Polemik Relokasi Pedagang Pisang di Pisangan Lama yang Tak Kunjung Usai

Kompas.com - 29/11/2019, 10:23 WIB
Lapak pedagang pisang di Jalan Raya Pisangan Lama, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulohgadung, Jakarta Timur, Minggu (24/11/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVILapak pedagang pisang di Jalan Raya Pisangan Lama, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulohgadung, Jakarta Timur, Minggu (24/11/2019).

Baca juga: Tolak Direlokasi Ke Pasar Klender, Pedagang Khawatir Pisangan Jadi Wilayah Tanpa Pisang

"Iya begitu tapi pedagang tidak mau karena belum ada relokasi. Pedagang tetap di tempat, tidak akam bongkar sebelum direlokasi," kata Deden saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu.

Mengadu Ke DPRD DKI

Pada Senin (25/11/2019), para pedagang sebetulnya sudah mengajukan permohonan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan mendatangi langsung Balai Kota Jakarta.

Permohonan itu tentang kejelasan lokasi baru untuk pedagang berjualan usai direlokasi nantinya. Serta, tentang waktu pembongkaran lapak yang diberikan pemerintah sangat mepet.

Namun, hingga kini permohonan itu belum terlihat hasilnya. Para pedagang pun akhirnya mengadu dengan permohonan yang sama kepada DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Perjuangan pada Rabu lalu.

"Kita sedang buat pengaduan ke fraksi PDI-P DPRD DKI. Kita diterima sekretaris fraksi Rio Sambodo," ujar Deden, Rabu lalu.

Hasilnya, pihak DPRD DKI fraksi PDI-P mengirim surat permohonan langsung ke Camat Pulogadung untuk menuruti permohonan para pedagang dan segera diadakan mediasi.

Mediasi Belum Membuahkan Solusi

Mediasi antara pihak Kelurahan Pisangan Timur, Suku Dinas Koperasi UMKMP Jakarta Timur, dan perwakilan pedagang pisang pun terjadi pada Kamis (28/11/2019) kemarin.

Baca juga: Hendak Direlokasi, Pedagang Pisang di Pisangan Lama Mengadu ke DPRD DKI

Deden menjelaskan, dari mediasi itu belum ada solusi pasti tentang lokasi baru yang akan ditempati sementara oleh pedagang untuk berjualan. Namun, para pedagang kembali menyarankan sejumlah lokasi.

"Belum ada solusi, baru usulan kami alternatif relokasi yaitu mengoptimalkan lahan parkir di PD Pasar Enjo atau di PD Pasar Cipinang Kebembem," kata Deden saat dikonfirmasi, Jumat (29/11/2019).

Deden menambahkan, saat ini saran lokasi dari para pedagang itu tengah diupayakan Pemkota Jakarta Timur.

"Sedang diupayakan dengan menghubungi pihak PD Pasar Jaya," ujar Deden.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Megapolitan
Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Megapolitan
Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Megapolitan
Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Megapolitan
Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Megapolitan
Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

Megapolitan
Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Megapolitan
Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Megapolitan
Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X