Kompas.com - 29/11/2019, 20:21 WIB
Arus lalu lintas di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur, arah Bekasi macet akibat angkot mangkal di bawah JPO Halte Busway Perumnas Klender, Jumat (29/11/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIArus lalu lintas di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur, arah Bekasi macet akibat angkot mangkal di bawah JPO Halte Busway Perumnas Klender, Jumat (29/11/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Arus lalu lintas di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur, tepatnya di dekat Halte Busway Perumnas Klender arah Bekasi, macet akibat keberadaan angkutan perkotaan yang mangkal di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) halte bus.

Pantaun Kompas.com di lokasi pukul 18.20 WIB, arus lalu lintas padat menuju Bekasi karena jam sibuk. Sejumlah angkot tampak mangkal tepat di bawah JPO halte transjakarta Perumnas Klender.

Angkot itu mangkal lebih dari 15 menit. Usai satu angkot berlalu, angkot lainnya bergantian mangkal di bawah JPO tersebut. Tak ada petugas Dinas Perhubungan yang mengatur arus lalu lintas di lokasi.

Baca juga: Angkot Ngetem di Bawah JPO Halte Busway, Jalan I Gusti Ngurah Rai Kerap Macet

Hal itu menyebabkan arus lalu lintas tersendat ketika pengendara melintas halte tersebut. Keberadaan angkot K 03 jurusan Kranji-Klender itu semakin mempersempit lebar jalan.

"Ini angkot tiap hari ngetem di situ, dekat halte, kalau saya perhatiin. Bikin macet, ini kan jalan sempit, tidak lebar, ditambah angkot ngetem tambah sempit," kata Donal, seorang pengendara sepeda motor di lokasi, Jumat (29/11/2019).

Donal menambahkan, arus lalu lintas semakin padat apabila di saat yang sama terdapat bus transjakarta yang berhenti di halte untuk mengangkut dan menurunkan penumpang.

"Apalagi kalau ada busway berhenti juga makin sempit, jadi tuh pada lama jalannya karena jalannya makin sempit," ujar Donal.

Baca juga: Tak Ada Terminal, Alasan Angkot Ngetem di Kawasan Stasiun MRT Lebak Bulus

Hal serupa juga dikatakan Kiki, pengendara sepeda motor lainnya. Pria asal Bekasi itu berharap petugas terkait segera menindak angkot yang kerap mangkal di bawah JPO tersebut dan menyebabkan macet.

"Petugas juga tidak ada tiap hari saya lewat sini, malah kadang polisi suka ada razia di sini tapi tetap saja angkotnya 'ngetem'," ujar Kiki.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temu Kangen Anies-AHY di Balai Kota dan Kenangan Kemesraan dengan Demokrat di Masa Lalu

Temu Kangen Anies-AHY di Balai Kota dan Kenangan Kemesraan dengan Demokrat di Masa Lalu

Megapolitan
Incar Warung yang Ditinggal Mudik, Maling Panjat Tiang Listrik Lalu Gasak Uang dan 4 Bungkus Rokok

Incar Warung yang Ditinggal Mudik, Maling Panjat Tiang Listrik Lalu Gasak Uang dan 4 Bungkus Rokok

Megapolitan
Hari Pertama Larangan Mudik, Ribuan Kendaraan Diputar Balik hingga Pekerja Pabrik Protes di Jalan Tol yang Ditutup

Hari Pertama Larangan Mudik, Ribuan Kendaraan Diputar Balik hingga Pekerja Pabrik Protes di Jalan Tol yang Ditutup

Megapolitan
Banjir di Cipinang Melayu, Mobil Pompa Dikerahkan untuk Sedot Air

Banjir di Cipinang Melayu, Mobil Pompa Dikerahkan untuk Sedot Air

Megapolitan
Update 6 Mei: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 208 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Update 6 Mei: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 208 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Detik-detik Longsor yang Timpa Rumah Warga di Jagakarsa, Terdengar Suara Gemuruh dari Plafon

Detik-detik Longsor yang Timpa Rumah Warga di Jagakarsa, Terdengar Suara Gemuruh dari Plafon

Megapolitan
Masuk Kota Bogor, Pendatang Wajib Jalani Tes Antigen

Masuk Kota Bogor, Pendatang Wajib Jalani Tes Antigen

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pemuda Arogan di Masjid Bekasi jadi Duta Masker | Protes Penyekatan Jalur Mudik

[POPULER JABODETABEK] Pemuda Arogan di Masjid Bekasi jadi Duta Masker | Protes Penyekatan Jalur Mudik

Megapolitan
Gara-gara Kerumunan Konser Musik, Manajemen Cibis Park dan Penyelenggara Bazar Didenda Rp 50 Juta

Gara-gara Kerumunan Konser Musik, Manajemen Cibis Park dan Penyelenggara Bazar Didenda Rp 50 Juta

Megapolitan
Mudik di Jabodetabek Dilarang, Wali Kota Tangerang: Kami di Lapangan Bingung

Mudik di Jabodetabek Dilarang, Wali Kota Tangerang: Kami di Lapangan Bingung

Megapolitan
Tahu Segala Modus, Polda Metro Pastikan Pemudik Tak Akan Lolos

Tahu Segala Modus, Polda Metro Pastikan Pemudik Tak Akan Lolos

Megapolitan
Masjid Kubah Emas Depok, Dibangun Megah Tanpa Hitung Biaya untuk Ingat Kebesaran Tuhan

Masjid Kubah Emas Depok, Dibangun Megah Tanpa Hitung Biaya untuk Ingat Kebesaran Tuhan

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 7 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 7 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 7 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 7 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 7 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 7 Mei 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X