Seorang Remaja Tewas Tertabrak Kereta Api di Pasar Raya Kebayoran Lama

Kompas.com - 26/11/2019, 16:47 WIB
Ilustrasi tertabrak kereta. KOMPAS.com/Robertus BelarminusIlustrasi tertabrak kereta.
|

JAKARTA ,KOMPAS.com - Seorang remaja laki-laki tewas tertabrak kereta api di jalur pelintasan kereta Pasar Raya Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Selasa (26/11/2019).

Korban yang belum diketahui identitasnya tewas tertabrak kereta api dari arah Kebayoran Lama menuju Stasiun Pondok Kranji.

Hal tersebut dikatakan petugas sekuriti kereta api Anwar Supriatna saat ditemui di lokasi.

Anwar berujar, pertiwa nahas ini berawal ketika korban berjalan di pinggir rel. Di saat yang sama kereta melintas.

Namun, tiba-tiba korban melompat ke tengah jalur pelintasan kereta.

Baca juga: Nekat Melintas di Rel, Seorang Warga Tewas Tertabrak Kereta

"Kelihatan lagi jalan dari arah Stasiun Kebayoran Lama. Pas begitu ada kereta dia langsung loncat mengarah ke kereta. Menurut warga, korban diduga bunuh diri," kata Anwar.

Dalam peristiwa ini korban terseret kereta sejauh kurang lebih 10 meter. Tubuh korban sempat tercerai berai di sisi rel kereta api.

Dari pantauan Kompas.com, tampak bercak darah di sisi rel kereta. Beberapa potong tubuh jenazah pun disatukan kembali sebelum ditutup dengan kardus dan koran.

Hingga saat ini, jenazah masih ada di lokasi menunggu mobil ambulans datang. Anwar mengaku belum tahu ke mana jenazah tersebut akan dibawa

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Megapolitan
Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Megapolitan
Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Megapolitan
Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Megapolitan
 Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Megapolitan
Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Megapolitan
Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Megapolitan
Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Megapolitan
Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Megapolitan
Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Megapolitan
PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

Megapolitan
Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Megapolitan
Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Megapolitan
Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Megapolitan
Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X