Granat Asap Pertama Kali Diproduksi pada Perang Dunia II untuk Sinyal dan Kamuflase

Kompas.com - 03/12/2019, 14:27 WIB
Anggota Labfor Mabes Polri mengumpulkan barang bukti di TKP ledakan di kawasan Monas, Jakarta, Selasa (3/12/2019). Ledakan diduga berasal dari granat asap terjadi di kawasan Monas pada Selasa pagi dan diketahui melukai dua orang anggota TNI. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIAnggota Labfor Mabes Polri mengumpulkan barang bukti di TKP ledakan di kawasan Monas, Jakarta, Selasa (3/12/2019). Ledakan diduga berasal dari granat asap terjadi di kawasan Monas pada Selasa pagi dan diketahui melukai dua orang anggota TNI.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak jelas siapa orang yang pertama kali menciptakan granat asap. Namun, produksi granat asap dalam jumlah yang cukup banyak dapat dilacak pada era Perang Dunia.

Leo Brophy, Wyndham Miles, dan Rexmond Cochrane dalam buku The Chemical Warfare Service: From Laboratory to Field (Dinas Peperangan Kimia (Amerika Serikat): dari Laboratorium ke Medan Perang) yang terbit tahun 2010 di Washington mencatat, asap menjadi inovasi penting di medan perang.

Brophy dan kolega menyebut, tentara AS bahkan mulai memakai asap sebagai kode komunikasi antarpesawat tempur. Teknologi penghasil asap kemudian dipakai banyak negara lain.

Baca juga: Polisi: Ledakan di Monas karena Granat Asap

Memasuki era Perang Dunia II, tepatnya pada 1944, Jerman dan Italia mulai banyak memakai generator yang mampu mengepulkan asap yang dapat bertahan belasan menit hingga 1 jam. Mereka menggunakannya sebagai strategi pertahanan, yakni buat menutupi area-area vital mereka dari pengamatan udara tentara sekutu.

Di sisi lain, AS sebagai negara sekutu tak ketinggalan berinovasi dalam soal teknologi asap.

Asap itu dipakai selain untuk menandakan posisi target dan kode komunikasi, juga buat berkamuflase ketika pesawat tempur mereka hendak mendarat. Kamuflase ini penting, sebab negara-negara Blok Poros bisa saja telah memata-matai pesawat Amerika dari bawah laut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Amerika mengistilahkannya sebagai tirai asap dan banyak menggunakannya untuk pendaratan di Eropa serta Kepulauan Pasifik.

Mereka terus memperbesar kemampuan tanki penghasil asap pada pesawat-pesawat mereka, sehingga mampu menyebarkan asap kian lebar, mencapai ketinggian 121 meter dari tanah dan menutupi langit selebar 609 meter. Dalam hitungan bulan, teknologi tanki asap terus berkembang dari 30 hingga 200 galon, membuat sebaran asap makin luas dan tebal.

Granat

Bersamaan dengan inovasi teknologi tanki asap, penelitian dan pengembangan granat asap pun memuncak di Amerika pada Perang Dunia II.

Granat asap pertama diluncurkan pada 1942, dengan tipe M7. Tinggi silindernya sekitar 12 cm, dengan diameter sekitar 6 cm.

Baca juga: Ledakan Granat Asap di Monas, Ini Informasi Sementara yang Dihimpun

 

Granat itu sanggup mengepulkan asap selama 2 menit dengan bahan sulfur, potasium klorat, dan natrium bikarbonat untuk menjaga suhu agar tidak terbakar.

Granat asap diciptakan dengan berbagai warna sebagai kode. Sebab, granat itu digunakan pasukan di darat untuk berkomunikasi, seperti menunjukkan lokasi tentara, mengidentifikasi tank-tank Amerika di antara tank-tank musuh, dan sinyal lokasi pesawat untuk mendarat darurat.

Granat asapAMAZON.CO.UK Granat asap

Pilot-pilot Amerika dan negara-negara Sekutu pun perlu mengidentifikasi pasukan di darat sebagai pasukan sendiri atau pasukan musuh, sebab para pasukan bergerak di dalam hutan yang rapat. Warna-warna granat asap ini juga dijadikan titik-titik penanda area yang mau dibom Amerika.

Dalam kurun 3 tahun di era Perang Dunia II (1942-1945), granat asap diproduksi lebih dari 5 juta silinder oleh Dinas Peperangan Kimia AS (Chemical Warfare Service).

Akan tetapi, negara-negara Blok Poros tak ketinggalan dalam merespons strategi granat asap Amerika. Mereka juga menciptakan granat asap dengan aneka warna, meski jangka waktu mengepulnya kalah lama.

