Selain Banjir, Rumah Warga Cipinang Melayu Juga Rusak Akibat Proyek Tol Becakayu

Kompas.com - 05/12/2019, 20:02 WIB
Lokasi proyek Tol Becakayu yang berdampingan langsung dengan wilayah RW 011, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (5/12/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVILokasi proyek Tol Becakayu yang berdampingan langsung dengan wilayah RW 011, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (5/12/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) membawa dampak bagi warga RW 011, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Selain kerap tergenang banjir, warga juga mengalami kerugian berupa rusaknya rumah akibat proyek tersebut. Tembok hingga atap rumah warga retak serta amblas.

Hal itu imbas dari proyek yang tepat berdampingan dengan wilayah RW 011.

Ketua RT 05, Komarudin mengatakan, penderitaan itu sudah dirasakan warganya sejak 2016. Sebanyak 33 rumah kerap tergenang banjir dan sekitar 10 rumah mengalami kerusakan.

"Selama empat tahun ini kita banyak sekali alami penderitaan. Banjir terus, rumah pada rusak, kita betulin sendiri. Rumah itu pada rusak getar kalau mobil alat berat itu lewat. Belum lagi, paku bumi itu atap kita pada rusak, amblas," kata Komarudin di lokasi, Kamis (5/12/2019).

Baca juga: Warga Cipinang Melayu Keluhkan Banjir Imbas Proyek Tol Becakayu

Komarudin menjelaskan, sebelum adanya proyek, wilayahnya tidak pernah tergenang banjir.

"Tahu banjir Jakarta siklus lima tahun kan? Kita got luber saja tidak pernah. Got kita kering. Pas ada proyek ini aja kita menderita semua, banjir terus tiap hujan. Barang-barang rumah pada rusak semua," ujar Komarudin.

Dia mengungkapkan, hingga saat ini belum ada solusi dari pemerintah atau kontraktor guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

Beberapa kali pertemuan antara warga dan pihak kontraktor sudah terjadi. Namun, belum ada aksi dari kontraktor yang langsung bisa menyelesaikan masalah.

"Kita sudah sering bersurat, bahkan beberapa kali ketemu kontraktor cuma tidak pernah ada aksi. Ganti rugi pun tidak pernah ada sampai sekarang," ujar Komarudin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waktu Keberangkatan MRT Jakarta Alami Penyesuaian Mulai 1 Maret

Waktu Keberangkatan MRT Jakarta Alami Penyesuaian Mulai 1 Maret

Megapolitan
Viral, Video Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen di Jalan Jenderal Sudirman

Viral, Video Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
5.532 Meter Jalan Rusak di Kota Tangerang Diperbaiki, Wali Kota: Semoga Menambah Kenyamanan

5.532 Meter Jalan Rusak di Kota Tangerang Diperbaiki, Wali Kota: Semoga Menambah Kenyamanan

Megapolitan
Cari Penjambret Kalung Emas 16 Gram di Pondok Cabe, Polisi: Motor Pelaku Tanpa Plat Nomor, Tak Ada Rekaman CCTV Lain

Cari Penjambret Kalung Emas 16 Gram di Pondok Cabe, Polisi: Motor Pelaku Tanpa Plat Nomor, Tak Ada Rekaman CCTV Lain

Megapolitan
Angka Positif Covid-19 di Kota Tangerang Turun, Wali Kota dan Dinkes Sama-sama Sebut karena PPKM Mikro

Angka Positif Covid-19 di Kota Tangerang Turun, Wali Kota dan Dinkes Sama-sama Sebut karena PPKM Mikro

Megapolitan
Video Aksinya Viral, Penjambret Handphone 4 Remaja Sudah Ditangkap Polisi

Video Aksinya Viral, Penjambret Handphone 4 Remaja Sudah Ditangkap Polisi

Megapolitan
Belajar dari Lokasi Penembakan di Cengkareng, Wagub DKI Ajak Warga Aktif Laporkan Pelanggaran Jam Operasional

Belajar dari Lokasi Penembakan di Cengkareng, Wagub DKI Ajak Warga Aktif Laporkan Pelanggaran Jam Operasional

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Megapolitan
Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Megapolitan
HeliCity, Layanan Taksi Helikopter Terbang Menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Sebaliknya

HeliCity, Layanan Taksi Helikopter Terbang Menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Sebaliknya

Megapolitan
2 Bantuan Biaya Kuliah Sedang Dibuka bagi Warga Jakarta, Ini Beda KIP dan KJMU

2 Bantuan Biaya Kuliah Sedang Dibuka bagi Warga Jakarta, Ini Beda KIP dan KJMU

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021, Ini Syarat dan Cara Daftar demi Bantuan Kuliah Rp 9 Juta

Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021, Ini Syarat dan Cara Daftar demi Bantuan Kuliah Rp 9 Juta

Megapolitan
Penjambretan Marak di Tangsel, Korbannya Bocah hingga Lansia

Penjambretan Marak di Tangsel, Korbannya Bocah hingga Lansia

Megapolitan
Terjaring Razia Protokol Kesehatan, Millen Cyrus Positif Konsumsi Benzo

Terjaring Razia Protokol Kesehatan, Millen Cyrus Positif Konsumsi Benzo

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X