Komisi D DPRD DKI: Rusunami DP 0 Bukan Jawaban Kebutuhan Masyarakat

Kompas.com - 06/12/2019, 17:45 WIB
Rusunami Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Senin (29/7/2019). DEAN PAHREVI/KOMPAS.comRusunami Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Senin (29/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pesimistis bahwa pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) down payment (DP) Rp 0 akan berhasil mencapai target.

Diketahui penugasan bagi PD Pembangunan Sarana Jaya untuk membangun rusunami DP Rp 0 adalah 10.000 unit. Namun hingga saat ini baru terbangun sebanyak 780 di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

"Lihat dululah DP 0 yang pertama, kalau itu dianggap berhasil ya sudah lanjutkan yang berikut. Tapi sekali lagi itu bukan jawaban terhadap kebutuhan masyarakat dan masyarakat DKI Jakarta," ucap anggota Komisi D DPRD DKI Pandapotan Sinaga, di lantai 3, Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jumat (6/12/2019).

Menurut Pandapotan, solusi hunian bagi masyarakat seharusnya tak hanya rusunami DP Rp 0.

Namun juga dengan memperbanyak rumah susun sederhana sewa (rusunawa) untuk masyarakat.

Baca juga: Rusunami DP Rp 0 Klapa Village di Jakarta Timur Sepi Penghuni

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita dorong rumah susun (sewa). Perencanannya kan dari sana, kalau dia enggak buat perencanannya apa semua ya kita mau bikin apa? Anggaran ini kita hanya tinggal membahas," jelasnya.

Jika mempunyai perencanaan yang jelas mengenai pembangunan rusun, Pandapotan menjamin bahwa anggaran rusun bisa dikabulkan oleh DPRD.

"Artinya harus bikin persiapan tahun ini. Anggaran ini DPRD hanya membahas. Membahas apa yang diajukan. Kita coba kasih rasionalisasi perbandingan. Oke RPJMD sekian target, kalau bagi tiap tahun ya sekian sekian sekian," kata dia.

Diketahui, rusunami DP Rp 0 di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, baru terjual 100 unit.

Padahal, rusunami tersebut memiliki 780 unit.

Baca juga: DPRD DKI Kritik Rusunami DP Rp 0, Harga Tak Terjangkau hingga Proses Rumit

"(Penghuni) sekitar 100 orang dari 780 unit," ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Kelik Indriyanto di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019).

Kelik mengatakan, sebenarnya banyak warga yang mendaftar untuk membeli rusunami DP Rp 0. Banyak pula yang sudah dinyatakan memenuhi syarat administrasi oleh Dinas Perumahan.

Namun, kebanyakan pendaftar tidak lolos verifikasi bank sehingga tidak bisa menyicil rusunami DP Rp 0.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Tangsel: Puskesmas Layani Vaksinasi Warga Usia 18 Tahun ke Atas Setelah 29 Juni

Dinkes Tangsel: Puskesmas Layani Vaksinasi Warga Usia 18 Tahun ke Atas Setelah 29 Juni

Megapolitan
Tes Swab Antigen di Stasiun, 24 Calon Penumpang KRL Reaktif Covid-19

Tes Swab Antigen di Stasiun, 24 Calon Penumpang KRL Reaktif Covid-19

Megapolitan
SD di Cempaka Putih dan Johar Baru Disulap Jadi Sentra Vaksinasi

SD di Cempaka Putih dan Johar Baru Disulap Jadi Sentra Vaksinasi

Megapolitan
Menantu Rizieq Shihab Divonis 1 Tahun Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi

Menantu Rizieq Shihab Divonis 1 Tahun Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi

Megapolitan
Bentrok dengan Simpatisan Rizieq, Polisi Sebut Kendaraannya Sempat Dimasukan ke Sungai

Bentrok dengan Simpatisan Rizieq, Polisi Sebut Kendaraannya Sempat Dimasukan ke Sungai

Megapolitan
Sempat Ricuh, Simpatisan Rizieq Shihab Mulai Tinggalkan Flyover Pondok Kopi

Sempat Ricuh, Simpatisan Rizieq Shihab Mulai Tinggalkan Flyover Pondok Kopi

Megapolitan
Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab: Lawan Terus!

Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab: Lawan Terus!

Megapolitan
Bentrok dengan Polisi, Simpatisan Rizieq Shihab Berlarian Hindari Semprotan Water Cannon

Bentrok dengan Polisi, Simpatisan Rizieq Shihab Berlarian Hindari Semprotan Water Cannon

Megapolitan
Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong, Hakim: Nyatakan Sehat meski Tahu Hasil Swab Antigen Reaktif

Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong, Hakim: Nyatakan Sehat meski Tahu Hasil Swab Antigen Reaktif

Megapolitan
Ini Hal yang Meringankan Vonis Rizieq Shihab dalam Kasus Tes Usap di RS Ummi Bogor

Ini Hal yang Meringankan Vonis Rizieq Shihab dalam Kasus Tes Usap di RS Ummi Bogor

Megapolitan
Ricuh, Massa Simpatisan Rizieq Shihab Lempar Batu, Polisi Tembak Gas Air Mata

Ricuh, Massa Simpatisan Rizieq Shihab Lempar Batu, Polisi Tembak Gas Air Mata

Megapolitan
Dinkes Bekasi Belum Dapat Pastikan Varian Baru Covid-19 Sudah Masuk Wilayahnya

Dinkes Bekasi Belum Dapat Pastikan Varian Baru Covid-19 Sudah Masuk Wilayahnya

Megapolitan
Rizieq Shihab Ajukan Banding atas Vonis 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi Bogor

Rizieq Shihab Ajukan Banding atas Vonis 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi Bogor

Megapolitan
Divonis 4 Tahun dalam Kasus Tes Usap RS Ummi, Rizieq Shihab Dianggap Meresahkan Masyarakat

Divonis 4 Tahun dalam Kasus Tes Usap RS Ummi, Rizieq Shihab Dianggap Meresahkan Masyarakat

Megapolitan
Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong dan Buat Onar

Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong dan Buat Onar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X