Tanggapi Pabrik Sepatu Hengkang, DPRD Sebut Tangerang Bukan Lagi Kota Industri

Kompas.com - 26/11/2019, 15:25 WIB
Ilustrasi pabrik sepatu SHUTTERSTOCKIlustrasi pabrik sepatu

TANGERANG, KOMPAS.com - Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Syahroji menganggap perpindahan pabrik sepatu dari wilayah Kota Tangerang ke wilayah lain merupakan sesuatu yang biasa saja.

Menurut Syahroji, saat ini Kota Tangerang tidak lagi sebagai kota industri, melainkan lebih kepada sektor jasa.

"Satu sisi Kota Tangerang bukan lagi seribu industri, tapi jasa. Tumbuh hotel-hotel, apartemen dan lainnya," ujar dia saat ditemui di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (26/11/2019).


Baca juga: Polemik Pindahnya Pabrik Sepatu dari Banten ke Jawa Tengah...

Selain itu, perpindahan pabrik sepatu tersebut dianggap wajar. Pasalnya, para pengusaha akan mempertimbangkan biaya operasional perusahan.

"Karena pengusaha pasti cari yang lebih ringan biayanya," kata Syahroji

Syahroji juga optimistis, keluarnya pabrik sepatu di Kota Tangerang tidak akan membuat banyak dampak ekonomi lantaran saat ini UMKM di Kota Tangerang sedang bergeliat.

"Satu sisi UMK kami berjaya," kata dia.

Baca juga: Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Pengangguran Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Untuk diketahui, setidaknya 10 dari 25 pabrik sepatu akan pindah dari Banten dalam waktu dekat. Salah satunya ada di wilayah Kota Tangerang.

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri mengatakan, bukan tanpa alasan pabrik-pabrik tersebut pindah dari Provinsi Banten yang notabene memang sebagai tempat berdirinya pabrik dari beragam industri.

"Terhitung Juni 2019, sudah ada 25 pabrik yang berinvestasi di Jawa tengah dan mendapatkan izin. Dari 25 pabrik itu, sebagai besar dari Banten," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X