Pemkot Tangsel Minta BPBD dan Warga Pangkas Pohon di Lokasi Longsor

Kompas.com - 03/12/2019, 21:34 WIB
Bencana tanah longsor terjadi di Kampung Kademangan RT 04/03, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Senin (2/12/2019).  Diduga, peristiwa tersebut terjadi karena kontruksi turap yang menopang tanah tidak kuat. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiBencana tanah longsor terjadi di Kampung Kademangan RT 04/03, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Senin (2/12/2019). Diduga, peristiwa tersebut terjadi karena kontruksi turap yang menopang tanah tidak kuat.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan masyarakat untuk menebang pohon bambu yang berada di sekitar lokasi longsor Kampung Kademangan RT 04/03, Keranggan, Setu, Tangerang Selatan, Senin (2/12/2019).

Penebangan tersebut dilakukan untuk mengurangi beban yang disinyalir dapat mempercepat terjadinya longsor.

"Saya minta BPBD, Camat dan masyarakat untuk melakukan penebangan pohon-pohon karena khawatir saat longsor membawa beban yang terlampau berat," ujar Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie di Pemkot Tangasel, Selasa (3/12/2019).

Selain menebang pohon, Benyamin juga mengimbau kepada masyarakat untuk konsultasi jika ingin melakukan pembangunan turap. Terlebih lokasinya berdekatan dengan akses jalan yang dilalui kendaraan.

Baca juga: BPPT: Longsor di Setu, Tangsel karena Permukiman Penduduk yang Padat

"Yang tidak kalah penting saya juga minta ke Dinas Pekerjaan Umum, kalau masyarakat ingin buat turap konsul ke kita takutnya salah hitung. Selama ini masyarakat nggak ada konsultasi. Secara mandiri aja paling itung itungan tukang," tuturnya.

Pengawasan Pemkot Tangsel kian digencarkan setelah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyampaikam hasil penelitiannya tentang beberapa titik rawan terjadinya longsor.

"Dari kajian peneliti BPPT yang mensinyalir tanah di Setu itu rawan pergerakan. Jadi saat ini juga mengingatkan warga untuk tidak membangun pada titik rawan longsor. Titik rawan dimana saya masih mencari informasi dari mereka karena tidak disebutkan dalam kajian tapi kajian ilmiah itu harus di pedomani," tutupnya.

Sebelumnya, bencana longsor di lokasi terjadi pada pukul 16.00 WIB, setelah hujan deras yang mengguyur pada Senin, siang.

Kejadian tersebut menimpa seorang wanita bernama Anggi Febriyanti (26) dan anaknya Z (3) yang sedang melintas dengan sepeda motor di lokasi.

Korban Anggi tewas setelah tertimbun tanah dan puing. Sedangkan anaknya Z mengalami luka lebam pada sekitar wajahnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengelola Pabrik Diimbau Gelar Tes Massal untuk Cegah Penularan Covid-19

Pengelola Pabrik Diimbau Gelar Tes Massal untuk Cegah Penularan Covid-19

Megapolitan
Ini Alasan Reklamasi Ancol Belum Kuat Dasar Hukumnya

Ini Alasan Reklamasi Ancol Belum Kuat Dasar Hukumnya

Megapolitan
UPDATE 10 Juli: Tak Ada Penambahan Kasus, 8 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Sembuh

UPDATE 10 Juli: Tak Ada Penambahan Kasus, 8 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Sembuh

Megapolitan
993 ASN Kota Tangerang Disebar untuk Awasi Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19

993 ASN Kota Tangerang Disebar untuk Awasi Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19

Megapolitan
Polisi Sebut 3 Oknum Pilot yang Ditangkap Sudah Pakai Sabu Lebih dari 3 Tahun

Polisi Sebut 3 Oknum Pilot yang Ditangkap Sudah Pakai Sabu Lebih dari 3 Tahun

Megapolitan
Pemkab Bekasi Berencana Pantau Karyawan Perusahaan Selama 24 Jam lewat Aplikasi

Pemkab Bekasi Berencana Pantau Karyawan Perusahaan Selama 24 Jam lewat Aplikasi

Megapolitan
Pilot Ditangkap karena Gunakan Sabu, Polisi: Alasannya untuk Konsentrasi

Pilot Ditangkap karena Gunakan Sabu, Polisi: Alasannya untuk Konsentrasi

Megapolitan
New Normal, Bandara Soekarno-Hatta Terapkan Tiga Lapis Keamanan

New Normal, Bandara Soekarno-Hatta Terapkan Tiga Lapis Keamanan

Megapolitan
Ini Fasilitas Baru di Bandara Soetta untuk Terapkan Protokol Kesehatan di Era New Normal

Ini Fasilitas Baru di Bandara Soetta untuk Terapkan Protokol Kesehatan di Era New Normal

Megapolitan
Perusahaan Hitachi Kembali Beroperasi Setelah Ditutup karena Karyawan Positif Covid-19

Perusahaan Hitachi Kembali Beroperasi Setelah Ditutup karena Karyawan Positif Covid-19

Megapolitan
Politisi PDI-P Wanti-wanti Pemprov Tak Pakai APBD untuk Reklamasi Ancol

Politisi PDI-P Wanti-wanti Pemprov Tak Pakai APBD untuk Reklamasi Ancol

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Tangerang Justru Siapkan Wisata Air

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Tangerang Justru Siapkan Wisata Air

Megapolitan
3 Pilot Ditangkap karena Kasus Sabu, 2 Orang dari Maskapai Pelat Merah

3 Pilot Ditangkap karena Kasus Sabu, 2 Orang dari Maskapai Pelat Merah

Megapolitan
UPDATE 10 Juli: Pasien Sembuh Covid-19 di Tangsel Tambah 15 Orang, Totalnya Kini 301

UPDATE 10 Juli: Pasien Sembuh Covid-19 di Tangsel Tambah 15 Orang, Totalnya Kini 301

Megapolitan
[UPDATE] Grafik Covid-19 10 Juli di Depok: Tambah 23 Pasien Pulih

[UPDATE] Grafik Covid-19 10 Juli di Depok: Tambah 23 Pasien Pulih

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X