2 Satpol PP yang Bobol ATM Bank Swasta Belum Dipecat dan Masih Digaji

Kompas.com - 22/11/2019, 10:35 WIB
Ilustrasi ATM milik bank-bank nasional KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi ATM milik bank-bank nasional

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta Chaidir mengatakan, dua dari 12 anggota Satpol PP DKI Jakarta yang terlibat kasus pembobolan ATM bank swasta belum dipecat. Kedua anggota Satpol PP itu masih berstatus pegawai negeri sipil.

"Yang 10 Satpol PP yang PTT (pegawai tidak tetap) sudah dipecat, yang dua karena PNS masih butuh proses (pemecatan)," ujar Chaidir, Jumat (22/11/2019).

Kedua Satpol PP yang diduga ikut terlibat itu baru diberhentikan sementara dari jabatannya. Nasib mereka ditentukan setelah adanya hasil pemeriksaan polisi.

Ia mengatakan, keduanya sampai saat ini masih mendapatkan hak gajinya selama status hukumnya belum inkrah di pengadilan.

Baca juga: Diduga Bobol ATM, 10 Oknum Satpol PP Resmi Dipecat

"Jika PNS belum inkrah, masih menerima gaji pokok 60 persen," kata Chaidir.

Sebanyak 12 anggota Satpol PP DKI Jakarta diduga telah membobol ATM salah satu bank swasta yang punya jaringan kerja sama dengan Bank DKI.

Para oknum itu disebutkan awalnya mengambil uang di ATM Bersama, tetapi saldonya tak berkurang. Mereka pun berulang kali mengambil uang tersebut dari periode Mei hingga Agustus 2019.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus itu.

“Kalau semua tindak pidana, tentu harus diproses hukum dan dituntaskan secara hukum,” ujar Anies di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa lalu.

Anies juga menyerahkan seluruh pengusutan kasus pembobolan ATM itu ke pihak kepolisian.

“Kami tahu itu adalah pelanggaran pidana. Kalau pidana itu ada proses hukumnya sendiri,” ucap Anies.

Anies juga meminta adanya sanksi administrasi pembebastugasan oknum Satpol PP yang terlibat.

“Itu biar Kasatpol yang urus. Bukan hanya diungkap, tapi diproses hukum dengan tuntas dan secara administrasi semua yang terlibat dibebastugaskan dan proses hukumnya biar jalan,” kata Anies.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Megapolitan
Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Megapolitan
Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Megapolitan
Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Megapolitan
Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Megapolitan
Cara Daftar Kartu Lansia Jakarta 2021

Cara Daftar Kartu Lansia Jakarta 2021

Megapolitan
Wagub DKI Ingatkan Ada Sanksi ASN yang Nekat Mudik Lebaran

Wagub DKI Ingatkan Ada Sanksi ASN yang Nekat Mudik Lebaran

Megapolitan
Sopir Fortuner Pelaku Tabrak Lari di Bintaro Menyerahkan Diri ke Polisi

Sopir Fortuner Pelaku Tabrak Lari di Bintaro Menyerahkan Diri ke Polisi

Megapolitan
Keputusan Anies soal Kerja Sama Pengelolaan Air dengan Aetra Dipertanyakan

Keputusan Anies soal Kerja Sama Pengelolaan Air dengan Aetra Dipertanyakan

Megapolitan
Mohammed bin Zayed, Pemimpin Arab Paling Berpengaruh yang Namanya Dipakai untuk Tol Layang Japek

Mohammed bin Zayed, Pemimpin Arab Paling Berpengaruh yang Namanya Dipakai untuk Tol Layang Japek

Megapolitan
Buka Puasa Bersama di Tengah Pandemi Covid-19, Warga: Gue Pilih secara Online

Buka Puasa Bersama di Tengah Pandemi Covid-19, Warga: Gue Pilih secara Online

Megapolitan
Mudik Dilarang, AP II Tata Personel, Operasional Bandara, dan Sistem Penerbangan

Mudik Dilarang, AP II Tata Personel, Operasional Bandara, dan Sistem Penerbangan

Megapolitan
Langgar Aturan PPKM, 2 Kafe di Jakpus dan Jakut Dilarang Buka 3x24 Jam

Langgar Aturan PPKM, 2 Kafe di Jakpus dan Jakut Dilarang Buka 3x24 Jam

Megapolitan
Besok Tol Layang Jakarta-Cikampek Ganti Nama, Ini Ruas Jalan yang Ditutup

Besok Tol Layang Jakarta-Cikampek Ganti Nama, Ini Ruas Jalan yang Ditutup

Megapolitan
UPDATE 10 April: Tambah 22 Kasus di Kota Tangerang, 236 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 10 April: Tambah 22 Kasus di Kota Tangerang, 236 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X