Komisi D DPRD DKI Sindir Realisasi Pembangunan Rumah DP Rp 0 yang Jauh dari Target

Kompas.com - 06/12/2019, 14:46 WIB
Acara Festival Samawa DP 0 Rupiah di rusunami yang terletak di Jl H Naiman RT 01/02 Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Sabtu (31/8/2019) ini. DOK. Humas Pemerintah Provinsi DKI JakartaAcara Festival Samawa DP 0 Rupiah di rusunami yang terletak di Jl H Naiman RT 01/02 Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Sabtu (31/8/2019) ini.


JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyindir jumlah rumah susun sederhana milik (rusunami) down payment (DP) Rp 0 yang baru terjual 100 unit.

Anggota Komisi D Pantas Nainggolan mengatakan, realisasi yang dicapai Pemprov DKI saat ini masih sangat jauh dari penetapan target di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk membangun 250.000 unit rumah.

"Jauh itu. Kalau kita lihat, katakanlah ini sangat jauh dari kebutuhan dan sangat jauh juga dari RJPMD," ucap Pantas, di lantai 3, Gedung DPRD DKI, Jumat (6/12/2019).

Ia menilai, Pemprov DKI Jakarta terlalu lambat dalam membangun unit rumah. Seharusnya proyek perumahan bisa dikerjakan secara bertahap per tahun.

Namun, kenyataannya, pembangunan memakan waktu sangat lama, bahkan setelah dua tahun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin.

Baca juga: Banyak Pendaftar Tak Lolos Verifikasi Bank, Rusunami DP Rp 0 Baru Terjual 100 Unit dari 780 Unit

"Saya pikir enggak terlalu tinggi kalau itu dalam satu tahun sekian yang dibangun. Ini kan lima tahun. Sudah bisa diprediksi. Nah ini persoalannya tak ada lagi pekerjaan pembangunan rumah susun dalam satu tahun. Semuanya jadi tiga tahun, bayangkan multiyears," kata Pantas.

"Harusnya per tahun konsisten. 10.000 per tahun. Karena ini per 3 tahun multiyears mungkin hanya 5.000," lanjutnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menyebutkan, kesalahan Pemprov DKI Jakarta dalam menyediakan hunian bagi warga adalah terlalu terpaku pada program DP Rp 0.

Padahal, menurut dia, bisa dibangun rusunawa lainnya yang memiliki harga sewa rendah.

"Kesalahan pertama jawaban terhadap kebutuhan rumah yang didorong adalah DP 0 rupiah. Kesalahan kedua, pembangunan rumah susun yang seharusnya bisa dikejar dalam satu tahun anggaran menjadi tiga tahun anggaran. Padahal soal anggaran bisa lelang dipercepat," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok Minim Septic Tank, Paling Sedikit di Kecamatan Pancoran Mas

Depok Minim Septic Tank, Paling Sedikit di Kecamatan Pancoran Mas

Megapolitan
Serahkan Dua Nama Cawagub, Anies Harap DPRD Segera Proses Pemilihan Wakilnya

Serahkan Dua Nama Cawagub, Anies Harap DPRD Segera Proses Pemilihan Wakilnya

Megapolitan
Mal Cipinang Indah Masih Tutup karena Masalah Listrik, Ini Kata PLN

Mal Cipinang Indah Masih Tutup karena Masalah Listrik, Ini Kata PLN

Megapolitan
Perebutan Kursi Wagub DKI Jakarta, Pertaruhan Koalisi PKS dengan Gerindra

Perebutan Kursi Wagub DKI Jakarta, Pertaruhan Koalisi PKS dengan Gerindra

Megapolitan
Polisi Sita 1 Ton Ganja Sejak Desember 2019

Polisi Sita 1 Ton Ganja Sejak Desember 2019

Megapolitan
Ini Jenis Pelanggaran yang Akan Tertangkap Kamera ETLE untuk Pengendara Motor

Ini Jenis Pelanggaran yang Akan Tertangkap Kamera ETLE untuk Pengendara Motor

Megapolitan
Begini Desain Skybridge Penghubung Stasiun MRT ASEAN-Halte Transjakarta CSW

Begini Desain Skybridge Penghubung Stasiun MRT ASEAN-Halte Transjakarta CSW

Megapolitan
Melihat Lokasi Eksploitasi Seksual Anak di Kawasan Lokalisasi Gang Royal

Melihat Lokasi Eksploitasi Seksual Anak di Kawasan Lokalisasi Gang Royal

Megapolitan
Kelenteng Boen Tek Bio Siapkan 10.000 Hio untuk Sembahyang Saat Imlek

Kelenteng Boen Tek Bio Siapkan 10.000 Hio untuk Sembahyang Saat Imlek

Megapolitan
MRT-Transjakarta Terintegrasi, Anies Bilang Pembangunan di Indonesia Harus sebagai Kesatuan

MRT-Transjakarta Terintegrasi, Anies Bilang Pembangunan di Indonesia Harus sebagai Kesatuan

Megapolitan
Berlaku Februari, Ini Lokasi Tilang Elektronik bagi Pengendara Sepeda Motor

Berlaku Februari, Ini Lokasi Tilang Elektronik bagi Pengendara Sepeda Motor

Megapolitan
Jika Yasonna Tak Minta Maaf dalam Kurun 2x24 Jam, Ini yang Akan Dilakukan Warga Tanjung Priok

Jika Yasonna Tak Minta Maaf dalam Kurun 2x24 Jam, Ini yang Akan Dilakukan Warga Tanjung Priok

Megapolitan
Harga Cabai 'Meroket', Pedagang di Pasar Induk Kramat Jati Mengaku Omzet Turun 40 Persen

Harga Cabai 'Meroket', Pedagang di Pasar Induk Kramat Jati Mengaku Omzet Turun 40 Persen

Megapolitan
Gerindra Pastikan Usung Pradi Supriatna sebagai Wali Kota Depok di Pilkada 2020

Gerindra Pastikan Usung Pradi Supriatna sebagai Wali Kota Depok di Pilkada 2020

Megapolitan
Korban Ledakan akibat Gas Bocor Lari Minta Tolong dalam Kondisi Penuh Luka Bakar

Korban Ledakan akibat Gas Bocor Lari Minta Tolong dalam Kondisi Penuh Luka Bakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X