Butuh Uang Rp 22 Juta, Diduga Jadi Motif Satpam Bunuh Diri di Gedung OJK

Kompas.com - 28/11/2019, 13:49 WIB
Ilustrasi WWW.PEXELS.COMIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - MD, satpam yang ditemukan tewas gantung diri di gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hendak meminjam sejumlah uang sebelum mengakhiri hidupnya.

Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf mengatakan, dari informasi yang dihimpun dari para saksi, MD membutuhkan uang sebesar Rp 22 juta.

Saksi-saksi yang dimintai keterangan juga sama-sama bekerja di OJK.


"Dari beberapa keterangan sekuriti dia lagi (butuh) pinjaman uang sebanyak Rp 22 juta. Ada beberapa teman sekuriti yang dimintai uang," kata Eliantoro di Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).

Dugaan itu diperkuat tulisan dalam status WhatsApp story MD di media sosial. Dari status ketahuan bahwa MD sedang galau.

"Ada beberapa keterangan ya saksi bilang ada status galau lewat WA story, tapi akan kami dalami. Kami juga akan periksa keluarganya soal masalah pribadi apa," ucap Eliantoro.

Baca juga: Satpam Ditemukan Tewas Gantung Diri di Gedung OJK

Diberitakan sebelumnya, di gedung OJK ditemukan jasad salah satu satpam, yang diduga bunuh diri pada Kamis (28/11/2019) dini hari.

MD sendiri merupakan tenaga kerja alih daya (outsourcing). Pihak OJK pun sudah memberikan klarifikasi terkait kematian MD.

"Pagi hari ini ditemukan tenaga outsourcing pengamanan dari PT Bina Kerja Cemerlang yang meninggal di lingkungan perkantoran OJK," kata Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot saat dikonfirmasi.

Sampai saat ini, jasad MD sudah dilarikan ke RSCM untuk diperiksa lebih lanjut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X