Pemkot Bekasi Lamban Bangun Sektor Pondok Gede, Pemadam Kebakaran Berharap pada Swasta

Kompas.com - 23/11/2019, 15:11 WIB
Tenaga pengajar SMK Yayasan Abdi Karya (YADIKA) 6 mengecek kondisi bangunan pasca terbakar senin lalu, Pondok Gede, Jaticempaka, Bekasi, Rabu (20/11/2019). Atas kejadian tersebut untuk sementara waktu kegiatan sekolah diliburkan. KOMPAS.com/M ZAENUDDINTenaga pengajar SMK Yayasan Abdi Karya (YADIKA) 6 mengecek kondisi bangunan pasca terbakar senin lalu, Pondok Gede, Jaticempaka, Bekasi, Rabu (20/11/2019). Atas kejadian tersebut untuk sementara waktu kegiatan sekolah diliburkan.

BEKASI, KOMPAS.com - Pembangunan markas pemadam kebakaran sektor Pondok Gede, Bekasi semakin mendesak.

Luasnya wilayah Pondok Gede, ditambah kepadatan penduduk dan lalu lintas yang cukup parah jadi penyebabnya.

Pemadam kebakaran kerap terlambat mencapai lokasi, menyebabkan besarnya kerugian akibat kebakaran.

Namun, belum tampak titik terang Pemerintah Kota Bekasi bakal membangun markas damkar di Pondok Gede tahun ini.

Baca juga: Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Butuh Damkar Sektor Pondok Gede

Wali Kota maupun Kepala Dinas Permukiman dan Pertanahan Bekasi hanya mengatakan bahwa pihaknya siap dan akan mengusulkan pembangunan itu tanpa merinci kapan targetnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Aceng Sholahuddin mengaku hanya dapat menunggu.

"Kecuali kalau kami melakukan terobosan, seperti markas di Bantargebang, di perumahan Vida yang tidak melalui APBD. Itu baru perencanaannya lebih simpel," ujar Aceng ketika dihubungi pada Sabtu (23/11/2019).

Pembangunan markas damkar di Pondok Gede melalui dana swasta pun dianggap jadi solusi yang efektif. Aceng menganggap, keterlibatan swasta tidak perlu berbelit sebagaimana pengusulan melalui APBD.

Baca juga: Walau Mendesak, Bekasi Belum Prioritaskan Pembangunan Damkar Sektor Pondok Gede

"Tinggal pilih saja lokasinya, transit mana yang paling cepat. Nanti tinggal berurusan dengan pihak-pihak yang, maaf, seperti pengembang yang mau ikut berpartisipasi," ujar Aceng.

Hingga saat ini, selain di Kompleks Vida Bantargebang, pemadam kebakaran juga memiliki sektor khusus di Perumahan Harapan Indah yang pembangunannya juga diadakan oleh pihak pengembang.

"Itu (kerja sama dengan swasta) kan sudah terbukti. Sangat dimungkinkan, di Pondok Gede juga bisa, apabila pengembang mau mengeksekusi. Bisa lebih cepat," tutup Aceng.

Baca juga: Pembangunan Sektor Damkar Pondok Gede Belum Diusulkan dalam APBD 2020 Kota Bekasi



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Deras, Tanah di Depan Rumah Warga Lenteng Agung Longsor

Hujan Deras, Tanah di Depan Rumah Warga Lenteng Agung Longsor

Megapolitan
UPDATE 13 Agustus: Bertambah 12, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 667

UPDATE 13 Agustus: Bertambah 12, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 667

Megapolitan
Antisipasi Penambahan Pasien Covid-19, RSPI Sulianti Saroso Tambah Jumlah Kasur

Antisipasi Penambahan Pasien Covid-19, RSPI Sulianti Saroso Tambah Jumlah Kasur

Megapolitan
Sebelum Meninggal, Korban Penembakan di Ruko Royal Gading Square Berusaha Selamatkan Diri

Sebelum Meninggal, Korban Penembakan di Ruko Royal Gading Square Berusaha Selamatkan Diri

Megapolitan
Data Kemendikbud, 9 Sekolah di Jakarta Gelar KBM Tatap Muka meski Masih Zona Merah

Data Kemendikbud, 9 Sekolah di Jakarta Gelar KBM Tatap Muka meski Masih Zona Merah

Megapolitan
Kasus Positif Covid-19 Terus Naik, Kapasitas Ruangan di RSPI Sulianti Saroso Masih Cukup

Kasus Positif Covid-19 Terus Naik, Kapasitas Ruangan di RSPI Sulianti Saroso Masih Cukup

Megapolitan
UPDATE 13 Agustus: Bertambah 1 Kasus Positif Covid-19 dan 9 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 13 Agustus: Bertambah 1 Kasus Positif Covid-19 dan 9 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Anies: Kapasitas Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Terisi 65 Persen, Ruang ICU 67 Persen

Anies: Kapasitas Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Terisi 65 Persen, Ruang ICU 67 Persen

Megapolitan
PSBB Transisi Diperpanjang, Perlombaan HUT Kemerdekaan RI Ditiadakan tetapi Upacara Diperbolehkan

PSBB Transisi Diperpanjang, Perlombaan HUT Kemerdekaan RI Ditiadakan tetapi Upacara Diperbolehkan

Megapolitan
Positivity Rate dalam Sepekan 8,7 Persen, Anies Sebut Secara Akumulasi Masih Aman

Positivity Rate dalam Sepekan 8,7 Persen, Anies Sebut Secara Akumulasi Masih Aman

Megapolitan
Anies Kembali Tiadakan Car Free Day di Jakarta untuk Sementara

Anies Kembali Tiadakan Car Free Day di Jakarta untuk Sementara

Megapolitan
Anies: Pasien Covid-19 Kelompok OTG Tak Perlu Tes Swab Berulang, Hanya Butuh Isolasi

Anies: Pasien Covid-19 Kelompok OTG Tak Perlu Tes Swab Berulang, Hanya Butuh Isolasi

Megapolitan
27 dari 29 Warga Wijaya Kusuma Klaster Tahlilan Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

27 dari 29 Warga Wijaya Kusuma Klaster Tahlilan Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Megapolitan
Ganti Rugi Belum Dibayar, Warga Jatikarya Demo di Tol Cimanggis-Cibitung

Ganti Rugi Belum Dibayar, Warga Jatikarya Demo di Tol Cimanggis-Cibitung

Megapolitan
Polisi Masih Buru 3 Tersangka Pengganjal ATM Asal Lampung yang Beraksi di Tambora

Polisi Masih Buru 3 Tersangka Pengganjal ATM Asal Lampung yang Beraksi di Tambora

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X