Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Diajak Jalani Screening HIV AIDS

Kompas.com - 10/12/2019, 16:45 WIB
Kepala KKP Bandara Soekarno-Hatta, Anas Maaruf saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta Kota Tangerang, Selasa (10/12/2019) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOKepala KKP Bandara Soekarno-Hatta, Anas Maaruf saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta Kota Tangerang, Selasa (10/12/2019)
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta hari ini melakukan kegiatan screening HIV di Bandara Soekarno-Hatta.

Kepala KKP Bandara Soekarno Hatta, Anas Maaruf mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember lalu.

Anas mengatakan, pengecekan darah atau screening bersifat ajakan untuk para penumpang juga beberapa karyawan yang beraktivitas di Bandara Soekarno Hatta.

"Ini untuk screening HIV AIDS dan screening untuk penyakit tidak menular dalam rangka untuk peringatan Hari Kesehatan Nasional dan Hari AIDS Sedunia," ujar dia saat ditemui di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Selasa (12/10/2019).

Anas mengatakan, screening tersebut dilakukan selama dua hari secara serentak di seluruh terminal Bandara Soekarno Hatta. Tidak hanya itu, kegiatan screening juga gratis untuk semua yang akan melakukan cek darah.

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Bandara Soekarno-Hatta Siapkan 14 Pos Kesehatan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Screening ini terbuka untuk umum, gratis," jelas dia.

Untuk kerahasiaan hasil tes, Anas menjamin hasil dari screening akan diberitahukan kepada orang yang melakukan tes saja.

Seperti pedoman pengecekan positif HIV, orang yang akan melakukan screening didata terlebih dahulu mulai dari alamat hingga nomor ponsel untuk menjaga kerahasiaan hasil tes.

"Termasuk para penumpang yang berasal dari luar daerah," kata dia.

Selain screening HIV/AIDS, KKP juga memberikan fasilitas pengecekan darah untuk penyakit tidak menular. Beberapa di antaranya seperti hipertensi, cek gula darah, dan kolesterol

"Ini adalah screening dini untuk siapa pun terutama berisiko supaya bisa dapat tindakan lebih awal," tutup Anas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.