Ganja Dalam Koper Ditemukan di Ruang UKM Kesehatan Universitas Pancasila

Kompas.com - 06/12/2019, 20:05 WIB
Kampus Universitas Pancasila, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (6/12/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONKampus Universitas Pancasila, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (6/12/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Universitas Pancasila (UP) membenarkan bahwa Kepolisian menggeledah salah satu ruangan di kampusnya pada Jumat (6/12/2019) dini hari. 

Penggeledahan itu berujung ditemukanya narkoba jenis ganja dalam sebuah koper dalam jumlah banyak.

Namun kampus membantah barang haram tersebut ditemukan di ruang Unit Kegiatan Mahasiwa ( UKM) Fakulitas Teknik.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Biro Humas UP, Putri langka saat ditemui di kantornya di kawasan Jagakarsa pada Jumat, (6/12/2019).

"Itu ada di ruangan yang biasa digunakan untuk kesehatan, untuk alat alat kesehatan, UKM PRC (Pancasila Red Cross). Jadi alat alat kesehatan memang disimpan di situ dan koper itu ada di situ," kata Putri.

Namun dia membantah jumlah narkoba yang ditemukan sebanyak 80 kilogram yang teridir dari karung karung berisi narkoba seperti yang sudah diberitakan sebelumnya. 

Baca juga: Polisi Bongkar Peredaran 80 Kg Ganja di Universitas Pancasila

"Iya jadi kami kalau untuk barang bukti yang berkarung-karung itu tidak ada di dalam UP," ucap dia.

Pihaknya pun sudah memeriksa beberapa mahasiswa yang aktif di UKM terkait temuan tersebut, namun banyak mahasiswa yang beralasan tidak tahu soal keberadaan barang haram tersebut.

Atas dasar temuan ini, Putri mengaku akan mengevaluasi internal kampus dalam segi keamanan agar petugas bisa mendeteksi barang barang mencurigakan yang masuk ke dalam kampus.

"Kami akan tingkatkan keamanan yang kedua kontrol lebih ditingkatkan, tingkatkan jam malam jadi sebelumnya sudah ada jam malam," ucap dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Megapolitan
5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

Megapolitan
Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Megapolitan
Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Megapolitan
Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Megapolitan
Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Megapolitan
Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Megapolitan
WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

Megapolitan
KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

Megapolitan
Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Megapolitan
Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Megapolitan
Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Megapolitan
Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies 'Bapak Integrasi'

Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies "Bapak Integrasi"

Megapolitan
Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Megapolitan
Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X