Jerman, misalnya, menggunakan granat asap dengan kode warna menyesuaikan granat asap Amerika. Tujuannya, mengecoh pesawat tempur Amerika. Mereka berharap, pilot pesawat tempur Amerika di udara berhasil dikelabui dan akhirnya menyerang atau mengebom teritori pasukan Amerika sendiri.

Seiring berjalannya waktu, teknologi granat asap tak ditinggalkan oleh militer Amerika. Amerika kembali memakai granat asap dalam Perang Vietnam. Granat itu dipakai karena hutan Vietnam demikian lebat dan menyulitkan pasukan darat serta udara Amerika berkomunikasi.

Dalam Perang Vietnam, granat asap Amerika semakin luas dan kuat jangkauannya. Bahkan, dalam porsi berlebihan, asap dari granat itu  dapat meracuni penghirupnya serta menimbulkan kebakaran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Gerbong Kereta Masih di Sekitar Lokasi Anjlok, Perjalanan KRL Tak Terganggu

6 Gerbong Kereta Masih di Sekitar Lokasi Anjlok, Perjalanan KRL Tak Terganggu

Megapolitan
3 Gerbong KRL Rusak Usai Anjlok di Ciputat

3 Gerbong KRL Rusak Usai Anjlok di Ciputat

Megapolitan
Kadishub Akui Ganjil Genap Margonda Depok Bikin Sejumlah Jalan Lain Macet

Kadishub Akui Ganjil Genap Margonda Depok Bikin Sejumlah Jalan Lain Macet

Megapolitan
Uji Coba Ganjil Genap di Margonda Depok Akan Diberlakukan Lagi 11-12 Desember

Uji Coba Ganjil Genap di Margonda Depok Akan Diberlakukan Lagi 11-12 Desember

Megapolitan
Imbas KRL Anjlok di Ciputat, Rute Tanah Abang-Rangkas Bitung Terganggu Selama 6 Jam

Imbas KRL Anjlok di Ciputat, Rute Tanah Abang-Rangkas Bitung Terganggu Selama 6 Jam

Megapolitan
Pemprov DKI Tegur Kontraktor yang Bangun Sumur Resapan di Jalan Lebak Bulus III

Pemprov DKI Tegur Kontraktor yang Bangun Sumur Resapan di Jalan Lebak Bulus III

Megapolitan
Selidiki Penyebab KRL Anjlok di Ciputat, KAI Cek Semua Sarana Prasarana

Selidiki Penyebab KRL Anjlok di Ciputat, KAI Cek Semua Sarana Prasarana

Megapolitan
Dinas SDA DKI: Pembangunan Sumur Resapan Telah Dievaluasi agar Berfungsi Optimal

Dinas SDA DKI: Pembangunan Sumur Resapan Telah Dievaluasi agar Berfungsi Optimal

Megapolitan
Wakil Camat Mampang: Sumur Resapan Telah Teruji Kurangi Genangan atau Banjir

Wakil Camat Mampang: Sumur Resapan Telah Teruji Kurangi Genangan atau Banjir

Megapolitan
16.035 Sumur Resapan Sudah Dibangun di Jakarta, Targetnya 1.150.242

16.035 Sumur Resapan Sudah Dibangun di Jakarta, Targetnya 1.150.242

Megapolitan
Perintah Anies: Sumur Resapan Harus Berfungsi Optimal dan Jangan Membahayakan!

Perintah Anies: Sumur Resapan Harus Berfungsi Optimal dan Jangan Membahayakan!

Megapolitan
KRL Anjlok di Ciputat, Penumpang Sebut Keberangkatan Kereta dari Stasiun Tanah Abang Telat 1 Jam

KRL Anjlok di Ciputat, Penumpang Sebut Keberangkatan Kereta dari Stasiun Tanah Abang Telat 1 Jam

Megapolitan
Anies Instruksikan Anak Buah Evaluasi Pembangunan Sumur Resapan

Anies Instruksikan Anak Buah Evaluasi Pembangunan Sumur Resapan

Megapolitan
DPRD DKI Ancam Coret Anggaran Proyek Sumur Resapan 2 Tahun Berturut-turut

DPRD DKI Ancam Coret Anggaran Proyek Sumur Resapan 2 Tahun Berturut-turut

Megapolitan
Sumur Resapan Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi, Komisi D DPRD DKI Curiga Perencanaannya Salah

Sumur Resapan Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi, Komisi D DPRD DKI Curiga Perencanaannya Salah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.