Air Hujan Masuk ke Tenda, Guru Sekolah Khusus Assalam 01 Harus Bersih-bersih Sebelum Mengajar

Kompas.com - 03/12/2019, 13:45 WIB
Pelajar Sekolah Khusus (SKh)  Assalam 01 mengeluhkan kepanasan saat menjalani proses kegiatan belajar mengajar di bawah tenda pengungsian.Tenda tersebut dibuatkan oleh Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Kementerian Pendidikan di Sekolah Khusus Assalam 02 Jalan Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, setelah sekolahnya mengalami keretakan karena pergeseran tanah. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiPelajar Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01 mengeluhkan kepanasan saat menjalani proses kegiatan belajar mengajar di bawah tenda pengungsian.Tenda tersebut dibuatkan oleh Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Kementerian Pendidikan di Sekolah Khusus Assalam 02 Jalan Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, setelah sekolahnya mengalami keretakan karena pergeseran tanah.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Para guru Sekolah Khusus Assalam 01 harus bersih-bersih tenda pengungsian terlebih dahulu sebelum mengajar.

Sebab, tenda yang menjadi kelas darurat para siswa kerap terendam air saat hujan.

"Seperti kemarin kan hujan, tadi pagi kami sebelum menjalani ujian itu harus bersih-bersih dulu karena posisi di tenda air masuk," kata Bendahara Assalam 01, Indri Firmandyah saat ditemui di lokasi, Selasa (3/12/2019).

Menurut Indri, kondisi tersebut dinilai cukup mengganggu proses belajar mengajar. Apalagi saat ini para siswa-siswi sedang menjalani ujian sekolah yang berlangsung sejak Senin (2/12/2019) kemarin.

Namun hal tersebut harus dijalani karena kondisi sekolah lama yang retak pada beberapa titik baik di kelas dan toilet sehingga tidak memungkinkan untuk digunakan.

Baca juga: Siswa Sekolah Khusus Assalam 01 Jalani Ujian di Tenda Pengungsian

Mereka akhirnya mengungsi ke sekolah khusus lain. Namun karena jumlah kelas terbatas, siswa Sekolah Khusus Assalam 01 harus belajar di tenda.

"Biasanya itu proses belajar mengajar kan normalnya untuk SD dari jam 8 sampai jam 12.30 WIB. Untuk SMA sampai jam 14.30 WIB. Tapi saat ini sedang ujian sampai jam 11.00 WIB. Makanya kita belum tahu dengan kondisi seperti ini jam belajar akan diubah atau tidak," ucapnya.

Belajar di dalam tenda pengungsian terus membuat para guru khawatir, terlebih saat cuaca memasuki musim hujan. Cipratan air masuk ke dalam tenda dan membasahi para siswa yang sedang belajar.

Baca juga: Setelah Direlokasi, Siswa Sekolah Khusus yang Bangunannya Retak Kembali Aktif Belajar

"Tetapi saya belum tahu dan merasakan, kemarin sempat hujan tapi kegiatan belajar itu sudah selesai jadi tidak mengalami," tuturnya.

Semenjak sekolahnya mengalami keretakan pada beberapa titik kelas dan toilet, sebayak 84 pelajar Assalam 01 direlokasi ke Sekolah Khusus (SKh) Assalam 02 yang berlokasi Jalan Ciater, Serpong, Tangerang Selatan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

Megapolitan
Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Megapolitan
Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Megapolitan
Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Megapolitan
Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Megapolitan
Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Megapolitan
Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Megapolitan
Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Megapolitan
Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Megapolitan
Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Megapolitan
Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Megapolitan
Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X