2020, Pemkot Tangerang Tambah Insentif untuk Guru Honorer

Kompas.com - 26/11/2019, 13:24 WIB
Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang, Syahroji saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Selasa (26/11/2019) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOKetua Komisi II DPRD Kota Tangerang, Syahroji saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Selasa (26/11/2019)

TANGERANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang berencana akan menambah nilai insentif untuk guru honorer di wilayah Kota Tangerang.

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tangerang, Syahroji mengatakan, insentif yang diberikan di tahun ini sebesar Rp 650.000.

Rencananya akan ditambah Rp 100.000 menjadi Rp 750.000 per bulannya pada 2020.

"Ada peningkatan (insentif) untuk (guru) Honor Daerah, dari tiap bulan Rp 650 ribu, tambahan Rp 100 ribu," ujar Syahroji, Selasa (26/11/2019).

Penambahan insentif tersebut, lanjut Syahroji, sudah disetujui oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) dalam rapat-rapat Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020.

"Sudah Insya Allah, tadi di Sekda TAPD sudah," kata dia.

Untuk besaran dana yang digelontorkan dalam belanja insentif guru honorer tersebut, Syahroji mengaku tidak terlalu memahami detilnya.

"Intinya secara keseluruhan (dana pendidikan) itu Rp 1 Triliun sekian," kata Syahroji.

Insentif tersebut merupakan penghasilan tambahan yang diberikan pemerintah Kota Tangerang.

Program insentif penghasilan tambahan untuk guru honorer tersebut merupakan penghasilan di luar gaji.

Pemkot Tangerang di tahun 2018 sudah menggelontorkan dana sebesar Rp 171 miliar untuk membayar insentif guru honorer yang tersebut di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Tangerang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Megapolitan
HeliCity, Layanan Taksi Helikopter Terbang Menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Sebaliknya

HeliCity, Layanan Taksi Helikopter Terbang Menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Sebaliknya

Megapolitan
2 Bantuan Biaya Kuliah Sedang Dibuka bagi Warga Jakarta, Ini Beda KIP dan KJMU

2 Bantuan Biaya Kuliah Sedang Dibuka bagi Warga Jakarta, Ini Beda KIP dan KJMU

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021, Ini Syarat dan Cara Daftar demi Bantuan Kuliah Rp 9 Juta

Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021, Ini Syarat dan Cara Daftar demi Bantuan Kuliah Rp 9 Juta

Megapolitan
Penjambretan Marak di Tangsel, Korbannya Bocah hingga Lansia

Penjambretan Marak di Tangsel, Korbannya Bocah hingga Lansia

Megapolitan
Terjaring Razia Protokol Kesehatan, Millen Cyrus Positif Konsumsi Benzo

Terjaring Razia Protokol Kesehatan, Millen Cyrus Positif Konsumsi Benzo

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

Megapolitan
Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Megapolitan
Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Megapolitan
Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Megapolitan
Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

Megapolitan
Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Megapolitan
Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X