Kompas.com - 05/12/2019, 18:41 WIB
Sketsa rancangan arena taman dan skatepark di kolong Tol Jatiasih, Kota Bekasi. Dok. Pemkot BekasiSketsa rancangan arena taman dan skatepark di kolong Tol Jatiasih, Kota Bekasi.

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi berencana menyulap area kolong Tol Jatiasih menjadi taman dan skatepark. Saat ini, pembangunannya sudah hampir rampung.

"Perkembangan pembuatan taman-skatepark ini sudah berjalan hampir selesai, sudah sampai 75 persen untuk sampai saat ini," kata Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhiato melalui keterangan persnya setelah mengunjungi lokasi pembangunan skatepark tersebut, Kamis (5/12/2019) siang.

"Sudah hampir rampung dengan sempurna. Mudah-mudahan dua atau tiga minggu ke depan kita akan bisa menikmati," ujar dia.

Baca juga: [BERITA FOTO] Pembangunan Skatepark di Kolong Flyover Pasar Rebo

Tri menyatakan, pembangunan skatepark ini menggunakan dana APBD. Ia menyatakan, biaya pembangunannya tak begitu besar.

"Menggunakan APBD, tapi kisarannya tidak sampai nominal Rp 100 juta," kata politikus PDI-P tersebut.

Tri berharap, jika taman dan skatepark di kolong Tol Jatiasih itu sudah rampung, warga Kota Bekasi bisa memanfaatkannya secara bertanggung jawab.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain di kolong Tol Jatiasih, Pemerintah Kota Bekasi juga berencana memanfaatkan area di kolong flyover Rawa Panjang, Pekayon untuk dijadikan skatepark sekaligus arena bermain BMX. Namun, pembangunannya belum terlaksana karena flyover Rawa Panjang saat ini belum rampung dibangun.

Skatepark di Jatiasih dan Rawa Panjang dibangunsetelah  ada permintaan dari para pegiat skateboard yang merasa tak punya lagi lahan bermain. Pasalnya, arena Tugu Skateboard di Pekayon yang dibuka 2012 telah ditutup.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cari Pahlawan Pandemi, KG Media Ajak Masyarakat Donasi Darah dan Plasma Konvalesen

Cari Pahlawan Pandemi, KG Media Ajak Masyarakat Donasi Darah dan Plasma Konvalesen

Megapolitan
Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Kasus Makelar Kremasi Jenazah Pasien Covid-19

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Kasus Makelar Kremasi Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Antre sejak Pagi, 500 Pelaku UMKM dan Sopir Angkot di Kota Bogor Ikuti Vaksinasi Massal Covid-19

Antre sejak Pagi, 500 Pelaku UMKM dan Sopir Angkot di Kota Bogor Ikuti Vaksinasi Massal Covid-19

Megapolitan
Gelar Pesta Ulang Tahun Saat PPKM Level 4, Seleb Tiktok Akan Disidang Pidana Ringan

Gelar Pesta Ulang Tahun Saat PPKM Level 4, Seleb Tiktok Akan Disidang Pidana Ringan

Megapolitan
Suami Bunuh Istri di Jagakarsa gara-gara Cemburu hingga Pendam Dendam 5 Tahun

Suami Bunuh Istri di Jagakarsa gara-gara Cemburu hingga Pendam Dendam 5 Tahun

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Jakarta Turun Jadi 150 RT, Ini Sebarannya

Zona Merah Covid-19 di Jakarta Turun Jadi 150 RT, Ini Sebarannya

Megapolitan
Anies: Jangan Jadi Penjahat Kemanusiaan di Tengah Pandemi Covid-19

Anies: Jangan Jadi Penjahat Kemanusiaan di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Tega Bunuh Istrinya, Lansia 70 Tahun di Jagakarsa Ditetapkan Jadi Tersangka

Tega Bunuh Istrinya, Lansia 70 Tahun di Jagakarsa Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
340 Nakes di Jakarta Pusat Positif Covid-19, Kebanyakan Isolasi Mandiri di Rumah

340 Nakes di Jakarta Pusat Positif Covid-19, Kebanyakan Isolasi Mandiri di Rumah

Megapolitan
Sempat Capai 93 Persen, BOR Khusus Covid-19 di RS Kota Tangerang Kini 73 Persen

Sempat Capai 93 Persen, BOR Khusus Covid-19 di RS Kota Tangerang Kini 73 Persen

Megapolitan
Polisi: Pembuat Pesan Berantai 'Diperas Kartel Kremasi' Bukan Pemilik Nota Pembayaran Rp 45 Juta

Polisi: Pembuat Pesan Berantai 'Diperas Kartel Kremasi' Bukan Pemilik Nota Pembayaran Rp 45 Juta

Megapolitan
Polisi Tangkap Pasutri yang Jual Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

Polisi Tangkap Pasutri yang Jual Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

Megapolitan
Warga Pamulang Digegerkan Temuan Jasad Bayi di Selokan Penuh Sampah

Warga Pamulang Digegerkan Temuan Jasad Bayi di Selokan Penuh Sampah

Megapolitan
Polisi Minta Pemilik Warung Ingatkan Pelanggan Soal Aturan Makan 20 Menit

Polisi Minta Pemilik Warung Ingatkan Pelanggan Soal Aturan Makan 20 Menit

Megapolitan
Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, tapi Angka Kematian Masih Tinggi

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, tapi Angka Kematian Masih Tinggi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X