlalu jor-joran.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penusuk Pria hingga Tewas di Warnet Duren Sawit Ditangkap

Penusuk Pria hingga Tewas di Warnet Duren Sawit Ditangkap

Megapolitan
UPDATE 15 Agustus Depok: 47 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE 15 Agustus Depok: 47 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Cegah Kembali Kasus Covid-19, Mal AEON BSD Antar Jemput Karyawan hingga Rapid Test Berkala

Cegah Kembali Kasus Covid-19, Mal AEON BSD Antar Jemput Karyawan hingga Rapid Test Berkala

Megapolitan
UPDATE 15 Agustus: Bertambah 598 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 15 Agustus: Bertambah 598 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Pedagang Kelontong di Bekasi Tewas oleh Perampok, Seorang Bocah Sempat Lihat Pelaku

Pedagang Kelontong di Bekasi Tewas oleh Perampok, Seorang Bocah Sempat Lihat Pelaku

Megapolitan
Buat Gaduh di Pesawat Garuda, Mumtaz Diingatkan Hanum Rais

Buat Gaduh di Pesawat Garuda, Mumtaz Diingatkan Hanum Rais

Megapolitan
Pedagang Kelontong di Bekasi Dibunuh, Uang dan Rokok Dirampas Pelaku

Pedagang Kelontong di Bekasi Dibunuh, Uang dan Rokok Dirampas Pelaku

Megapolitan
Airin Minta ASN di Tangsel Ikut Lomba Tiktok Meriahkan HUT ke-75 RI

Airin Minta ASN di Tangsel Ikut Lomba Tiktok Meriahkan HUT ke-75 RI

Megapolitan
Pegawai Giant Positif Covid-19, Jumlah Pengunjung Margo City Depok Menurun

Pegawai Giant Positif Covid-19, Jumlah Pengunjung Margo City Depok Menurun

Megapolitan
Jasad Pria Ditemukan di Kamar Mandi Rumah di Bekasi, Ada Luka di Leher dan Perut

Jasad Pria Ditemukan di Kamar Mandi Rumah di Bekasi, Ada Luka di Leher dan Perut

Megapolitan
Libur Panjang, 167.414 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Jumat Kemarin

Libur Panjang, 167.414 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Jumat Kemarin

Megapolitan
Polisi: Ada Saksi yang Sempat Bicara dengan Penembak Pengusaha di Kelapa Gading

Polisi: Ada Saksi yang Sempat Bicara dengan Penembak Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Megapolitan
Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Megapolitan
Ini Sketsa Wajah 2 Pelaku Penembakan Pengusaha di Kelapa Gading

Ini Sketsa Wajah 2 Pelaku Penembakan Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X