Jelang Akhir Tahun, Penjual Pernak-pernik di Asemka Sulap Toko Bertema Natal

Kompas.com - 06/12/2019, 13:37 WIB
Toko yang menjual tema Natal KOMPAS.com/ANGGITA NURLITASARIToko yang menjual tema Natal

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemeriahan perayaan Natal sudah terlihat di Pasar Asemka, Jakarta Barat sejak Jumat (6/12/2019) pagi.

Meskipun baru memasuki awal Desember, jejeran toko sepanjang jalan Asemka mulai memanjakan mata pembeli dengan warna warni hiasannya.

Menurut pantauan Kompas.com, salah satu toko yang ramai dikunjungi yakni Toko Indah Alam, yang berada tepat di bawah flyover Pasar Pagi Lama.

Pengunjung yang datang disambut dengan pohon-pohon dan musik khas tema Natal yang diperdengarkan.

Toko yang buka sejak pukul 08.00 pagi hingga 17.00 ini awalnya menjajakan bunga hingga pot untuk menghias rumah.

Namun, dalam menyambut hari Natal, toko tersebut berganti tema dengan berjualan perlengkapan Natal.

Pelayan toko pun menyebutkan bahwa tokonya ini sudah mengganti dengan tema Natal mulai sejak September 2019.

"Ini (tema) dari September, awalnya jualan bunga, pot", ujar Sari, pramuniaga Toko Surya saat ditemui di tokonya, Jumat (6/12/2019).

Menurut Sari, pergantian tema sendiri memang rutin dilakukan menyambut perayaan tertentu.

Pohon dan perlengkapan Natal pun juga berganti sesuai dengan banyaknya minat pembeli.

"Tiap tahunnya memang beda, misalkan dari pohon, yang ini (pohon Natal) baru, perpaduan warna hijau dan putih diujungnya, untuk harga berkisar Rp 2,3 juta rupiah dengan ketinggian 8 feet," ujar Nurlaila yang juga pelayan toko tersebut.

Toko ini pun memberikan diskon Natal sebesar 50 persen untuk setiap jenis barang, kecuali lampu hiasan yang dibanderol dengan harga normal.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSI Nilai Sikap Anies soal Toa dalam Hadapi Banjir Tak Konsisten dan Coba-coba

PSI Nilai Sikap Anies soal Toa dalam Hadapi Banjir Tak Konsisten dan Coba-coba

Megapolitan
Pemprov DKI Masih Kaji Perlombaan yang Boleh Diadakan Saat 17 Agustus

Pemprov DKI Masih Kaji Perlombaan yang Boleh Diadakan Saat 17 Agustus

Megapolitan
UPDATE 8 Agustus: Tambah 721 Kasus Positif Covid-19, DKI Kembali Catat Lonjakan Tertinggi

UPDATE 8 Agustus: Tambah 721 Kasus Positif Covid-19, DKI Kembali Catat Lonjakan Tertinggi

Megapolitan
Saluran Injeksi Bocor, Sebuah Truk Terbakar di Pinggir Tol Cakung

Saluran Injeksi Bocor, Sebuah Truk Terbakar di Pinggir Tol Cakung

Megapolitan
Sekelompok Warga Datangi Rumah Sakit di Grogol Minta Jenazah Dikeluarkan

Sekelompok Warga Datangi Rumah Sakit di Grogol Minta Jenazah Dikeluarkan

Megapolitan
Bantah Pasar Jaya, Pihak Keluarga Pastikan Satu Pedagang Pasar Mayestik Meninggal karena Covid-19

Bantah Pasar Jaya, Pihak Keluarga Pastikan Satu Pedagang Pasar Mayestik Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Hemat Pengeluaran Kuota Internet, Guru Diminta Manfaatkan Wifi Sekolah

Hemat Pengeluaran Kuota Internet, Guru Diminta Manfaatkan Wifi Sekolah

Megapolitan
Pemprov DKI Sebut Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung dan Tanjung Barat Bisa Jadi Ikon Jakarta

Pemprov DKI Sebut Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung dan Tanjung Barat Bisa Jadi Ikon Jakarta

Megapolitan
Kisah Surjana, Penjual Bendera Musiman yang Merantau ke Jakarta Sejak Umur 10 Tahun

Kisah Surjana, Penjual Bendera Musiman yang Merantau ke Jakarta Sejak Umur 10 Tahun

Megapolitan
Syarat Jadi Agen Detektif Wanita: Cantik dan Pintar Berkamuflase untuk Uji Kesetiaan Lelaki

Syarat Jadi Agen Detektif Wanita: Cantik dan Pintar Berkamuflase untuk Uji Kesetiaan Lelaki

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bagikan Ribuan Paket Sembako kepada Korban PHK Selama Pandemi

Pemkot Bekasi Bagikan Ribuan Paket Sembako kepada Korban PHK Selama Pandemi

Megapolitan
Sebuah Gudang di Penjaringan Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Sebuah Gudang di Penjaringan Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Jasa Detektif Wanita, Lihai Menggoda Pria-pria Nakal yang Tak Setia

Jasa Detektif Wanita, Lihai Menggoda Pria-pria Nakal yang Tak Setia

Megapolitan
Harga Bendera Merah Putih di Pinggir Jalan, Paling Murah Rp 15.000

Harga Bendera Merah Putih di Pinggir Jalan, Paling Murah Rp 15.000

Megapolitan
Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Penjaringan Terbakar

Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Penjaringan Terbakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X