Penyangga Jembatan Rawa Buntu Retak, Warga Minta Segera Diperbaiki

Kompas.com - 07/12/2019, 10:20 WIB
Penyangga jembatan Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, mengalami keretakan di beberapa titik yang membuat khawatir warga setempat. Sedikitnya ada empat titik keretakan yang terlihat. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiPenyangga jembatan Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, mengalami keretakan di beberapa titik yang membuat khawatir warga setempat. Sedikitnya ada empat titik keretakan yang terlihat.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Penyangga jembatan Rawa Buntu di Serpong, Tangerang Selatan, retak di beberapa titik. Hal itu membuat warga setempat khawatir.

Sedikitnya ada empat titik keretakan yang diharapkan segera diperbaiki.

"Khawatir aja, belum lama kan ada yang longsor itu di Kecamatan Setu. Katanya awalnya gara-gara retak dulu. Sekarang kan keliatan banget nih retaknya, takutnya roboh juga," kata seorang warga sekitar, Kurnia (28), Sabtu (7/12/2019).

Jembatan Rawa Buntu menjadi penghubung bagi pengendara dari Parung ke Serpong atau sebaliknya.

Baca juga: Pembangunan Hunian di Stasiun Rawa Buntu dan Jurangmangu Diyakini Mampu Urai Kemacetan

Jembatan tersebut juga tak jauh dari Stasiun Rawa Buntu. Lokasi penyangga jembatan yang retak itu dekat dengan akses warga yang ingin naik kereta rel listrik (KRL) dari Stasiun Rawa Buntu.

"Mana retaknya di samping tangga. Ini kan di atasnya dilalui kendaraan. Takutnya beban karena kendaraan bisa geser-geser terus gimana, kan bahaya," kata Kurnia.

Beberapa keretakan di jembatam Rawa Buntu tersebut memiliki panjang dan lebar bervariasi mulai dari 10 sampai dengan 15 sentimeter.

Selain penyangga retak, trotoar di atas jembatan juga rusak. Konblok trotoar terlihat sudah berkurang sehingga menyebabkan permukaan trotoar tidak rata dan berlubang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Megapolitan
Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Megapolitan
Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Megapolitan
Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Megapolitan
 Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Megapolitan
Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Megapolitan
Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Megapolitan
Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Megapolitan
Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Megapolitan
Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Megapolitan
PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

Megapolitan
Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Megapolitan
Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Megapolitan
Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Megapolitan
Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X