40 Persen Kontraktor yang Tangani Proyek Saluran Air di Jaktim Dapat Rapor Merah

Kompas.com - 06/12/2019, 19:19 WIB
Urugan tanah hasil proyek saluran air tampak halangi rumah warga RW 09, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Senin (2/12/2019). Akibatnya, mobilitas aktifitas warga terhambat. KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIUrugan tanah hasil proyek saluran air tampak halangi rumah warga RW 09, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Senin (2/12/2019). Akibatnya, mobilitas aktifitas warga terhambat.
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur Santo mengatakan, 40 persen dari 35 kontraktor yang menangani puluhan proyek saluran air di Jakarta Timur tidak profesional.

Menurut Santo, banyak kontraktor yang hasil pengerjaan proyeknya dinilai dapat rapor merah karena mendapat sejumlah protes atau keluhan masyarakat.

"Boleh dibilang sekitar 40 persenan lah (kontraktor yang raih rapor merah) dari 35 kontraktor yang ada di e-katalog. Padahal kami sudah ada pengawasan proyek, kami ada konsultan juga," kata Santo di Ruang Rapat Sudin SDA Jakarta Timur, Jumat (6/12/2019).


Adapun salah satu proyek saluran air yang mendapat protes dari warga ialah yang berada di RW 09, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Akibat proyek itu, sejumlah rumah warga alami kerusakan. Bahkan warga harus memperbaikinya sendiri. Urukan tanah hasil galian juga dibiarkan terlalu lama dan ditaruh di depan rumah warga, sehingga menghambat aktifitas warga.

Baca juga: Proyek Saluran Air Rusak Rumah Warga Cakung, Pemkot Minta Kontraktor Perbaiki

Bukan hanya di Penggilingan, Sudin SDA juga kerap mendapat protes dari warga terkait proyek saluran air di wilayah lainnya. Seperti di Rawamangun, Pisangan Baru, Makasar, dan lain-lain.

Santo menambahkan, pihaknya akan adakan evaluasi terhadap seluruh kontraktor yang menangani proyek pemerintah.

"Nanti kami minta rekomendasi konsultan. Mana-mana kontraktor yang bisa lanjut di tahun 2020. Ke depan sesuai pengalaman kami, saya mau cari kontraktor yang profesional. Ibarat main sepak bola, sekarang kami ini lagi cari yang betul-betul pemain profesional. Yang 40 persen itu kontraktor kurang profesional," ujar Santo.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Cerita Ahok yang Dianggap Tak Manusiawi | Viral, Sekolah Bobrok di Bekasi

[POPULER JABODETABEK] Cerita Ahok yang Dianggap Tak Manusiawi | Viral, Sekolah Bobrok di Bekasi

Megapolitan
3 Korban Kecelakaan Bus di Subang Masih Dirawat Intensif di RSUD Kota Depok

3 Korban Kecelakaan Bus di Subang Masih Dirawat Intensif di RSUD Kota Depok

Megapolitan
Tolak Omnibus Law dan Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan, KSPI Gelar Unjuk Rasa di DPR

Tolak Omnibus Law dan Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan, KSPI Gelar Unjuk Rasa di DPR

Megapolitan
Mirisnya Kondisi SDN Samudrajaya 04 Bekasi...

Mirisnya Kondisi SDN Samudrajaya 04 Bekasi...

Megapolitan
6.000 Personel Gabungan Amankan Demo Buruh di Depan Gedung DPR RI Hari Ini

6.000 Personel Gabungan Amankan Demo Buruh di Depan Gedung DPR RI Hari Ini

Megapolitan
Pemkot Jaksel Buat 420 Sumur Resapan Selama 2019

Pemkot Jaksel Buat 420 Sumur Resapan Selama 2019

Megapolitan
Ujian SIM di Daan Mogot Kembali Pakai Sistem E-Drives

Ujian SIM di Daan Mogot Kembali Pakai Sistem E-Drives

Megapolitan
Senin Sore, Lutfi Alfiandi Pemuda Pembawa Bendera Saat Demo Diperiksa sebagai Terdakwa

Senin Sore, Lutfi Alfiandi Pemuda Pembawa Bendera Saat Demo Diperiksa sebagai Terdakwa

Megapolitan
Pemprov DKI: Trotoar Cikini Belum Ditanam Pohon karena Ada Penataan Saluran

Pemprov DKI: Trotoar Cikini Belum Ditanam Pohon karena Ada Penataan Saluran

Megapolitan
Hari Ini, Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Dijadwalkan Diperiksa sebagai Pelapor Akun @digeeembok

Hari Ini, Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Dijadwalkan Diperiksa sebagai Pelapor Akun @digeeembok

Megapolitan
Merawat Keberagaman dan Kebaikan Lewat Tradisi Patekoan di Glodok

Merawat Keberagaman dan Kebaikan Lewat Tradisi Patekoan di Glodok

Megapolitan
Petugas Pintu Air Manggarai Kerap Dapat Rezeki Kiriman 'Online'

Petugas Pintu Air Manggarai Kerap Dapat Rezeki Kiriman "Online"

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Senin Siang

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Senin Siang

Megapolitan
Mengenal Patekoan di Glodok, Tradisi Menyuguhkan Teh Gratis Setiap Hari

Mengenal Patekoan di Glodok, Tradisi Menyuguhkan Teh Gratis Setiap Hari

Megapolitan
Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X