Polisi Panggil Tersangka Kasus Penipuan yang Seret Stafsus Wapres

Kompas.com - 30/11/2019, 09:29 WIB
Ilustrasi penipuan. SHUTTERSTOCKIlustrasi penipuan.
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian RI (Polri) telah melayangkan surat panggilan kepada Mahmood Abo Annaser (MAA), tersangka dalam kasus penipuan yang menyeret nama Staf Khusus Wapres bidang Ekonomi Lukmanul Hakim.

Panggilan dilayangkan ke negara asalnya, yaitu Selandia Baru. Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Asep Adi Saputra menuturkan, polisi masih menunggu jawaban MAA.

"Sudah dilayangkan surat panggilan kepada yang bersangkutan ke negara New Zealand. Untuk itu Bareskrim berkoordinasi dengan Hubinter (Divisi Hubungan Internasional Polri) untuk terus meng-update respons terhadap panggilan itu," kata Asep di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (29/11/2019).

Baca juga: Polisi Sebut Nama Stafsus Wapres Lukmanul Hakim Dicatut Pelaku

Menurutnya, Polri belum berencana mengajukan penerbitan red notice ke Interpol untuk MAA.

Red notice adalah permintaan penangkapan terhadap seseorang yang ditetapkan sebagai buron atas suatu tindak kejahatan.

Sebab, masih ada kesempatan bagi polisi untuk melayangkan panggilan berikutnya.

"Kita masih melalui proses pengiriman surat panggilan karena kan surat panggilan ini kan ada panggilan I, apabila tidak hadir akan dilanjutkan panggilan kedua," ujarnya.

Nantinya, polisi akan melakukan gelar perkara jika MAA tidak memenuhi panggilan kedua.

Dari gelar perkara tersebut, polisi akan menentukan perlu atau tidaknya pengajuan red notice tersebut.

Sebelumnya, polisi mengungkapkan bahwa nama Lukmanul dicatut oleh pelaku dalam aksi penipuan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengedar Narkoba Tewas Ditembak Saat Kabur dari Kejaran Polisi

Pengedar Narkoba Tewas Ditembak Saat Kabur dari Kejaran Polisi

Megapolitan
Kemendagri: Waktu Pelantikan Riza Patria Sebagai Wagub DKI Kewenangan Istana

Kemendagri: Waktu Pelantikan Riza Patria Sebagai Wagub DKI Kewenangan Istana

Megapolitan
Batasi Aktivitas Warga, Pemkot Depok Batasi Jam Operasional Toko Swalayan

Batasi Aktivitas Warga, Pemkot Depok Batasi Jam Operasional Toko Swalayan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Siapkan Lahan 800 Meter Persegi untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19

Pemkot Bekasi Siapkan Lahan 800 Meter Persegi untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangerang Siapkan Rp 98 Miliar untuk Tangani Dampak Covid-19

Pemkot Tangerang Siapkan Rp 98 Miliar untuk Tangani Dampak Covid-19

Megapolitan
Depok Kirim Usulan PSBB ke Ridwan Kamil Malam Ini

Depok Kirim Usulan PSBB ke Ridwan Kamil Malam Ini

Megapolitan
Pemkot Tangsel Bangun Rumah Lawan Covid-19 untuk Tampung ODP Corona

Pemkot Tangsel Bangun Rumah Lawan Covid-19 untuk Tampung ODP Corona

Megapolitan
51 Kasus Positif Covid-19 di Tangerang, Pemkot Bagikan Masker Gratis

51 Kasus Positif Covid-19 di Tangerang, Pemkot Bagikan Masker Gratis

Megapolitan
[UPDATE]: Depok Tambah 6 Pasien Positif Covid-19, 5 Suspect Meninggal

[UPDATE]: Depok Tambah 6 Pasien Positif Covid-19, 5 Suspect Meninggal

Megapolitan
Update Covid-19 di Bekasi: 7 Pasien Positif Corona Meninggal

Update Covid-19 di Bekasi: 7 Pasien Positif Corona Meninggal

Megapolitan
1 Pasien Positif Covid-19 RSPI Sulianti Saroso Sembuh, 1 PDP Meninggal Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 RSPI Sulianti Saroso Sembuh, 1 PDP Meninggal Dunia

Megapolitan
Utamakan Pesanan APD, Konveksi Rumahan di Jakarta Pusat Rela Tunda Produksi Pakaian

Utamakan Pesanan APD, Konveksi Rumahan di Jakarta Pusat Rela Tunda Produksi Pakaian

Megapolitan
Ini Daftar Mal di Jakarta yang Tutup karena Pandemi Covid-19

Ini Daftar Mal di Jakarta yang Tutup karena Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi Terjunkan 20 Personel untuk Bantu Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19 di Jakarta

Polisi Terjunkan 20 Personel untuk Bantu Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Wali Kota Sebut 17 Pasien Positif Covid-19 di Bekasi Dinyatakan Sembuh

Wali Kota Sebut 17 Pasien Positif Covid-19 di Bekasi Dinyatakan Sembuh

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X