Sejumlah Mobil Terperosok di Proyek Galian, Polisi Diminta Panggil Kontraktor dan Pemprov DKI

Kompas.com - 29/11/2019, 22:27 WIB
Mobil Xenia B 1249 UIY terperosok ke dalam lubanh galian di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Senin (25/11/2019) pagi. Dokumentasi Polres Metro Jakarta TimurMobil Xenia B 1249 UIY terperosok ke dalam lubanh galian di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Senin (25/11/2019) pagi.
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Transportasi Azaz Tigor Nainggolan menilai, sejumlah proyek galian di beberapa ruas jalanan Jakarta tidak memenuhi standar keamanan untuk pengendara.

Menurut dia, terdapat beberapa titik proyek galian di sejumlah jalan seperti Jalan DI Panjaitan, Jalan Dewi Sartika, Jalan Otista, dan lainnya yang tidak memenuhi standar keamanan.

Titik galian itu ada yang hanya terbuka, hanya diberi batas papan kayu atau karung pasir.

Akibat dari galian yang tidak memenuhi standar keamanan itu, sejumlah kendaraan roda empat terperosok.

Baca juga: Mobil Terperosok ke Lubang Galian Sedalam 2 Meter di Jalan DI Panjaitan

Pada Senin (25/11/2019), mobil Daihatsu Xenia B 1249 UIY terperosok ke dalam galian lubang proyek di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur.

Kemudian, pada Kamis (21/11/2019), dua kendaraan, yakni truk fuso dan Daihatsu Calya terperosok pada lubang galian proyek di Jalan Raya Centex, Ciracas, Jakarta Timur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Banyak kan lubang-lubang bangunan di Jakarta tuh yang ditelantarkan begitu saja, pengamanannya tidak beres. Makannya supaya ada perubahan, polisi harus memeriksa semua, memanggil semua kontraktor tuh sama Pemprov," kata Tigor saat dihubungi Kompas.com, Jumat (29/11/2019).

Menurut Tigor, Pemprov DKI Jakarta kurang melakukan pengawasan atas proyek galian di jalanan.

"Harus ada pembatas yang tinggi, ada lampu, ada bacaan, supaya tidak ada kecelakaan. Sembarangan, karena tidak ada pengawasan dari Pemprov. Pemprov lemah di sini. (Galian) terbuka, itu tidak boleh, ada standarnya. Polisi harus segera panggil tuh pemprov dan kontraktornya tuh," ujar Tigor.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPN Sewa Toko Dihapus, Hippindo Minta PPh Final Sewa Juga Dibebaskan

PPN Sewa Toko Dihapus, Hippindo Minta PPh Final Sewa Juga Dibebaskan

Megapolitan
Guru Dikerahkan Jadi Tenaga Administrasi dalam Vaksinasi Siswa di Jakarta Barat

Guru Dikerahkan Jadi Tenaga Administrasi dalam Vaksinasi Siswa di Jakarta Barat

Megapolitan
Anies Kirim Surat soal BST Telat Cair karena Data Dobel Kemensos, Ini Respons Risma

Anies Kirim Surat soal BST Telat Cair karena Data Dobel Kemensos, Ini Respons Risma

Megapolitan
Terima 47 Aduan soal Pungli, Wali Kota Tangerang: Yang Potong Bansos Kami Tindak

Terima 47 Aduan soal Pungli, Wali Kota Tangerang: Yang Potong Bansos Kami Tindak

Megapolitan
Pemprov DKI Tegaskan Mal Masih Tutup Selama PPKM Level 4 Kecuali untuk Layanan Online

Pemprov DKI Tegaskan Mal Masih Tutup Selama PPKM Level 4 Kecuali untuk Layanan Online

Megapolitan
Volume Kendaraan di 3 Gerbang Tol Arah Jakarta Turun Saat PPKM Level 4

Volume Kendaraan di 3 Gerbang Tol Arah Jakarta Turun Saat PPKM Level 4

Megapolitan
UPDATE 3 Agustus: Kabupaten Bekasi Catat 295 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 3 Agustus: Kabupaten Bekasi Catat 295 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Merasa Dihalangi hingga Bohong Hendak Jemput Pasien Kritis, Awak Ambulans: Saya Khilaf, Terbawa Emosi

Merasa Dihalangi hingga Bohong Hendak Jemput Pasien Kritis, Awak Ambulans: Saya Khilaf, Terbawa Emosi

Megapolitan
Dirut PT ASA yang Timbun Obat Terkait Covid-19 Tak Ditahan, Polisi: Alasan Kesehatan, Diminta Wajib Lapor

Dirut PT ASA yang Timbun Obat Terkait Covid-19 Tak Ditahan, Polisi: Alasan Kesehatan, Diminta Wajib Lapor

Megapolitan
Pemkot Tangerang Mau Fokus Gencarkan Vaksinasi, Wali Kota: Mumpung Kasus Covid-19 Turun

Pemkot Tangerang Mau Fokus Gencarkan Vaksinasi, Wali Kota: Mumpung Kasus Covid-19 Turun

Megapolitan
Turun Drastis, Kini Ada 7 RT Zona Merah Covid-19 di Jakarta Barat

Turun Drastis, Kini Ada 7 RT Zona Merah Covid-19 di Jakarta Barat

Megapolitan
UPDATE 3 Agustus: Tambah 1.601 Kasus Covid-19 di Jakarta, 2.506 Pasien Sembuh

UPDATE 3 Agustus: Tambah 1.601 Kasus Covid-19 di Jakarta, 2.506 Pasien Sembuh

Megapolitan
Terjaring Razia Masker di Cakung, Pengendara Ini Pilih Sanksi Lafalkan Pancasila, tapi Justru Tak Hafal

Terjaring Razia Masker di Cakung, Pengendara Ini Pilih Sanksi Lafalkan Pancasila, tapi Justru Tak Hafal

Megapolitan
Tukang Parkir Minimarket di Koja Ditusuk Orang Tak Dikenal, Kini Dirawat di RS

Tukang Parkir Minimarket di Koja Ditusuk Orang Tak Dikenal, Kini Dirawat di RS

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Pungli oleh Karang Taruna Gadungan di Ciputat

Polisi Selidiki Dugaan Pungli oleh Karang Taruna Gadungan di Ciputat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X