Tak Mau ke Pasar Baru, PKL Senen Ingin Direlokasi ke Pekarangan Pasar Senen Blok III

Kompas.com - 09/12/2019, 19:58 WIB
Kondisi lahan yang diinginlam PKL Senen untuk tempat berjualan, Senin (9/12/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAKondisi lahan yang diinginlam PKL Senen untuk tempat berjualan, Senin (9/12/2019).
Penulis Cynthia Lova
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan bahu Jalan Raya Senen, Jakarta Pusat menolak untuk direlokasi ke Pasar Baru Metro Atom.

Mereka tetap bersikeras minta untuk dipindahkan di kawasan Pasar Senen Blok III tepatnya pekarangan yang ada di samping Pasar Blok III.

"Kalau direlokasi itu pasti dipindahkan di kawasan Senen, kalau sudah jauh berarti namanya digusur. Kami ingin direlokasi di Pasar Senen Blok III, kita bukan tidak ada lahan, ada lapangan di sini, tanah kosong. Kenapa tidak digunakan saja?" ujar Budi di Jalan Raya Senen, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019).

Tidak hanya Budi, Netty Siahaan, PKL Senen lainnya pun tak setuju akan adanya relokasi tersebut.

Menurut Netty, relokasi PKL Senen hanya membuat para pedagang merugi. Sebab para PKL yang jualan di bahu Jalan Raya Senen ini hanya menjajakan barang dari pedagang yang ada di Pasar Baru dan Pasar Senen.

Baca juga: Wakil Wali Kota Jakpus: Tak Ada Penertiban PKL Senen, Hanya Relokasi

"Kalau pedagang di sana (Pasar Senen) otomatis mereka punya cabang. Kalau di sini cuma di sini barang dagangan kita,” kata Netty yang telah bertahun-tahun jualan di kawasan Senen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia khawatir jika nantinya direlokasi ke Pasar Baru Metro Atom, para PKL tidak bisa bersaing dengan pedagang yang sudah lebih dahulu jualan di Pasar Baru Metro Atom.

Apalagi untuk berjualan di Pasar Baru Metro Atom, para PKL tetap harus menyewa kios tersebut meski digratiskan selama enam bulan pertama.

Kemudian, keberadaan PKL lain yang berjualan di kawasan Pasar Baru pun juga dikhawatirkan PKL Senen.

"Kami tidak mampu, kami kere. Hanya memperjuangkan hidup kami, rumahnya pun nyewa, apalagi bayar gedung, mana bisa kami. Mending jualan di pinggir jalan, kami tidak perlu bayar mahal,” ujar Netty.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemuda yang Hendak Curi Motor Melarikan Diri Bersama Seorang Bocah

Pemuda yang Hendak Curi Motor Melarikan Diri Bersama Seorang Bocah

Megapolitan
Ganjil Genap Sudah Diterapkan di Sekitar Kawasan Wisata Jakarta

Ganjil Genap Sudah Diterapkan di Sekitar Kawasan Wisata Jakarta

Megapolitan
Babak Baru Korupsi Damkar Depok: Naik ke Penyidikan dan Kemungkinan Tersangka Sudah Ditandai

Babak Baru Korupsi Damkar Depok: Naik ke Penyidikan dan Kemungkinan Tersangka Sudah Ditandai

Megapolitan
Serba-serbi Kartu Depok Sejahtera, Janji Kampanye Idris-Imam yang Baru Terwujud

Serba-serbi Kartu Depok Sejahtera, Janji Kampanye Idris-Imam yang Baru Terwujud

Megapolitan
Mobil Keluar Jalur dan Tabrak Sejumlah Orang di Pinggir Jalan, Satu Korban Alami Patah Kaki

Mobil Keluar Jalur dan Tabrak Sejumlah Orang di Pinggir Jalan, Satu Korban Alami Patah Kaki

Megapolitan
Soal Pelaporan Savas Fresh ke Polisi, Atta Hallintar: Manusia Punya Batas Kesabaran

Soal Pelaporan Savas Fresh ke Polisi, Atta Hallintar: Manusia Punya Batas Kesabaran

Megapolitan
Saat Youtuber Savas Fresh Ditangkap Polisi karena Sebut Ibu Atta Halilintar Berutang Rp 500 Juta

Saat Youtuber Savas Fresh Ditangkap Polisi karena Sebut Ibu Atta Halilintar Berutang Rp 500 Juta

Megapolitan
Ledakan Terdengar di Sekitar Patal Senayan, Polisi: Kegiatan Simulasi Pengamanan VIP PON XX Papua

Ledakan Terdengar di Sekitar Patal Senayan, Polisi: Kegiatan Simulasi Pengamanan VIP PON XX Papua

Megapolitan
Polisi Selidiki Perampokan Sadis yang Pelakunya Bacok Korban di Cipulir Jaksel

Polisi Selidiki Perampokan Sadis yang Pelakunya Bacok Korban di Cipulir Jaksel

Megapolitan
Manajer Holywings Jadi Tersangka, Wagub DKI: Pelajaran Bagi Semua, Jangan Anggap Enteng...

Manajer Holywings Jadi Tersangka, Wagub DKI: Pelajaran Bagi Semua, Jangan Anggap Enteng...

Megapolitan
Jumat Malam, Warga di Sekitar Patal Senayan Mengaku Dengar Ledakan

Jumat Malam, Warga di Sekitar Patal Senayan Mengaku Dengar Ledakan

Megapolitan
Pemprov DKI Tetap Buka Layanan Vaksinasi Covid-19 di Faskes pada Akhir Pekan

Pemprov DKI Tetap Buka Layanan Vaksinasi Covid-19 di Faskes pada Akhir Pekan

Megapolitan
Informasi Hoaks Jadi Penyebab Sebagian Warga Jakarta Enggan Divaksin Covid-19

Informasi Hoaks Jadi Penyebab Sebagian Warga Jakarta Enggan Divaksin Covid-19

Megapolitan
Perampokan Handphone Sadis di Cipulir, Pelaku Dorong dan Bacok Korban yang Berjalan Sendirian

Perampokan Handphone Sadis di Cipulir, Pelaku Dorong dan Bacok Korban yang Berjalan Sendirian

Megapolitan
Protes PTM SD di Kota Tangerang Belum Digelar, Orangtua Siswa Diminta Bersabar

Protes PTM SD di Kota Tangerang Belum Digelar, Orangtua Siswa Diminta Bersabar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.