Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Kompas.com - 09/12/2019, 20:48 WIB
Area lay bay Stasiun Bekasi yang digunakan untuk area tunggu angkutan umum ditutup PT KAI sehubungan dengan pekerjaan revitalisasi stasiun tersebut. KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANArea lay bay Stasiun Bekasi yang digunakan untuk area tunggu angkutan umum ditutup PT KAI sehubungan dengan pekerjaan revitalisasi stasiun tersebut.


BEKASI, KOMPAS.com - Jalan Raya Ir H Juanda di depan Stasiun Bekasi diprediksi akan semakin padat, setelah area lay bay yang biasa digunakan angkutan umum menunggu penumpang, ditutup oleh PT KAI sejak Sabtu (7/12/2019) untuk proyek revitalisasi.

Menanggapi hal ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi berencana menambah personel untuk melancarkan arus lalu lintas di sana.

"Kalau posisinya seperti ini memang otomatis personel akan kita tambah. Tapi kita masih menunggu rencana tim," ujar Kepala Seksi Pengendalian Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Bambang Putra melalui telepon, Senin (9/12/2019).

"Paling, untuk sementara di Jalan Juanda akan kita tambah 5-10 orang, dari jumlah sekarang 10 personel setiap hari," ia menambahkan.

Dishub juga berencana berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi Kota untuk melarang pengemudi angkutan umum mengetem di Jalan Juanda. Pasalnya, hal itu akan membuat Jalan Juanda padat-merayap.

Baca juga: Siap-siap, Jalan Juanda Depan Stasiun Bekasi Akan Makin Macet

"Otomatis langkah satu-satunya, kita sama Polres personelnya akan kita perkuat. Dalam artian, angkutan umum hanya boleh menaikkan dan menurunkan penumpang. Tidak boleh ngetem dan menunggu," jelas Bambang.

Sebagai informasi, saban hari, Jalan Juanda depan Stasiun Bekasi merupakan salah satu simpul kepadatan lalu lintas.

Berbagai mobil angkot mengetem di pintu keluar, sedangkan banyak pengemudi ojek online mengendap di tepi jalan.

Ditambah dengan lalu-lalang pengguna kereta yang menyeberang di jam-jam sibuk, tak heran jika Jalan Juanda depan Stasiun Bekasi senantiasa menjadi sarang kemacetan.

Di samping itu, keberadaan lay bay Stasiun Bekasi cukup berguna untuk menampung belasan bus tanggung tujuan Cikarang menanti penumpang.

Dishub dan Polres sebetulnya pernah memunculkan wacana serupa, bahwa angkutan umum dilarang mengetem di pinggir jalan raya.

Sebagai gantinya, angkot dan ojol diminta menunggu penumpang di area lay bay. Akan tetapi, khusus untuk pengemudi ojol, instruksi tersebut tak berpengaruh banyak. Mereka tetap berkerumun di tepi jalan sembari menanti penumpang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Muncul King of The King di Tangerang | Alasan Batalnya Donny Saragih Jadi Bos Transjakarta

[POPULER JABODETABEK] Muncul King of The King di Tangerang | Alasan Batalnya Donny Saragih Jadi Bos Transjakarta

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan yang Peras Korbannya dengan Menuduh Curi Motor, Satu Orang Buron

Polisi Tangkap Komplotan yang Peras Korbannya dengan Menuduh Curi Motor, Satu Orang Buron

Megapolitan
Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ketua DPRD DKI Sindir Uji Kelayakan Pemprov DKI

Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ketua DPRD DKI Sindir Uji Kelayakan Pemprov DKI

Megapolitan
Terpeleset ke Waduk Giri Kencana, Bocah di Cilangkap Tewas Tenggelam

Terpeleset ke Waduk Giri Kencana, Bocah di Cilangkap Tewas Tenggelam

Megapolitan
Perempuan Muda Mau Lompat dari Atas JPO Antasari, Warga Ramai-ramai Menggagalkan

Perempuan Muda Mau Lompat dari Atas JPO Antasari, Warga Ramai-ramai Menggagalkan

Megapolitan
Hakim Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua

Hakim Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua

Megapolitan
Pakar: Beraksi Depan Bocah, Ekshibisionis Bisa Ditangkap Tanpa Laporan

Pakar: Beraksi Depan Bocah, Ekshibisionis Bisa Ditangkap Tanpa Laporan

Megapolitan
Muncul 'Raja' Baru King of The King, Klaim Kuasai Rp 60.000 T dan Akan Lantik Presiden di Dunia

Muncul 'Raja' Baru King of The King, Klaim Kuasai Rp 60.000 T dan Akan Lantik Presiden di Dunia

Megapolitan
Polemik Pengangkatan Dirut Transjakarta, Fraksi PSI Ingatkan Tim Seleksi Harus Independen

Polemik Pengangkatan Dirut Transjakarta, Fraksi PSI Ingatkan Tim Seleksi Harus Independen

Megapolitan
Bajing Loncat di Cilincing Incar Truk-Truk dari Luar Kota

Bajing Loncat di Cilincing Incar Truk-Truk dari Luar Kota

Megapolitan
Belum Punya Ruang Isolasi, RSU Tangsel Bakal Rujuk Pasien Suspect Virus Corona

Belum Punya Ruang Isolasi, RSU Tangsel Bakal Rujuk Pasien Suspect Virus Corona

Megapolitan
Ditinggal Meliput, Mobil TVOne Dibobol Maling di Duren Sawit

Ditinggal Meliput, Mobil TVOne Dibobol Maling di Duren Sawit

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Monas Bukan Milik Jakarta Sendiri, tapi Enggak Ada Koordinasinya

Ketua DPRD DKI: Monas Bukan Milik Jakarta Sendiri, tapi Enggak Ada Koordinasinya

Megapolitan
Divonis 1 Tahun, Habil Marati: Pasti Banding, Ini Persoalan Harga Diri Men...

Divonis 1 Tahun, Habil Marati: Pasti Banding, Ini Persoalan Harga Diri Men...

Megapolitan
Ungkap Identitas Pemilik Akun Twitter @digeeembok, Polisi Hati-hati

Ungkap Identitas Pemilik Akun Twitter @digeeembok, Polisi Hati-hati

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X