Kompas.com - 04/12/2019, 19:04 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Tengah) bersama jajaran polisi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (4/12/2019), saat konferensi pers pengungkapan kasus peredaran narkoba di Jakarta. KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Tengah) bersama jajaran polisi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (4/12/2019), saat konferensi pers pengungkapan kasus peredaran narkoba di Jakarta.
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengedar narkoba jenis sabu jaringan Palembang-Jakarta berinisial M, yang ditembak mati polisi di wilayah Jakarta Timur, disebut mendapat upah sebesar Rp 20 juta untuk sekali transaksi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, M mendapat upah uang tersebut dari bandar sabu berinisial A yang kini masih diburu polisi.

"Dari keterangan awal, memang dia mendapat upah skitar Rp 20 juta untuk setiap pengiriman satu kilogram. Bahkan kontrakan untuk M dibayarkan oleh A sekitar Rp 10 juta," kata Yusri di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (4/12/2019).

Berdasarkan penyelidikan polisi, M diketahui telah empat kali lakukan transaksi sabu dalam jumlah besar kepada para pemesan.

Baca juga: Polisi Tembak Mati Pengedar Sabu Berbungkus Kotak Teh China

"M menjual partai besar dilihat dari timbangannya besar dan ukurannya minimal yang dijual 200 gram," kata Yusri.

M dideteksi empat kali transaksi sabu dalam jumlah besar, minimal dalam satu kaki transaksi 5 kilogram.

"Barang bukti yang berhasil disita adalah sisa dari empat kali yang bersangkutan menerima barang dari bandar untuk diedarkan," ujar Yusri.

Adapun M ditangkap polisi saat hendak transaksi di depan Gedung Balai Sudirman, Jakarta Selatan pada Minggu (1/12/2019) lalu. Dari tangan M juga diamankan barang bukti sabu seberat 990 gram yang dibungkus dalam kemasan teh China.

Kemudian polisi juga menggeledah rumah kontrakan M di Jalan Kebon Nanas Selatan I dan mengamankan sabu seberat 2,2 kilogram.

M juga sempat menunjukkan tiga tempat persembunyian A kepada polisi. Namun, A selalu tidak ada di lokasi dan masih diburu hingga kini.

"Di tempat ketiga, M sempat merebut senjata, sempat terjadi perkelahian, dengan prosedur SOP, pelaku M alias A kita lumpuhkan dan tertembak sehingga meninggal dunia," ujar Yusri.

M tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Hingga kini polisi masih memburu A.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

26 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi pada 13 Mei 2021

26 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi pada 13 Mei 2021

Megapolitan
Selama Masa Libur Lebaran, TMII Beroperasi Pukul 06.00 - 20.00 WIB

Selama Masa Libur Lebaran, TMII Beroperasi Pukul 06.00 - 20.00 WIB

Megapolitan
Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran di Matraman

Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran di Matraman

Megapolitan
Tamu Hotel Direkam Saat Mandi, Bobobox Dukung Korban Tempuh Jalur Hukum

Tamu Hotel Direkam Saat Mandi, Bobobox Dukung Korban Tempuh Jalur Hukum

Megapolitan
Lebaran Hari Pertama, 25.000 Orang Berwisata ke Ancol

Lebaran Hari Pertama, 25.000 Orang Berwisata ke Ancol

Megapolitan
Lebaran di Tengah Pandemi, Lapas Kelas II Perempuan Tangerang Sediakan Layanan Video Call Gratis bagi Warga Binaan

Lebaran di Tengah Pandemi, Lapas Kelas II Perempuan Tangerang Sediakan Layanan Video Call Gratis bagi Warga Binaan

Megapolitan
115 Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas II Tangerang Dapat Remisi Lebaran

115 Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas II Tangerang Dapat Remisi Lebaran

Megapolitan
Gerbang Masuk Taman Impian Jaya Ancol Dipadati Antrean Kendaraan

Gerbang Masuk Taman Impian Jaya Ancol Dipadati Antrean Kendaraan

Megapolitan
Ancol Ramai Pengunjung, Jadi Tempat Liburan hingga Pengganti Mudik

Ancol Ramai Pengunjung, Jadi Tempat Liburan hingga Pengganti Mudik

Megapolitan
Ramainya Peziarah Kubur Saat Lebaran di Bekasi, Warga Mengaku Tak Bisa Begitu Saja Hentikan Tradisi

Ramainya Peziarah Kubur Saat Lebaran di Bekasi, Warga Mengaku Tak Bisa Begitu Saja Hentikan Tradisi

Megapolitan
Sudah Diimbau, Ada Jemaah Tak Pakai Masker dan Kontak Fisik Saat Shalat Id di Masjid Al Karim Tangerang

Sudah Diimbau, Ada Jemaah Tak Pakai Masker dan Kontak Fisik Saat Shalat Id di Masjid Al Karim Tangerang

Megapolitan
TPU Utan Jati Ditutup, Peziarah Cari Celah Masuk di Sekitar Permukiman Warga

TPU Utan Jati Ditutup, Peziarah Cari Celah Masuk di Sekitar Permukiman Warga

Megapolitan
Penangguhan Tahanan Belum Dikabulkan, Rizieq Shihab Rayakan Idul Fitri di Rutan Bareskrim Polri

Penangguhan Tahanan Belum Dikabulkan, Rizieq Shihab Rayakan Idul Fitri di Rutan Bareskrim Polri

Megapolitan
Lebaran Hari Pertama, Tercatat Lebih dari 4.000 Pengunjung Masuk TMII hingga Pukul 12 Siang

Lebaran Hari Pertama, Tercatat Lebih dari 4.000 Pengunjung Masuk TMII hingga Pukul 12 Siang

Megapolitan
Ziarah Makam di Jatimulya Bekasi, Macet Hampir 2 Km, Banyak Peziarah Tak Bermasker

Ziarah Makam di Jatimulya Bekasi, Macet Hampir 2 Km, Banyak Peziarah Tak Bermasker

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X