Anggaran Defisit Rp 10 T, Sekda DKI: Itu Dinamika dalam Pembahasan

Kompas.com - 21/11/2019, 15:42 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (8/11/2019). KOMPAS.COM/NURSITA SARISekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (8/11/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekertaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan defisit dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 adalah dinamika yang biasa terjadi.

Adapun, dalam pembahasan ini, rancangan anggaran 2020 DKI Jakarta defisit sebesar Rp 10 triliun.

"Saya rasa itu dinamika pembahasan, itu biasa. Naik turun, prioritas tidak prioritas, itu hal biasa," ujar Saefullah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Kamis (21/11/2019).

Menurut dia, salah satu faktor terjadi defisit pada saat pembahasan anggaran karena banyaknya program yang dianggarkan.

Banyaknya program kegiatan yang dianggarkan itu ternyata tak sesuai kemampuan keuangan daerah.

Baca juga: Sekda DKI: Kami Gamang, Galau Kuadrat, KUA-PPAS 2020 Belum Disepakati Sampai Sekarang

"Angka hasil pembahasan dari komisi tadi sudah disampaikan kemudian hitungan kami di eksekutif akan kemampuan keuangan, pada akhirnya jatuhnya kemampuan keuangan program boleh banyak angan-angan, banyak rencana tapi pada akhirnya adalah kata kuncinya kemampuan," ucap Saefullah.

Adapun Pemprov DKI mengajukan rencana anggaran APBD pada Juli 2019 senilai Rp 95,9 triliun.

Lalu, pada Oktober, Pemprov menyampaikan ada penurunan rencana anggaran menjadi Rp 89,4 triliun.

Setelah dihitung lagi, rancangan anggaran APBD itu hasil pembahasan komisi masih mencapai Rp 97 triliun.

Baca juga: Hasil Pembahasan di DPRD, Rancangan Anggaran DKI 2020 Defisit Rp 10 Triliun

Padahal pendapatan DKI Jakarta berada di nilai Rp 87 triliun. Sehingga masih defisit sebanyak Rp 10 triliun.

Oleh karena itu, Saefullah berjanji, pihaknya akan menghapus dan mengurangi rencana kegiatan yang tidak menjadi prioritas.

"Di badan anggaran ini bagaimana mengurangi yang Rp 10 triliun itu, mana yang harus dihapus, mana yang dikurangi, mana yang merupakan prioritas mana sional, mana yang merupakan prioritas daerah, mana yang merupakan program wajib," tuturnya.

Sebelumnya, rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2020 defisit Rp 10 triliun setelah dibahas di lima komisi DPRD DKI.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalan Cakung-Cilincing Terendam Banjir, Lalu Lintas Dialihkan Lewat Jalan Tol

Jalan Cakung-Cilincing Terendam Banjir, Lalu Lintas Dialihkan Lewat Jalan Tol

Megapolitan
Jika Ibu Kota Pindah, Dewan Riset Usulkan Jakarta jadi Kota Bisnis dan Riset Internasional

Jika Ibu Kota Pindah, Dewan Riset Usulkan Jakarta jadi Kota Bisnis dan Riset Internasional

Megapolitan
KPU Kota Depok Kebanjiran Calon PPK Jelang Pilkada 2020

KPU Kota Depok Kebanjiran Calon PPK Jelang Pilkada 2020

Megapolitan
7 Begal Remaja di Depok Anggota Geng Motor, Mengaku Akan Balas Dendam Tawuran

7 Begal Remaja di Depok Anggota Geng Motor, Mengaku Akan Balas Dendam Tawuran

Megapolitan
Banjir Kembali Landa Jakarta, Anies Kerahkan Tim Gabungan

Banjir Kembali Landa Jakarta, Anies Kerahkan Tim Gabungan

Megapolitan
Siswa SMP dan SMK Jadi Tersangka Pembegalan di Depok

Siswa SMP dan SMK Jadi Tersangka Pembegalan di Depok

Megapolitan
Sejumlah Arus Lalin Dialihkan akibat Banjir Periuk Kota Tangerang

Sejumlah Arus Lalin Dialihkan akibat Banjir Periuk Kota Tangerang

Megapolitan
Wanita yang Tewas Tertabrak KRL Dekat Stasiun Cawang Teridentifikasi

Wanita yang Tewas Tertabrak KRL Dekat Stasiun Cawang Teridentifikasi

Megapolitan
Batan hingga Gegana Periksa Rumah di Batan Indah, Garis Peringatan Dipasang

Batan hingga Gegana Periksa Rumah di Batan Indah, Garis Peringatan Dipasang

Megapolitan
[VIDEO] Hari Kedua Jalan Cakung-Cilincing Terendam Banjir

[VIDEO] Hari Kedua Jalan Cakung-Cilincing Terendam Banjir

Megapolitan
Diguyur Hujan Sejak Pagi, Sejumlah Titik di Bogor Alami Tanah Longsor

Diguyur Hujan Sejak Pagi, Sejumlah Titik di Bogor Alami Tanah Longsor

Megapolitan
Jalan Cakung Cilincing Raya Masih Tenggelam, Hanya Truk yang Bisa Melintas

Jalan Cakung Cilincing Raya Masih Tenggelam, Hanya Truk yang Bisa Melintas

Megapolitan
Laptop, Komputer hingga Buku di Perpustakaan SMAN 10 Bekasi Rusak akibat Banjir

Laptop, Komputer hingga Buku di Perpustakaan SMAN 10 Bekasi Rusak akibat Banjir

Megapolitan
Ribuan Warga Terdampak Banjir di Periuk Tangerang

Ribuan Warga Terdampak Banjir di Periuk Tangerang

Megapolitan
7 Alat Medis di RSCM Terendam Banjir, Salah Satunya Alat Canggih Tomoterapi

7 Alat Medis di RSCM Terendam Banjir, Salah Satunya Alat Canggih Tomoterapi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X