Seniman Tolak Rencana Pembangunan Hotel Bintang Lima di Kawasan TIM

Kompas.com - 25/11/2019, 15:27 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (13/10/2017). Sehari sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat telah meresmikan revitalisasi TIM yang bertujuan untuk membantu kegiatan-kegiatan kebudayaan yang ada di tempat itu. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPekerja menyelesaikan pembangunan revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (13/10/2017). Sehari sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat telah meresmikan revitalisasi TIM yang bertujuan untuk membantu kegiatan-kegiatan kebudayaan yang ada di tempat itu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Para seniman di Taman Ismail Marzuki menentang program revitalisasi TIM, khususnya terkait rencana pembangunan hotel bintang lima di kawasan itu.

Perwakilan seniman TIM Radhar Panca Dahana menyebutkan bahwa tidak ada hubungan antara budaya dengan membangun hotel bintang lima.

"Taman Ismail Marzuki ini adalah rumah kita. Kita harus pertahankan. Bagaimana hubungannya, membangun kebudayaan dengan membangun hotel bintang lima di TIM ini? Sedangkal itukah pemahaman tentang kesenian dan kebudayaan?" ujar Radhar dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Senin (25/11/2019).


Radhar mengatakan, seniman akan melawan jika ruang kebudayaan dimanfaatkan secara komersil.

"Yang terjadi sekarang adalah assanisasi terhadap kebudayaan. Terhadap ruang kesenian kita. Ya kalau begini, jangankan gubernur, presiden pun kita lawan," tuturnya.

Baca juga: Jakpro: Pembangunan Hotel di TIM Cuma 4,1 Persen, Kecil Banget...

Para seniman pun membuat pernyataan yang berisi penolakan pembangunan hotel di TIM termasuk pelibatan Jakpro.

"Menolak pelibatan Jakpro dalam mengurus atau mengembangkan seluruh fasilitas atau isi kompleks TIM. Jika revitalisasi dalam bentuk apa pun tidak melibatkan secara langsung pendapat dan atau kerja para seniman dan seniwati yang ada di dalamnya," ungkap Radhar.

Sebelumnya, sebuah video rekaman yang memperlihatkan Deputi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Disparbud DKI Jakarta Dadang Solihin tengah marahi seniman di Taman Ismail Marzuki ( TIM) ramai dibicarakan di media sosial.

Baca juga: Video Pejabat DKI Marahi Seniman Senior Viral di Media Sosial, Ini Penjelasannya

Video itu diunggah pada Sabtu (23/11/2019) pukul 16.00 WIB dalam akun Facebook Humor Politik.

Dalam video itu, Dadang terlihat berdiri dari tempat duduknya sambil mengungkapkan, "Mau tidak diskusi... mau tidak diskusi?" ujarnya tegas.

Situasi memanas usai Dadang berkata demikian. Beberapa orang menunjukkan rasa tidak sukanya.

"Wah biasa aja dong jangan galak-galak," seru beberapa orang dalam video rekaman tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demo Selesai, Buruh Berangsur Pulang, Jalan di Depan Gedung DPR Dibuka Kembali

Demo Selesai, Buruh Berangsur Pulang, Jalan di Depan Gedung DPR Dibuka Kembali

Megapolitan
KSPI Sebut Buruh Tidak Dilibatkan dalam Pembuatan Draf Omnibus Law

KSPI Sebut Buruh Tidak Dilibatkan dalam Pembuatan Draf Omnibus Law

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Penadah Sepeda Motor Curian yang Beroperasi di Tangsel

Polisi Tangkap 2 Penadah Sepeda Motor Curian yang Beroperasi di Tangsel

Megapolitan
SDN Samudrajaya 04 Bekasi Rusak Parah, Sisa Dana BOS Hanya Cukup untuk Cat Dinding

SDN Samudrajaya 04 Bekasi Rusak Parah, Sisa Dana BOS Hanya Cukup untuk Cat Dinding

Megapolitan
Polisi Sita Ribuan Botol Miras Chivas, Imperial, Hennesey yang Hendak Dipalsukan

Polisi Sita Ribuan Botol Miras Chivas, Imperial, Hennesey yang Hendak Dipalsukan

Megapolitan
Miras Impor Palsu di Jakarta Utara Dipromosikan Lewat Status WA

Miras Impor Palsu di Jakarta Utara Dipromosikan Lewat Status WA

Megapolitan
Tertunduk, Tersangka Pelecehan Seksual di Bekasi Mengaku Menyesal

Tertunduk, Tersangka Pelecehan Seksual di Bekasi Mengaku Menyesal

Megapolitan
Pemuda yang Tabrak Polisi Lalu Lintas di Senayan Positif Konsumsi Ganja

Pemuda yang Tabrak Polisi Lalu Lintas di Senayan Positif Konsumsi Ganja

Megapolitan
Kenalkan Dua Calon Baru, Gerindra Sebut Pemilihan Wagub DKI Awal Februari

Kenalkan Dua Calon Baru, Gerindra Sebut Pemilihan Wagub DKI Awal Februari

Megapolitan
Dua Cawagub Baru DKI Disepakati, Bagaimana Proses Selanjutnya?

Dua Cawagub Baru DKI Disepakati, Bagaimana Proses Selanjutnya?

Megapolitan
Basarnas Bentuk Tim Penyelamat Cari Santri yang Hanyut di Bogor

Basarnas Bentuk Tim Penyelamat Cari Santri yang Hanyut di Bogor

Megapolitan
Polisi Periksa Kejiwaan Tersangka Pelaku Pelecehan Seksual di Bekasi

Polisi Periksa Kejiwaan Tersangka Pelaku Pelecehan Seksual di Bekasi

Megapolitan
Dua Nama Cawagub DKI yang Baru Akan Langsung Diserahkan ke Anies

Dua Nama Cawagub DKI yang Baru Akan Langsung Diserahkan ke Anies

Megapolitan
Rumahnya Rusak Berat Akibat Banjir, Warga Ini Berharap Bantuan Pemprov DKI

Rumahnya Rusak Berat Akibat Banjir, Warga Ini Berharap Bantuan Pemprov DKI

Megapolitan
SDN Samudrajaya 04 Bekasi Rusak Parah sejak 2014, Pemkab Disebut Tak Beri Perhatian

SDN Samudrajaya 04 Bekasi Rusak Parah sejak 2014, Pemkab Disebut Tak Beri Perhatian

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X