Anggota DPRD DKI Minta RPH Babi di Kapuk Ditutup, Dirut Dharma Jaya Angkat Bicara

Kompas.com - 05/12/2019, 21:26 WIB
Hewan ternak babi yang siap dipotong di RPH Kapuk, Jakarta Barat, Kamis (5/12/2019) KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARHewan ternak babi yang siap dipotong di RPH Kapuk, Jakarta Barat, Kamis (5/12/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PD Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan salah satu fungsi Rumah Potong Hewan (RPH) babi di Kapuk untuk mengontrol peredaran hewan babi di Jakarta.

Hal ini untuk menanggapi permintaan Fraksi Gerindra dan Demokrat DPRD DKI Jakarta agar RPH babi itu ditutup.

"Kalau itukan (RPH) didirikan sebenernya untuk mengontrol peredaran daging babi di Jakarta," ujar Radit saat dikonfirmasi, Kamis (5/11/2019).


Tidak hanya fungsi kontrol, Radit juga mengatakan pemusatan RPH babi di Kapuk untuk memisahkan hewan halal dan tidak halal diperjualbelikan di Jakarta.

"Juga pemisahan antara halal dan haram kan pemotongan itu kita pisahin. Intinya itu sebenernya," tambah Radit.

Baca juga: Babi di Kapuk Jakbar Jalan dari Kandang ke Rumah Potong, Dharma Jaya Janji Siapkan Truk

Dengan alasan itulah, Radit mengatakan hingga saat ini produksi hewan potong babi di Kapuk masih berjalan normal seperti biasa. Walaupun keberadaan RPH di Jalan Pertenakan ini sempat disingggung oleh anggota DPRD DKI Jakarta.

Anggota DPRD DKI melihat banyak warga yang mengeluh terkait keberadaan RPH.

Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menutup Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Babi yang berada di Kapuk, Jalan Peternakan, Kapuk, Jakarta Barat.

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Purwanto mengatakan, penutupan itu diminta karena keberadaan RPH dikeluhkan warga sekitar.

Baca juga: Menurut Anggota DPRD DKI, Warga Kapuk Sudah Lama Keluhkan RPH Babi

"Semestinya ditutup karena sudah bertentangan dengan Perda DKI nomor 4 tahun 2007 tentang pengendalian pemeliharaan dan peredaran unggas," kata Purwanto saat rapat pemandangan umum fraksi terhadap rancangan peraturan daerah (raperda) APBD 2020, di lantai 3, Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta, Desie Christhyana Sari mendukung agar  RPH Babi ditutup lantaran banyak dikeluhan dari warga sekitar Kapuk.

"Kita meminta agar rumah potong babi di daerah Kapuk Jakarta Barat segera ditutup karena meresahkan warga," tuturnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X