Saran Samsat kepada Penerima KJP yang Identitasnya Dicatut untuk Beli Mobil

Kompas.com - 04/12/2019, 21:31 WIB
Dimas Agung dan Petugas BPRD DKI Jakarta serta SamsatJakarta Barat saat melakukan peninjauan kerumah pemilik mobil mewah jenis Rolls Royce Phantom dengan nomor pelat B 5 ARI di Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (19/11/2019)  KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARDimas Agung dan Petugas BPRD DKI Jakarta serta SamsatJakarta Barat saat melakukan peninjauan kerumah pemilik mobil mewah jenis Rolls Royce Phantom dengan nomor pelat B 5 ARI di Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (19/11/2019)
Penulis Cynthia Lova
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Unit PKB dan BBN-KB Samsat Jakarta Pusat Manarsar Simbolon menyarankan agar penerima Kartu Jakarta Pintar ( KJP) segera memblokir data kepemilikan kendaraan jika identitasnya digunakan oknum untuk beli mobil mewah.

“Blokir nomor mobil itu, kita sendiri yang ke Samsat untuk memblokirnya jika merasa identitas kita udak digunakan oleh lain orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Manarsar saat dihubungi, Rabu (3/12/2019).

Ia mengatakan, jika memang ketahuan identitas penerima KJP itu digunakan untuk beli mobil mewah, maka hak penerimaan KJP tersebut akan dicabut.

Sebab lanjut Manarsar, verifikasi data kepemilikan kendaraan bermotor calon penerima KJP dapat terdeteksi.


Baca juga: Hindari Pajak, Oknum Pinjam Identitas Penerima KJP untuk Beli Mobil Mewah

"Soal KJP, kita lakukan check clearance terhadap calon penerima, sesuai Pergub 47 Tahun 2019 mengenai Permohonan Izin dan Layanan Pajak, itu berkaitan dengan penyelesaian terhadap kewajiban perpajakan,” kata Manarsar.

Melalui pengecekan tersebut, kata Manarsar, pihak Samsat bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Dinas Pendidikan untuk mengecek harta kepemilikan kendaraan bermotor pendaftar KJP.

"KJP itu kan diperuntukkan untuk orang-orang yang pantas diberikan, kalau setelah diperiksa dia (penerima) ngaku punya mobil, kemungkinan KJP-nya jadi tidak sesuai lagi (dicabut)," tambahnya.

Untuk diketahui, ribuan mobil di kawasan Jakarta Pusat diblokir Samsat Jakarta Pusat. Adapun mobil yang diblokir, yakni 3.916 dan di antaranya 75 mobil mewah yang ditemukan pemiliknya diketahui menggunakan Kartu Jakarta Pintar.

Mereka yang diblokir biasanya ditemukan menggunakan identitas palsu atau identitas orang lain agar terhindar dari pajak progresif.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X