E-Drives Diresmikan, Kapolda: Polisi Tak Bisa Lagi Bantu yang Tak Lulus Ujian SIM

Kompas.com - 05/12/2019, 12:31 WIB
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono saat meluncurkan e-DRIVES di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2019). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAKapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono saat meluncurkan e-DRIVES di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono resmi meluncurkan sistem uji praktik pembuatan SIM secara elektronik yang biasa disebut  e-Drives.

Menurut Gatot, peluncuran e-Drives diharapkan dapat mengurangi perilaku anggota kepolisian yang membantu meloloskan pemohon SIM.

Saat ini, pembuatan SIM di Polda Metro Jaya telah berbasis komputer, termasuk ujian tertulis.

"Ini (e-Drives) untuk mengurangi kebiasaan buruk anggota kita yang kalau mempunyai teman enggak lulus (uji SIM), dibantu. Ke depan enggak bisa lagi, kalau enggak lulus, ya enggak lulus," kata Gatot di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (5/12/2019).

Baca juga: Pembuatan SIM dengan e-Drives Gunakan 4 Sensor Elektronik, Begini Cara Kerjanya

Ada empat jenis sensor yang dipasang di kendaraan maupun lokasi pengujian SIM pada sistem e-Drives.

Keempat sensor tersebut adalah Radio Frequency Identifiqation (RFID) yang dipasang pada kendaraan, passive infrared di garis awal dan akhir, vibration sensor pada patok jalur uji SIM, dan sensor ultrasonik pada mobil untuk uji SIM A.

Saat kendaraan melakukan uji praktek pembuatan SIM, data dari masing-masing sensor akan dikirimkan langsung ke server yang ada di ruang monitoring.

Nantinya, data yang dikirimkan dari sensor-sensor itu diolah menjadi data statistik untuk dijadikan laporan penilaian dalam uji SIM.

Uji SIM dengan sistem e-Drives ini dapat digunakan bagi warga yang hendak mendapatkan SIM A ataupun SIM C.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengungkapkan, jika pengemudi menabrak patok jalur uji SIM sebanyak dua kali, maka secara otomatis pengemudi tersebut tidak lolos uji SIM.

"Kalau sampai terkena (patok jalur uji SIM) dua kali, tidak akan lulus. Harus mengulang lagi (uji SIM)," ungkap Yusuf.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sepekan Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Terbanyak Ada di Jakarta Pusat

Sepekan Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Terbanyak Ada di Jakarta Pusat

Megapolitan
Imam Budi Minta Kepastian Nasib Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19

Imam Budi Minta Kepastian Nasib Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Angkot Hanya Bisa Angkut 5 Penumpang Saat PSBB Jakarta, Melanggar Kena Sanksi hingga Rp 150 Juta

Angkot Hanya Bisa Angkut 5 Penumpang Saat PSBB Jakarta, Melanggar Kena Sanksi hingga Rp 150 Juta

Megapolitan
Polisi Periksa Rekaman CCTV Bandara Soetta Berkait Pelecehan Seksual Saat Rapid Test

Polisi Periksa Rekaman CCTV Bandara Soetta Berkait Pelecehan Seksual Saat Rapid Test

Megapolitan
Polda Metro Bentuk Tim Khusus Buru Bandar Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang

Polda Metro Bentuk Tim Khusus Buru Bandar Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Pemprov DKI Kian Masif Gerebek Lumpur Jelang Musim Hujan

Pemprov DKI Kian Masif Gerebek Lumpur Jelang Musim Hujan

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Tempat Tak Memadai Akan Dijemput ke Stadion Patriot Chandrabaga

Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Tempat Tak Memadai Akan Dijemput ke Stadion Patriot Chandrabaga

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Penusukan yang Viral di Media Sosial

Polisi Tangkap Pelaku Penusukan yang Viral di Media Sosial

Megapolitan
Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Benyamin Davnie Tak Setuju Pilkada Tangsel Ditunda

Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Benyamin Davnie Tak Setuju Pilkada Tangsel Ditunda

Megapolitan
Belum Bayar Uang Kos, Motif Pasangan Kekasih Fajri dan Laeli Mutilasi Rinaldi

Belum Bayar Uang Kos, Motif Pasangan Kekasih Fajri dan Laeli Mutilasi Rinaldi

Megapolitan
369 Karyawan Pabrik Epson Cikarang Terpapar Covid-19

369 Karyawan Pabrik Epson Cikarang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Siti Nur Azizah Tak Masalah jika Pilkada Tangsel Ditunda demi Keselamatan Rakyat

Siti Nur Azizah Tak Masalah jika Pilkada Tangsel Ditunda demi Keselamatan Rakyat

Megapolitan
RSD Wisma Atlet Dikabarkan Penuh Pasien Covid-19, Begini Faktanya

RSD Wisma Atlet Dikabarkan Penuh Pasien Covid-19, Begini Faktanya

Megapolitan
Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Rencanakan Pelarian Sejak 6 Bulan Lalu

Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Rencanakan Pelarian Sejak 6 Bulan Lalu

Megapolitan
Tak Gunakan Masker Medis dan Kain, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Dilarang Masuk

Tak Gunakan Masker Medis dan Kain, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Dilarang Masuk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X