Kompas.com - 06/12/2019, 20:33 WIB
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Universitas Pancasila, Putri Langka saat ditemui di kantornya, Jumat (6/12/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONKepala Biro Hubungan Masyarakat Universitas Pancasila, Putri Langka saat ditemui di kantornya, Jumat (6/12/2019)
|

JAKARTA,KOMPAS.com - Kepala Biro Hubungan Masyarakat Universitas Pancasila (UP), Putri Langka mengakui pihaknya kecolongan dalam melakukan pengawasan di area kampus.

Mereka tidak menyadari jika ada koper yang berisi ganja dalam jumlah besar tersimpan di salah satu ruang unit kegiatan mahasiwa (UKM) kampus.

"Ya mungkin ada miss di situ ya (ganja disimpan di dalam ruang UKM). Itu memang jadi catatan karena saya rasa semua perguruan tinggi menghadapi hal yang sama dengan banyaknya jumlah mahasiwa," kata dia saat ditemui di kantornya, Jumat (12/6/2019)

Pihaknya mengaku kurang memantau pergerakan barang mencurigakan yang keluar dan masuk ke dalam kampus. Maka dari itu, Putri memastikan keamanan di Universitas Pancasila akan diperketat agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

"Tapi kan namanya kita saja mahasiwa aktif ada sekitar sekian ribu. Ya kadang-kadang mungkin ada beberapa yang tidak bisa kami pantau nah ini juga jadi pelajaran kami bahwa ternyata yang kecil kecil ini memang harus lebih diperhatikan lagi," ucap dia.

Baca juga: Ganja Dalam Koper Ditemukan di Ruang UKM Kesehatan Universitas Pancasila

Walaupun kecolongan, pihaknya tetap berupaya mencari tahu asal-muasal barang haram tersebut hingga bisa berada di lingkungan kampus.

Dia mengaku sudah memeriksa beberapa mahasiswa, namun mereka beralasan tidak tahu perihal keberadaan barang tersebut.

"Kami baru bisa mengumpulkan 10 sampai 15 orang ya, kita tanyakan dan sampai saat ini mereka belum tahu," tutup dia.

Sebelumnya, polisi mengungkap jaringan pengedar narkoba jenis ganja seberat80 kilogram di Universitas Pancasila, Jakarta Selatan, dengan menangkap enam tersangka.

Mereka dalah KAN (24), AH (47), JAE (46), MRH (40), F (24), dan DWW (24).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes DKI: Hepatitis Akut Misterius Belum Mengarah akibat Long Covid

Dinkes DKI: Hepatitis Akut Misterius Belum Mengarah akibat Long Covid

Megapolitan
Dicabuli Tetangga di Taman Sari, Anak Disabilitas Mengadu Sakit di Bagian Kelamin

Dicabuli Tetangga di Taman Sari, Anak Disabilitas Mengadu Sakit di Bagian Kelamin

Megapolitan
Pengunjung Pasar Jatinegara Masih Wajib Mengenakan Masker

Pengunjung Pasar Jatinegara Masih Wajib Mengenakan Masker

Megapolitan
Pria Tewas dengan Luka Sayatan di Cibitung Bekasi Diduga Korban Pembunuhan

Pria Tewas dengan Luka Sayatan di Cibitung Bekasi Diduga Korban Pembunuhan

Megapolitan
Ruang Komputer di SMK Nasional Depok Terbakar

Ruang Komputer di SMK Nasional Depok Terbakar

Megapolitan
Bocah Korban Kekerasan di Serpong Tangsel Disundut Rokok dan Ditusuk-tusuk Obeng

Bocah Korban Kekerasan di Serpong Tangsel Disundut Rokok dan Ditusuk-tusuk Obeng

Megapolitan
Kelurahan Sunter Agung Buka Posko Pendaftaran DTKS Tahap Dua

Kelurahan Sunter Agung Buka Posko Pendaftaran DTKS Tahap Dua

Megapolitan
Muri Beri Penghargaan Kebun Raya Bogor Tepat pada Hari Ultah Ke-205

Muri Beri Penghargaan Kebun Raya Bogor Tepat pada Hari Ultah Ke-205

Megapolitan
Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Jangan Sampai Jadi Euforia

Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Jangan Sampai Jadi Euforia

Megapolitan
Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Aturannya Membingungkan

Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Aturannya Membingungkan

Megapolitan
Disayangkan, Fraksi Demokrat-PPP Tak Ikut Interpelasi Wali Kota Depok Terkait KDS

Disayangkan, Fraksi Demokrat-PPP Tak Ikut Interpelasi Wali Kota Depok Terkait KDS

Megapolitan
Karyawan Perum Perhutani Tolak SK Menteri LHK, Berharap Hutan di Jawa Tak Dikelola Perorangan

Karyawan Perum Perhutani Tolak SK Menteri LHK, Berharap Hutan di Jawa Tak Dikelola Perorangan

Megapolitan
Cegah Penularan Hepatitis Akut Misterius, Ini Saran Dinkes DKI

Cegah Penularan Hepatitis Akut Misterius, Ini Saran Dinkes DKI

Megapolitan
Berlatih Budi Daya Anggur dan Melon demi Menambah Penghasilan...

Berlatih Budi Daya Anggur dan Melon demi Menambah Penghasilan...

Megapolitan
Jokowi Bolehkan Lepas Masker, Warga: Belum Endemi tapi Prokes Dilonggarkan Sebebas Itu, Kontradiktif

Jokowi Bolehkan Lepas Masker, Warga: Belum Endemi tapi Prokes Dilonggarkan Sebebas Itu, Kontradiktif

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.