Polemik Relokasi Pedagang Pisang di Pisangan Lama yang Tak Kunjung Usai

Kompas.com - 29/11/2019, 10:23 WIB
Lapak pedagang pisang di Jalan Raya Pisangan Lama, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulohgadung, Jakarta Timur, Minggu (24/11/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVILapak pedagang pisang di Jalan Raya Pisangan Lama, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulohgadung, Jakarta Timur, Minggu (24/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Permasalahan ratusan pedagang pisang di Jalan Pisangan Lama Raya, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, yang terimbas proyek Double-double Track (DDT) kereta api, tak kunjung selesai.

Permasalahan bermula saat para pedagang diminta segera mengosongkan lapaknya oleh pihak Pemkot Jakarta Timur sebelum akhir November 2019.

Pada dasarnya, para pedagang tidak menolak proyek tersebut. Bahkan, pedagang mendukung penuh proyek itu demi kepentingan nasional.


Hanya saja, para pedagang keberatan dengan waktu yang diberikan untuk mengosongkan lapak sangat mepet yakni sekitar 10 hari terhitung sejak 19 November 2019.

Selain itu, pedagang juga belum mendapat kepastian tentang lokasi baru untuk berdagang.

Camat Pulogadung Bambang Pangestu mengatakan, pihaknya menyediakan lokasi baru yakni di lantai dua Pasar Klender. Namun para pedagang merasa keberatan karena lokasi yang jauh dari lapak sebelumnya serta khawatir sepi pembeli.

"Dari 2017 sudah kita ingatkan, dari 2015 malah proyek DDT malah sudah dimulai. Makannya kalau dibilang waktunya mepet, sudah dari 2017 kita sudah sosialisasi kita bantu mereka agar direlokasi ke Pasar Klender, masa dibilang mepet," kata Bambang saat dikonfirmasi, Minggu (24/11/2019).

Pedagang Pilih Bertahan

Koordinator Pedagang Pisang Deden Mulyandi mengatakan, pihaknya pada Rabu (27/11/2019), kembali mendapat surat imbauan dari pihak Kelurahan Pisangan Timur agar segera mengosongkan lapaknya dalam waktu tiga hari terhitung sejak Rabu.

Deden menambahkan, dalam surat itu tertulis, apabila para pedagang tidak mengosongkan lapaknya, maka Tim Terpadu Kecamatan Pulogadung akan menindaklanjutinya.

Terkait hal itu, Deden menegaskan para pedagang tetap bertahap di lapaknya masing-masing. Sebab, belum ada kepastian soal lokasi baru pedagang untuk berjualan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Megapolitan
Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Megapolitan
Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Megapolitan
Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Megapolitan
Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Megapolitan
Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

Megapolitan
Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Megapolitan
Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Megapolitan
Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X