Masih Ada 50 PKL Senen yang Menolak Direlokasi ke Pasar Baru Metro Atom

Kompas.com - 03/12/2019, 19:53 WIB
Kondisi PKL Senen, Jakarta Pusat yang semrawut, Jumat (15/11/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAKondisi PKL Senen, Jakarta Pusat yang semrawut, Jumat (15/11/2019).
Penulis Cynthia Lova
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara mengatakan, ada sekitar 50 pedagang kaki lima (PKL) Senen yang tetap bersikeras tidak mau direlokasi ke Pasar Baru Metro Atom.

Menurut Bayu, ada beberapa PKL yang hanya mau dipindah ke Pasar Senen Blok III. Namun, di satu sisi Pemerintah Kota Jakarta Pusat berniat memindahkan PKL Senen ke Pasar Baru Metro Atom lantaran PKL tidak mau direlokasi ke Pasar Kenari dengan alasan khawatir akan sepi pembeli.

“Iya hanya sebagian yang mau pindah, tetapi ada sekitar 50-an atau 39-an yang tetap ngotot di Blok III Pasar Senen,” ujar Bayu di Balai Kota Jakarta, Senin (3/12/2019).

Meski demikian, Bayu memperbolehkan para PKL pindah ke Pasar Senen Blok III jika memang mereka bersikeras.

Baca juga: Wakil Wali Kota Jakpus Sebut Ada Ormas Kuasai PKL Senen, Menghasut Agar Tolak Relokasi

Namun, kata Bayu, asal PKL tersebut bersedia membeli kios di Pasar Senen Blok III yang memiliki harga rata-rata Rp 270 juta.

“Ya silakan saja (pindah) ke Blok 3, itu kan milik PD Pasar Jaya. Kami sudah berkoordinasi dengan PD Pasar, kalau semua pedagang ya tidak cukup tempatnya. Kalau mau mereka daftar saja di sana. Karena mekanismenya (untuk bayar) ya PD Pasar,” kata Bayu.

Bayu mengatakan, hanya ada 35 kios yang kosong di Pasar Senen Blok III. Sehingga menurut dia, tempat tersebut tidak cukup menampung seluruh PKL Senen yang berjumlah 104.

“Pasar blok 3 ada 35 blok yang kosong. Itu tempatnya tidak cukup kalau untuk 104 pedagang, jadi mau tidak mau harus dipindah ke Pasar Baru Metro Atom,” ucap Bayu.

Ia mengatakan, ada 108 kios yang disiapkan di Pasar Metro Baru Atom untuk merelokasi para PKL Senen.

Baca juga: Menolak Dipindah ke Pasar Kenari, PKL Senen Akan Direlokasi ke Pasar Baru Metro Atom

Saat ini PD Pasar Jaya sebagai pengelola Pasar Metro Baru Atom tengah memperbaiki pasar tersebut sebelum nantinya para PKL pindah ke kawasan itu.

“Insya Allah minggu depan selesai perbaikan. Itu katanya eks tempat biliar jadi memang ada yang harus diperbaiki,” tandasnya.

Adapun sebelumnya, Pasar Senen habis dilalap api pada 2017 lalu. Akibat peristiwa itu pedagangnya terpencar demi menjajakan dagangannya.

Pasa pedagang yang berjualan di bahu Jalan Raya Senen ini rupanya membuat kawasan itu semakin kumuh dan semrawut.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X