Polisi Periksa Dua Mahasiwa Terkait Penemuan Jenazah Bayi di Dalam Asrama

Kompas.com - 04/12/2019, 17:56 WIB
Ilustrasi bayi ShutterstockIlustrasi bayi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Polsek Jagakarsa memeriksa dua mahasiswa terkait penemuan jenazah bayi di dalam asrama mahasiswa Maluku Utara di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Dua mahasiswa itu merupakan pihak yang pertama kali menemukan bayi perempuan tersebut. Hal tersebut dikatakan Kapolsek Jagakarsa, Komisaris Polisi Harsono saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

"Yang sudah kita periksa dua. Mereka yang menemukan itu (jenazah bayi)," kata Harsono.

Harsono menjelaskan awal mula dua saksi tersebut menemukan jenazah bayi itu.

Semua berawal ketika salah seorang saksi mencium bau tidak sedap dari arah ruangan kosong di belakang asrama. Saat ditelusuri, rupanya bau tidak sedap itu datang dari jenazah bayi perempuan tersebut.

Baca juga: Bayi Perempuan Ditemukan Tewas Terbungkus Kain di Asrama Mahasiswa

Bayi itu ditemukan dalam kondisi terbungkus kain.

"Kami terima laporan pukul 19.00 WIB. Petugas langsung datang ke lokasi lakukan pengecekan," ucap dia.

Jenazah pun langsung dibawa ke RSUP Fatmawati untuk dilakukan otopsi.

Untuk asal usul bayi, Harsono belum bisa menjelaskan hal tersebut. Dia tidak bisa menyimpulkan jika bayi tersebut adalah hasil hubungan gelap antara mahasiswa di dalam asrama.

"Informasinya asrama itu jarang dipakai. Asrama laki-laki semua," tutup dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Megapolitan
Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Megapolitan
KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

Megapolitan
Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Megapolitan
Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Megapolitan
Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Megapolitan
Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Megapolitan
Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Megapolitan
Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Megapolitan
Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Megapolitan
Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Megapolitan
Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Megapolitan
Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Megapolitan
PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

Megapolitan
Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X