Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Kompas.com - 09/12/2019, 21:23 WIB
Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar di Terowongan Kendal, Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (6/12/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVADirektur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar di Terowongan Kendal, Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (6/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT MRT Jakarta bekerja sama membentuk sebuah perusahaan dalam rangka mewujudkan integrasi transportasi Jabodetabek.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengungkapkan, perusahaan patungan itu akan memiliki beberapa tugas antara lain mengelola kawasan transit berbagai moda transportasi atau transit oriented development (TOD).

"Kalau sekarang kan tidak terintegrasi antara pengelolaan jalur dan kawasan di stasiunnya. Orang enggak nikmat. Kita rasalah bagaimana jumlah penikmat layanan transportasi publik itu belum end to end, belum dari rumah ke tempat tujuan," kata William di Balairung, Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019).

Baca juga: Mengenal Perbedaan MRT, LRT, dan KRL

Adanya kawasan integrasi itu merupakan upaya agar masyarakat bisa berpindah dari transportasi pribadi ke angkuta publik.

Selain itu, perusahaan patungan itu juga akan mengurusi infrastruktur, kelembagaan transportasi, hingga pertiketan.

"Ketiga, dia mulai penanganan di stasiun dalam kaitan memberi kenyamanan pengguna transportasi publik sehingga proses interkoneksi antara transportasi publik, khususnya yang berbasis kereta berjalan aman-nyaman," ucapnya.

Perusahaan kerja sama BUMN dan BUMD DKI Jakarta itu akan mulai bekerja setelah satu bulan penandatanganan kesepakatan, terhitung dari hari ini.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada nama resmi bagi perusahaan joint venture tersebut.

"Kemarin dimulai ketika Menteri BUMN (Erick Thohir) bertemu dengan Gubernur (Anies Baswedan). Satu bulan setelah itu (hari ini) kami tanda tangan dan targetnya awal tahun depan kami punya perusahaan baru," kata William.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo di tempat yang sama mengatakan, kerja sama itu merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan agar pengelolaan moda transportasi Jabodetabek dapat dilakukan oleh satu otoritas.

Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta akan memiliki kontrol pada struktur kepemilikan perusahaan yang akan mengelola moda transportasi tersebut.

"Jadi nanti perusahaan join venture ini yang pertama akan mengatur pengelolaan stasiun, yaitu stasiun-stasiun di Jakarta dikelola bersama antara pemda Jakarta dengan KAI, sehingga nanti diharapkan flow dari penumpang dari kereta api ke MRT itu bisa lebih nyaman," kata Kartika.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diguyur Hujan Dua Jam, Ratusan Rumah di BPI Tangsel Kebanjiran

Diguyur Hujan Dua Jam, Ratusan Rumah di BPI Tangsel Kebanjiran

Megapolitan
Dua dari Empat Perampok Warteg di Jakarta adalah Residivis Kasus yang Sama

Dua dari Empat Perampok Warteg di Jakarta adalah Residivis Kasus yang Sama

Megapolitan
Permukiman di Cipulir Banjir Pascahujan Deras pada Minggu Malam

Permukiman di Cipulir Banjir Pascahujan Deras pada Minggu Malam

Megapolitan
Kata Anies, Banjir Underpass Kemayoran Surut dan Sudah Bisa Dilintasi

Kata Anies, Banjir Underpass Kemayoran Surut dan Sudah Bisa Dilintasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Anies: Dulu Takbiran Dilarang, Sekarang Diizinkan | Jakarta Negatif Virus Corona

[POPULER JABODETABEK] Anies: Dulu Takbiran Dilarang, Sekarang Diizinkan | Jakarta Negatif Virus Corona

Megapolitan
BMKG: Jabodetabek Hujan Siang Ini

BMKG: Jabodetabek Hujan Siang Ini

Megapolitan
Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

Megapolitan
Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

Megapolitan
Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

Megapolitan
Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

Megapolitan
Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

Megapolitan
Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

Megapolitan
Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

Megapolitan
Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X